Heboh Penemuan Fosil Cacing Predator Kuno Berukuran Raksasa yang Hidup 500 Juta Tahun Lalu

Ekspedisi Greenland mengungkap Timorebestia, fosil cacing raksasa, menulis ulang sejarah predator prasejarah.

Yoga Tri Priyanto
Oleh Yoga Tri Priyanto - Reporter
Heboh Penemuan Fosil Cacing Predator Kuno Berukuran Raksasa yang Hidup 500 Juta Tahun Lalu
Heboh Penemuan Fosil Cacing Predator Kuno Berukuran Raksasa yang Hidup 500 Juta Tahun Lalu (© Cosmos Magazine)
1. Cacing Raksasa yang Menduduki Puncak Rantai Makanan Laut Purba<br>
© Bob Nicholls

Fosil-fosil Timorebestia ditemukan di Sirius Passet, suatu deposit sedimen kuno yang berusia lebih dari setengah miliar tahun, terletak di Peary Land, Greenland Utara.

1. Timorebestia Membuka Jalan Penelitian yang Mendalam Untuk Peneliti<br>
© Jakob Vinther

“Selama serangkaian ekspedisi ke Sirius Passet yang sangat terpencil di wilayah terjauh Greenland Utara, lebih dari 82,5 derajat utara, kami telah mengumpulkan beragam organisme baru yang menarik,” kata Tae-Yoon Park dari Korea Polar Research Institute, yang juga terlibat dalam penelitian.

3. Terungkapnya Struktur Kehidupan Laut 500 Juta Tahun yang Lalu<br>
Dok. Istimewa

Pernyataan Jakob Vinther, profesor makroevolusi di Universitas Bristol, menyoroti temuan penting dalam penelitian ini, bahwa ekosistem laut purba menunjukkan tingkat kompleksitas yang luar biasa. 

4. Temuan Cacing Raksasa Hanyalah Permulaan<br>
© Australian Geographic

Dengan kemajuan teknologi dan metode penelitian yang terus berkembang, harapan terhadap penemuan baru dalam ilmu pengetahuan paleontologi dan evolusi semakin tinggi. 

Megascolides australis, demikian nama ilmiah untuk spesies cacing raksasa tersebut. Cacing yang juga disebut Karmai ini memiliki panjang rata-rata 1 meter, dengan diameter mencapai 2 sentimeter. Panjang cacing tersebut, bisa bertambah hingga mencapai 3 meter.

Cacing sonari biasanya hidup pada tumbuhan paku Sarang burung yang menempel pada pohon-pohon besar, kadang-kadang ditemukan juga hidup pada bagian batang pohon yang sudah lapuk dan lembab.

Cacing juga tidak memiliki pita suara.

Cacing tidak bisa mati karena dibelah, tapi cacing akan mati jika ditaburi garam.

Cacing tembiluk atau dalam nama latinnya Bactronophorus thoracites, sebenarnya termasuk dalam kelompok moluska. Moluska adalah hewan yang tidak memiliki kerangka tulang belakang dan memiliki tubuh yang lunak.

Rekomendasi