Foto yang dirilis kantor berita KCNA memperlihatkan suasana upacara pengerahan 250 peluncur rudal balistik di Pyongyang, Korea Utara. Ratusan peluncur rudal maut tersebut dikerahkan Kim Jong-un ke unit-unit militer di garis perbatasan Korea Utara. Foto: KCNA/AFP
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un memimpin langsung upacara penyerahan sistem persenjataan tersebut hari Minggu. Foto: KCNA/AFP
Dalam upacara yang ditandai dengan pesta kembang api besar-besaran, Kim menyebut peluncur rudal baru tersebut sebagai “senjata serangan taktis terkini” yang ia “rancang sendiri”. Demikian laporan KCNA sebagaimana dikutip kantor berita The Independent, Senin (5/8). Foto: KCNA/AFP
Advertisement
Sementara, pengerahan ratusan rudal maut Korea Utara ini dianggap sebagai ancaman oleh Korea Selatan. Foto: KCNA/AFP
"Kami yakin (peluncur rudal) itu dimaksudkan untuk digunakan dalam berbagai cara, seperti menyerang atau mengancam Korea Selatan," kata Lee Sung-joon, juru bicara Kepala Staf Gabungan Korea Selatan, dikutip Reuters (5/8). Foto: KCNA/AFP
Seorang juru bicara kementerian unifikasi Seoul yang menangani urusan antar-Korea mengatakan program nuklir dan rudal ilegal Korea Utara merupakan ancaman utama bagi perdamaian dan stabilitas di semenanjung Korea. Foto: KCNA/AFP
Advertisement
Foto yang dirilis kantor berita KCNA memperlihatkan barisan 250 peluncur rudal balistik yang dikerahkan ke unit-unit militer Korea Utara di garis terdepan. Foto: KCNA/AFP