Hewan Ini Pecahkan Rekor Dunia Sebagai Pendeteksi Ranjau Darat Terbanyak di Kamboja
Hewan ini berhasil memecahkan rekor dunia dalam mendeteksi ranjau darat di Kamboja, menandai prestasi luar biasa di bidang ini.
Tikus bernama Ronin baru-baru ini mencuri perhatian dunia setelah berhasil memecahkan rekor dunia sebagai tikus pendeteksi ranjau darat paling sukses. Ronin, seekor tikus kantung Afrika raksasa, telah secara resmi diakui oleh Guinness World Records atas prestasinya yang luar biasa. Sejak Agustus 2021 hingga Februari 2025, Ronin telah menemukan 109 ranjau darat dan 15 buah amunisi yang belum meledak (UXO) di wilayah Siem Reap, Kamboja.
Prestasi Ronin ini melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh Magawa, tikus pendeteksi ranjau lainnya yang juga berasal dari organisasi nirlaba APOPO. Magawa menemukan 71 ranjau darat dan 38 UXO selama hampir lima tahun masa kerjanya sebelum pensiun pada Mei 2021 dan meninggal dunia pada Januari 2022. Dengan pencapaian ini, Ronin menunjukkan bahwa hewan dapat berkontribusi secara signifikan dalam penanggulangan ranjau darat yang masih menjadi ancaman di banyak negara.
Ronin, yang saat ini berusia lima tahun, digambarkan sebagai tikus yang pekerja keras, ramah, dan santai. Keberhasilannya dalam mendeteksi ranjau darat dikaitkan dengan fokus yang tajam, etos kerja yang kuat, serta kecintaannya pada pemecahan masalah. Seorang pelatih dari APOPO menyatakan, "Ronin memiliki inteligensi dan rasa ingin tahu yang alami, yang membantunya tetap terlibat dalam pekerjaannya. Menemukan ranjau darat baginya seperti permainan yang menyenangkan."
Metode Pelatihan yang Efektif dan Berhasil
APOPO, sebuah organisasi nirlaba yang berbasis di Belgia, telah melatih tikus-tikus pendeteksi ranjau selama lebih dari 25 tahun. Mereka menggunakan metode pelatihan penguatan positif, di mana tikus belajar mengaitkan suara klik dengan hadiah. Metode ini sangat efektif dalam memotivasi tikus untuk belajar mencium bahan peledak. Ronin dan tikus-tikus lainnya bekerja selama 30 menit per hari, memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya penanggulangan ranjau darat.
Setelah cukup lama bekerja dan mencapai usia tertentu, tikus-tikus ini akan dipindahkan ke komunitas pensiun dan tetap berada di bawah perawatan APOPO. Hal ini memastikan bahwa mereka mendapatkan perhatian dan perawatan yang baik setelah masa kerja mereka berakhir. Pelatihan yang dilakukan oleh APOPO menunjukkan betapa besar potensi hewan dalam membantu manusia menyelesaikan masalah yang kompleks.
Pentingnya Peran Ronin di Kamboja
Kamboja merupakan salah satu negara yang paling banyak terdampak ranjau darat di dunia. Ancaman ranjau darat ini tidak hanya membahayakan kehidupan manusia, tetapi juga menghambat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. Oleh karena itu, peran Ronin dan tikus-tikus pendeteksi ranjau lainnya sangat penting dalam membantu masyarakat yang hidup dengan ancaman ini.
Ronin dan rekan-rekannya telah membuat perbedaan nyata bagi masyarakat yang terpengaruh oleh ranjau darat. Dengan keberhasilan Ronin yang telah menemukan lebih dari seratus ranjau, diharapkan bahwa upaya penanggulangan ranjau darat di Kamboja akan semakin meningkat. APOPO berharap Ronin akan terus bekerja selama dua tahun atau lebih lagi, memberikan kontribusi lebih lanjut dalam misi mulia ini.
Keberhasilan Ronin adalah bukti nyata dari efektivitas pelatihan penguatan positif dan kontribusi hewan dalam upaya penanggulangan ranjau darat. Kerja kerasnya dan dedikasinya telah membantu menyelamatkan banyak nyawa dan memberikan harapan bagi masyarakat yang hidup di daerah yang terancam ranjau darat.