Video Ladang Pembantaian Warga Gaza, Sudah 130 Orang Tewas di Lokasi Bantuan Kemanusiaan Bikinan Israel-AS

Pembantaian itu terjadi di tengah apa yang disebut pejabat PBB sebagai krisis kelaparan terburuk di planet ini.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Video Ladang Pembantaian Warga Gaza, Sudah 130 Orang Tewas di Lokasi Bantuan Kemanusiaan Bikinan Israel-AS
Warga Gaza membawa paket bantuan bahan makanan dari Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF), sebuah kelompok bantuan swasta yang didukung AS, di Jalur Gaza bagian tengah, Minggu (08/08/2025). (AFP/ Eyad Baba)

Kantor Media Pemerintah Gaza kemarin mengatakan lebih dari 130 warga Palestina telah tewas dan sekitar 1.000 lainnya terluka di lokasi distribusi bantuan Gaza Humanitarian Foundation (GHF) bentukan Israel – Amerika Serikat (AS), sejak inisiatif tersebut dimulai pada akhir Mei.

"GHF tidak lebih dari sekedar alat propaganda tentara penjajah Israel yang dipimpin oleh perwira Amerika dan Israel, serta relawan dari luar Jalur Gaza, dengan pendanaan langsung dari AS dan koordinasi operasional bersama militer Israel,” kata Kantor Media Gaza, seperti dilansir The Cradle, Senin (9/6).

Pernyataan itu juga menegaskan bahwa GHF tidak pernah berpihak kepada kemanusiaan. Sebaliknya, mereka membuatnya sebagai alat penindasan, kelaparan, dan pembunuhan terhadap warga sipil.

130 orang tewas dalam dua pekan

“Fakta yang diketahui semua orang adalah bahwa Israel menjadi satu-satunya pihak yang selama hampir 100 hari berturut-turut menghalangi masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza,” lanjut pernyataan tersebut.

Mereka juga mengatakan bahwa bukti yang ada di lapangan menunjukkan GHF melalui tim-tim yang disponsori oleh pasukan penjajah, telah menyebabkan kematian lebih dari 130 warga sipil hanya dalam dua pekan.

“Korban yang tewas akibat tembakan langsung saat tengah mencoba mengakses paket bantuan pangan.”

Kantor Media Gaza menambahkan, sembilan orang masih hilang setelah “dijebak oleh GHF ke wilayah yang dikendalikan secara militer oleh tentara penjajah.”

Gunakan Semprotan Merica

Di Tal al-Sultan dan Rafah, tentara Israel melepaskan tembakan kepada penduduk sipil yang telah berkumpul lebih awal, satu jam sebelum GHF mengumumkan distribusi dibuka pada pukul 12 siang.

Di lokasi Netzarim yang sama, kontraktor swasta asal AS dilaporkan menyemprot warga sipil dengan semprotan merica. Pasukan Israel kemudian melepaskan tembakan dan menewaskan satu orang.

Perancang dan pengelola GHF, yakni Boston Consulting Group (BCG) dikabarkan mundur dari proyek tersebut pada awal Juni. Meski GHF mengklaim peran BCG bersifat relawan, namun sumber Washington Post mengungkap bahwa perusahaan itu menagih biaya lebih dari USD 1 juta (Rp 16 miliar) per bulan kepada Israel.

Sementara itu, Reuters melaporkan, Washington berencana mengalokasikan dana sebesar USD 500 juta (Rp 8,1 triliun) kepada GHF melalui USAID atas permintaan Israel. Namun rencana ini mendapat penolakan internal dari sejumlah pejabat AS terkait kapasitas GHF serta keterkaitannya dengan sedikitnya 118 kematian di lokasi distribusi.

Pejabat Palestina menyerukan agar PBB kembali memegang kendali penuh atas distribusi bantuan. Menurutnya, PBB memiliki kapasitas, efisiensi, dan berlandaskan prinsip-prinsip kemanusiaan yang diakui secara internasional.

Reporter Magang: Devina Faliza Rey

Rekomendasi