Hasil Survei: Warga Arab Saudi Lebih Bela Hamas Ketimbang Israel, Ini Alasannya
Pandangan positif terhadap Hamas meningkat di kalangan warga Arab Saudi.
Survei Washington Institute yang dilakukan dari 14 November hingga 6 Desember 2023, memperlihatkan gambaran bagaimana sikap warga Arab Saudi terhadap perang Israel-Hamas.
Survei yang mengambil sampel representative nasional yang terdiri dari 1.000 warga Arab Saudi yang dipilih secara acak berdasarkan metode probabilitas geografis ini menunjukkan bahwa sebagian besar (91 persen) warga arab Saudi sepakat dengan pernyataan bahwa “meskipun terjadi kehancuran dan banyak korban jiwa perang di Gaza adalah sebuah kemenangan bagi Palestina, Arab, dan umat Islam.”
Mengenai peran Arab secara umum, hampir semua responden (96 persen) mendukung usulan bahwa “negara-negara Arab seharusnya segera memutuskan semua hubungan diplomatik, politik, ekonomi, atau bentuk hubungan lain dengan Israel, sebagai bentuk protes terhadap aksi militer Israel di Gaza.”
Tidak Percaya Hamas Melakukan Kejahatan Perang
Meskipun Hamas masih tidak populer di kalangan mayoritas warga Arab Saudi, hanya sedikit (16 persen) warganya yang berpendapat bahwa Hamas harus berhenti menghancurkan Israel dan mulai menerima solusi dua negara berdasarkan perbatasan tahun 1967.
Dilansir Washington Institute, mayoritas warga Arab Saudi juga tidak percaya bahwa serangan Hamas pada 7 Oktober sengaja menargetkan warga sipil Israel. Ketika ditanya apakah tindakan itu bertentangan dengan ajaran Islam, sebanyak 95 persen responden menyatakan bahwa Hamas tidak membunuh warga sipil. Pandangan ini juga umum di tujuh negara lain yang disurvei, serta didukung oleh survei warga Palestina dari PSR, yang menunjukkan sebagian besar tidak pernah melihat video yang menunjukkan kekejaman yang dilakukan Hamas.
Hanya 10 persen warga Palestina yang percaya bahwa Hamas melakukan kejahatan perang, dibanding dengan 95 persen yang menuduh Israel melakukan hal tersebut.
Israel Tidak Pernah Menarik Simpati
Meskipun masih banyak yang berpendapat negatif terhadap Hamas, perang Israel-Hamas telah mendorong peningkatan tajam dalam popularitas kelompok perlawanan Palestina itu di kalangan warga Arab Saudi.
Berbeda dengan Lebanon, Yordania, dan Mesir yang saat ini menunjukkan dukungan mayoritas terhadap Hamas, tingkat popularitas Hamas di Saudi masih lebih rendah dibandingkan setelah konflik 2014.
Di sisi lain, Israel memang tidak memiliki banyak simpati dari warga Arab Saudi sebelum perang. Kini, 87 persen menyetujui pernyataan “peristiwa 7 Oktober menunjukkan Israel sangat lemah dan terpecah, sehingga suatu saat bisa terkalahkan.”
Satu-satunya bidang yang sebelumnya menunjukkan sedikit dukungan adalah hubungan bisnis. Namun, perang ini membuat dukungan terhadap hubungan ekonomi dengan Israel anjlok. Dari 43 persen pada 2022 menjadi hanya 17 persen saat ini, meskipun masih lebih tinggi dibandingkan sebelum Kesepakatan Abraham.
Sebaliknya, dukungan terhadap inisiatif perdamaian Arab yang melibatkan Israel tetap kuat. Tiga dari empat warga Arab Saudi (75 persen) mendukung keterlibatan diplomatik Arab untuk mendorong kedua pihak bersikap lebih moderat.
Mayoritas warga juga tidak mendukung keterlibatan langsung, hasil survei menunjukkan 88 persen orang mengatakan “saat ini, reformasi politik dan ekonomi dalam negeri lebih penting dibanding isu kebijakan luar negeri, jadi sebaiknya kita tidak ikut campur dalam perang luar negeri.” Angka ini hampir sama dengan hasil survei pada akhir 2021.
Reporter Magang: Devina Faliza Rey