Ribuan buruh dari berbagai serikat pekerja menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional 2025 yang dipusatkan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Kamis (1/5/2025). Mengusung tema “Merajut Kebersamaan untuk Peningkatan Kesejahteraan Pekerja dan Produktivitas Nasional,” peringatan May Day tahun ini menjadi ajang konsolidasi sekaligus penyampaian aspirasi buruh secara damai dan konstruktif.
Hari Buruh Internasional, yang diperingati setiap 1 Mei, merupakan momentum penting bagi pekerja di seluruh dunia untuk menyuarakan tuntutan atas hak-hak normatif, jaminan perlindungan kerja, serta peningkatan kesejahteraan yang berkeadilan.
Selain sebagai wadah perjuangan, Hari Buruh juga menjadi bentuk penghormatan terhadap sejarah panjang perjuangan kelas pekerja dalam memperjuangkan keadilan sosial dan hak-hak dasar ketenagakerjaan.
Secara historis, peringatan Hari Buruh bermula dari gerakan buruh di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19. Pada saat itu, para pekerja menuntut pengurangan jam kerja menjadi delapan jam sehari tanpa pemotongan upah. Gelombang perjuangan tersebut kemudian meluas secara global, hingga pada tahun 1889, Kongres Buruh Internasional di Paris menetapkan 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional.
Peringatan Hari Buruh Internasional 2025 menegaskan kembali pentingnya sinergi antara pemerintah, pekerja, dan pelaku usaha dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif, produktif, dan sejahtera.
Hari Buruh pada 1 Mei merupakan peringatan yang dirayakan di seluruh dunia untuk menghormati perjuangan dan kontribusi para pekerja dalam mencapai hak-haknya.
Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan perjuangan tokoh buruh tersebut, sekaligus mengedukasi generasi muda tentang nilai keadilan.
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mencatat peningkatan signifikan volume kendaraan di Gerbang Tol (GT) Jasamarga Cikampek Utama selama libur panjang Hari Buruh Internasional.