Warga Gaza membawa paket bantuan bahan makanan dari Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF), sebuah kelompok bantuan swasta yang didukung AS, di Jalur Gaza bagian tengah, Minggu (08/08/2025). (AFP/ Eyad Baba)
ADVERTISEMENT
Warga Gaza membawa paket bantuan bahan makanan dari Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF), sebuah kelompok bantuan swasta yang didukung AS, di Jalur Gaza bagian tengah, Palestina, Minggu (08/08/2025). Gaza Humanitarian Foundation, atau disingkat GHF, merupakan sebuah organisasi yang berpusat di Delaware, AS, dan baru didirikan pada Februari 2025 untuk mendistribusikan bantuan di Gaza. GHF disebut mendapatkan dukungan dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump, serta restu dari otoritas Israel pimpinan Netanyahu. Israel sendiri tidak mengizinkan badan PBB untuk mendistribusikan bantuan ke Palestina.
Badan PBB menyatakan, seluruh penduduk Gaza, lebih dari 2 juta orang, berisiko kelaparan, akibat blokade Israel. Pada 2 Maret, Israel memberlakukan kembali blokade total terhadap Gaza, mencegah semua makanan dan bantuan kemanusiaan masuk, yang menyebabkan kekurangan makanan dan obat-obatan yang
parah. AFP/ Eyad Baba
Warga Gaza membawa paket bantuan bahan makanan dari Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF), sebuah kelompok bantuan swasta yang didukung AS, di Jalur Gaza bagian tengah, Minggu (08/08/2025). AFP/ Eyad BabaWarga Gaza membawa paket bantuan bahan makanan dari Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF), sebuah kelompok bantuan swasta yang didukung AS, di Jalur Gaza bagian tengah, Minggu (08/08/2025). AFP/ Eyad BabaWarga Gaza membawa paket bantuan bahan makanan dari Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF), sebuah kelompok bantuan swasta yang didukung AS, di Jalur Gaza bagian tengah, Minggu (08/08/2025). AFP/ Eyad BabaWarga Gaza membawa paket bantuan bahan makanan dari Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF), sebuah kelompok bantuan swasta yang didukung AS, di Jalur Gaza bagian tengah, Minggu (08/08/2025). AFP/ Eyad BabaWarga Gaza membawa paket bantuan bahan makanan dari Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF), sebuah kelompok bantuan swasta yang didukung AS, di Jalur Gaza bagian tengah, Minggu (08/08/2025). AFP/ Eyad BabaWarga Gaza membawa paket bantuan bahan makanan dari Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF), sebuah kelompok bantuan swasta yang didukung AS, di Jalur Gaza bagian tengah, Minggu (08/08/2025). AFP/ Eyad BabaWarga Gaza membawa paket bantuan bahan makanan dari Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF), sebuah kelompok bantuan swasta yang didukung AS, di Jalur Gaza bagian tengah, Minggu (08/08/2025). AFP/ Eyad BabaWarga Gaza membawa paket bantuan bahan makanan dari Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF), sebuah kelompok bantuan swasta yang didukung AS, di Jalur Gaza bagian tengah, Minggu (08/08/2025). AFP/ Eyad BabaWarga Gaza membawa paket bantuan bahan makanan dari Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF), sebuah kelompok bantuan swasta yang didukung AS, di Jalur Gaza bagian tengah, Minggu (08/08/2025). AFP/ Eyad Baba
Hampir tidak ada yang berubah di Gaza meski perjanjian "gencatan senjata" antara Hamas dan Israel yang ditengahi Trump dan mulai berlaku pada Oktober tahun lalu
Warga Palestina terlihat membawa sekantong tepung bahan makanan di luar gudang Program Pangan Dunia (WFP) PBB di Jalan Al-Jalaa, Kota Gaza, Sabtu (12/07/2025).
Lebih dari dua juta warga Palestina di Jalur Gaza kini menghadapi kondisi kelaparan ekstrem, setelah lebih dari 20 bulan perang antara Israek dan Hamas.
Menanam cabai rawit di kebun gantung agar cepat berbuah ternyata cukup sederhana. Tips untuk memastikan cabai tumbuh subur, lebat, dan siap panen dengan cepat.
Kuba menghadapi krisis energi serius setelah pemerintah mengakui negara itu kehabisan solar dan bahan bakar minyak di tengah tekanan sanksi Amerika Serikat.