FOTO: Operasi Polisi Paling Mematikan Brasil, 64 Tewas dalam Perang Melawan Geng Narkoba
Polisi melakukan operasi penggerebekan terhadap terhadap geng Comando Vermelho di favela Complexo da Penha, Rio de Janeiro, Brasil, Selasa (28/10/2025).
Warga menyaksikan jenazah korban penggerebekan polisi terhadap geng Comando Vermelho di favela Complexo da Penha, Rio de Janeiro, Brasil, Rabu (29/10/2025). (AP/Silvia Izquierdo)
ADVERTISEMENT
Rio de Janeiro diguncang oleh operasi penegakan hukum paling mematikan dalam sejarahnya, Sedikitnya 64 orang tewas, termasuk empat petugas polisi, dalam penggerebekan besar-besaran hari Selasa (28/10/2025) di kawasan utara kota.
Gubernur Claudio Castro mengumumkan bahwa 60 tersangka kriminal telah “dinetralkan” sebagai bagian dari Operasi Penahanan, yang melibatkan lebih dari 2.500 petugas, kendaraan lapis baja, dan helikopter. Tujuan utama dari serangan ini—yang berfokus di kompleks favela Alemao dan Penha—adalah untuk melawan geng narkoba dan kejahatan terorganisasi. Target spesifiknya adalah Comando Vermelho (Komando Merah), organisasi kriminal tertua di negara bagian tersebut.
Organisasi Comando Vermelho diketahui sedang memperluas wilayah kekuasaannya. Dalam setahun terakhir, faksi ini meningkatkan wilayahnya sebesar 8,4% dan kini menguasai lebih dari separuh wilayah yang dikuasai kelompok bersenjata di Wilayah Metropolitan Rio. Operasi berdarah ini menunjukkan tekad pemerintah untuk menghentikan ekspansi mereka.
Polisi melakukan operasi penggerebekan terhadap terhadap geng Comando Vermelho di favela Complexo da Penha, Rio de Janeiro, Brasil, Selasa (28/10/2025). AP/Silvia IzquierdoPolisi melakukan operasi penggerebekan terhadap terhadap geng Comando Vermelho di favela Complexo da Penha, Rio de Janeiro, Brasil, Selasa (28/10/2025). AP/Silvia IzquierdoPolisi melakukan operasi penggerebekan terhadap terhadap geng Comando Vermelho di favela Complexo da Penha, Rio de Janeiro, Brasil, Selasa (28/10/2025). AP/Silvia IzquierdoWarga menyaksikan jenazah korban penggerebekan polisi terhadap geng Comando Vermelho di favela Complexo da Penha, Rio de Janeiro, Brasil, Rabu (29/10/2025). AP/Silvia IzquierdoWarga menyaksikan jenazah korban penggerebekan polisi terhadap geng Comando Vermelho di favela Complexo da Penha, Rio de Janeiro, Brasil, Rabu (29/10/2025). AP/Silvia IzquierdoWarga menyaksikan jenazah korban penggerebekan polisi terhadap geng Comando Vermelho di favela Complexo da Penha, Rio de Janeiro, Brasil, Rabu (29/10/2025). AP/Silvia IzquierdoWarga menyaksikan jenazah korban penggerebekan polisi terhadap geng Comando Vermelho di favela Complexo da Penha, Rio de Janeiro, Brasil, Rabu (29/10/2025). AP/Silvia IzquierdoAnggota keluarga menangis di atas jenasah korban operasi penggerebekan polisi terhadap terhadap geng Comando Vermelho di favela Complexo da Penha, Rio de Janeiro, Brasil, Selasa (28/10/2025). AP/Silvia IzquierdoAnggota keluarga menangis di dekat enasah korban operasi penggerebekan polisi terhadap terhadap geng Comando Vermelho di favela Complexo da Penha, Rio de Janeiro, Brasil, Selasa (28/10/2025). AP/Silvia Izquierdo
Dua kelompok narkoba yang terkenal berhasil dibongkar sepenuhnya. Liputan6.com merangkum perjalanan dan aksi kedua geng narkoba yang paling dicari ini.
Polrestabes Medan berhasil mengungkap kasus narkoba besar, membekuk 34 tersangka dari 24 kasus dalam 72 hari operasi intensif, sekaligus mengungkap modus baru sindikat narkoba yang canggih.
Polres Serang Tangkap Narkoba dengan meringkus 17 tersangka pengedar dan bandar dalam dua bulan terakhir, menyita ratusan gram sabu, ganja, ekstasi, dan ribuan butir obat keras.
Polisi menyita sejumlah barang bukti antara lain 1,12 ton ganja, lebih dari 1 ton sabu, 2,5 kg kokain, hingga ratusan ribu butir ekstasi dan obat terlarang.