Gempa 6,1 Magnitudo Guncang Turki, 22 Orang Luka dan Bangunan Roboh
Bangunan yang runtuh tersebut telah mengalami kerusakan akibat gempa yang terjadi sebelumnya.
Wilayah barat Turki diguncang gempa pada hari Senin (28/10/2025). Hingga saat ini, pihak berwenang belum menerima laporan mengenai korban jiwa. Badan Manajemen Bencana dan Darurat (AFAD) menyebutkan bahwa gempa dengan magnitudo 6,1 tersebut berpusat di Kota Sindirgi, Provinsi Balikesir. Guncangan terjadi pada pukul 22.48 waktu setempat dengan kedalaman sekitar 5,99 kilometer. Informasi ini dilaporkan oleh Associated Press.
Setelah gempa utama, beberapa gempa susulan terjadi dan guncangan terasa hingga ke Istanbul serta provinsi-propinsi di sekitarnya seperti Bursa, Manisa, dan Izmir.
Menteri Dalam Negeri Turki, Ali Yerlikaya, melaporkan bahwa di Sindirgi, terdapat tiga bangunan kosong dan sebuah toko dua lantai yang roboh. Semua bangunan tersebut sebelumnya sudah mengalami kerusakan akibat gempa yang terjadi sebelumnya.
Gubernur Balikesir, Ismail Ustaoglu, menyampaikan bahwa 22 orang mengalami luka-luka akibat terjatuh saat panik, yang merupakan reaksi umum terhadap guncangan fisik dan tekanan psikologis saat gempa bumi.
"Hingga saat ini kami belum menemukan adanya korban jiwa, namun proses pendataan dan penilaian masih berlangsung," ungkap pejabat distrik Sindirgi, Dogukan Koyuncu, kepada kantor berita pemerintah Anadolu Agency.
Menurut laporan dari Haberturk, banyak warga yang memilih untuk tetap berada di luar rumah karena takut akan gempa susulan. Ketika hujan mulai turun, Ustaoglu menginformasikan bahwa masjid, sekolah, dan gedung olahraga dibuka untuk menampung warga yang ragu untuk kembali ke rumah.
Sebelumnya, Sindirgi juga mengalami gempa dengan magnitudo 6,1 pada bulan Agustus, yang mengakibatkan satu orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Sejak saat itu, wilayah sekitar Balikesir sering mengalami guncangan gempa berskala lebih kecil. Turki terletak di atas jalur patahan besar, yang membuatnya rentan terhadap gempa.
Pada tahun 2023, gempa dengan magnitudo 7,8 telah merenggut lebih dari 53.000 nyawa di Turki dan merusak ratusan ribu bangunan di sebelas provinsi di bagian selatan dan tenggara. Di wilayah utara negara tetangga, Suriah, sekitar 6.000 orang juga dilaporkan meninggal akibat bencana tersebut.