FOTO: Ngerinya Kapal Perang Terbaru Korea Utara, Dibekali Sistem Senjata Nukli Canggih
Kim Jong-un menyebut kapal tersebut sebagai inti dari kekuatan pertahanan nasional serta komponen strategis dalam sistem pencegahan perang nuklir.
Korea Utara menggelar uji coba penembakan sistem senjata dari kapal perusak terbaru mereka, Choe Hyon, selama dua hari berturut-turut pada 28–29 April 2025 di perairan lepas pantai yang dirahasiakan. Uji coba ini disaksikan langsung oleh Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, yang kemudian memerintahkan percepatan persenjataan kapal-kapal Angkatan Laut dengan sistem senjata nuklir, sebagaimana dilaporkan media pemerintah pada Rabu (30/4/2025).
Choe Hyon memiliki bobot sekitar 5.000 ton, menjadikannya kapal perang terbesar yang pernah dibangun oleh Korea Utara. Kapal ini dirancang untuk menghadapi berbagai tantangan di medan perang modern dengan sistem persenjataan canggih.
Kim Jong-un menyebut kapal tersebut sebagai inti dari kekuatan pertahanan nasional serta komponen strategis dalam sistem pencegahan perang nuklir.
Di sisi lain, peluncuran kapal perang ini memicu kekhawatiran di kalangan negara-negara tetangga dan negara-negara Barat. Langkah ini dinilai sebagai sinyal bahwa Korea Utara terus mengembangkan kekuatan militernya dan menegaskan posisinya di panggung internasional, di tengah ketegangan geopolitik yang masih tinggi di kawasan.
Spesifikasi dan Persenjataan Kapal Perusak Choe Hyon
Choe Hyon dilengkapi dengan berbagai sistem senjata dan teknologi pertahanan mutakhir, menjadikannya salah satu aset militer paling signifikan dalam armada laut Korea Utara. Beberapa fitur utama kapal ini meliputi:
- Bobot: Sekitar 5.000 ton, menjadikannya kapal perang terbesar yang dibangun oleh Korea Utara.
- Meriam Utama: Meriam laut kaliber 127mm yang dipasang di haluan kapal untuk menghadapi ancaman permukaan.
- Sistem Pertahanan Udara: Mengadopsi sistem pertahanan udara jarak dekat (CIWS) mirip Pantsir-ME buatan Rusia.
- Meriam Pendukung: Sepasang meriam AK-630 kaliber 30mm sebagai sistem pertahanan tambahan terhadap ancaman udara dan rudal.
- Peluncur Vertikal (VLS): Kapal ini dilengkapi dengan sistem peluncur vertikal yang mampu membawa berbagai jenis rudal, termasuk rudal jelajah dan balistik.
- Kapasitas VLS: Beberapa laporan menyebutkan Choe Hyon memiliki hingga 74 sel peluncur dalam berbagai ukuran, menunjukkan kapabilitasnya untuk membawa rudal serangan darat dan anti-kapal dalam jumlah besar.
Langkah Korea Utara ini dinilai sebagai bagian dari strategi militer jangka panjang yang mengandalkan pengembangan kekuatan laut berbasis rudal, sekaligus meningkatkan kemampuan pencegahan strategis di tengah lanskap keamanan regional yang terus berubah.