Foto yang dirilis kantor berita KCNA memperlihatkan suasana upacara pengerahan 250 peluncur rudal balistik di Pyongyang, Korea Utara. Ratusan peluncur rudal maut tersebut dikerahkan Kim Jong-un ke unit-unit militer di garis perbatasan Korea Utara. Foto: KCNA/AFP
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9270866/original/004666000_1783169799-1722938560261-9f70v.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9270867/original/019787600_1783169799-1722938871707-2mk7v.jpg)
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un memimpin langsung upacara penyerahan sistem persenjataan tersebut hari Minggu. Foto: KCNA/AFP
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9270868/original/051422600_1783169799-1722939338444-p952o.jpg)
Dalam upacara yang ditandai dengan pesta kembang api besar-besaran, Kim menyebut peluncur rudal baru tersebut sebagai “senjata serangan taktis terkini” yang ia “rancang sendiri”. Demikian laporan KCNA sebagaimana dikutip kantor berita The Independent, Senin (5/8). Foto: KCNA/AFP
Advertisement
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9270869/original/012365900_1783169800-1722939428089-7ojr3.jpg)
Sementara, pengerahan ratusan rudal maut Korea Utara ini dianggap sebagai ancaman oleh Korea Selatan. Foto: KCNA/AFP
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9270870/original/031923500_1783169800-1722939553584-cy61m.jpg)
"Kami yakin (peluncur rudal) itu dimaksudkan untuk digunakan dalam berbagai cara, seperti menyerang atau mengancam Korea Selatan," kata Lee Sung-joon, juru bicara Kepala Staf Gabungan Korea Selatan, dikutip Reuters (5/8). Foto: KCNA/AFP
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9270871/original/049556900_1783169800-1722939610565-6pnzt.jpg)
Seorang juru bicara kementerian unifikasi Seoul yang menangani urusan antar-Korea mengatakan program nuklir dan rudal ilegal Korea Utara merupakan ancaman utama bagi perdamaian dan stabilitas di semenanjung Korea. Foto: KCNA/AFP
Advertisement
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9270872/original/071141400_1783169800-1722939663165-6ke4v.jpg)
Foto yang dirilis kantor berita KCNA memperlihatkan barisan 250 peluncur rudal balistik yang dikerahkan ke unit-unit militer Korea Utara di garis terdepan. Foto: KCNA/AFP
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9270865/original/032843500_1783169798-1722939797763-fmif6l.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3681895/original/000076600_1639442374-chris-leipelt-6w_dYdazo20-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1517123/original/043413000_1487843957-NASA-Temukan-Planet-Mirip-Bumi-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9328469/original/086376100_1787196258-eb3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2773766/original/082097700_1554796758-20190409-Saat-Warga-Yahudi-Ortodoks-Beri-Suara-dalam-Pemilu-Israel2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7163197/original/084889000_1779952982-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9385054/original/048696800_1793231294-kereta.jpg)