Warga membawa jenazah korban banjir bandang setelah salat jenazah di sebuah desa dekat Pir Baba, distrik Buner, di barat laut Pakistan, Sabtu (16/08/2025). (AP/Muhammad Sajjad)
ADVERTISEMENT
Tim penyelamat di Pakistan utara mengevakuasi puluhan jenazah dari rumah-rumah yang hancur akibat banjir bandang dan tanah longsor. Dalam dua hari terakhir, sedikitnya 321 orang dilaporkan tewas, menurut keterangan otoritas bencana setempat. Ratusan petugas masih dikerahkan untuk mencari korban selamat di Distrik Buner, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, setelah hujan deras pada Jumat (15/8) memicu banjir besar yang menghanyutkan puluhan rumah.
Otoritas Manajemen Bencana Provinsi melaporkan bahwa dua desa yakni Pir Baba dan Malik Pura menjadi wilayah dengan korban terbanyak.Di Rumah Sakit Pemerintah Buner, Dr. Mohammad Tariq mengungkapkan banyak korban meninggal sebelum sempat mendapat perawatan medis. “Sebagian besar korban adalah anak-anak dan laki-laki. Sementara itu, banyak perempuan selamat karena sedang berada di perbukitan untuk mengumpulkan kayu bakar atau menggembalakan ternak,” jelasnya, seperti dikutip Al Jazeera.
Sejak awal Juni, curah hujan di atas rata-rata yang dikaitkan dengan perubahan iklim telah menyebabkan banjir dan tanah longsor mematikan di Pakistan, dengan total korban mencapai 541 jiwa, menurut Otoritas Manajemen Bencana Nasional. Para ahli mencatat, hujan ekstrem semakin sering terjadi di wilayah Himalaya India dan Pakistan utara, dengan perubahan iklim sebagai faktor utama yang memperburuk bencana.
Petugas penyelamat mengangkut jenazah korban banjir bandang yang terjadi pada hari Jumat (15/08) setelah menemukannya di antara reruntuhan rumah yang rusak di Desa Qadir Nagar, Distrik Buner, Pakistan barat laut, Sabtu (16/08/2025). AP/Muhammad SajjadAlat berat dikerahkan untuk mencari jenazah korban banjir bandang yang terjadi pada hari Jumat (15/08) dari reruntuhan rumah yang rusak di Desa Qadir Nagar dekat Pir Baba, Distrik Buner, Pakistan barat laut, Sabtu (16/08/2025). AP/Muhammad SajjadPetugas penyelamat mengangkut jenazah korban banjir bandang yang terjadi pada hari Jumat (15/08) setelah menemukannya di antara reruntuhan rumah yang rusak di Desa Qadir Nagar, Distrik Buner, Pakistan barat laut, Sabtu (16/08/2025). AP/Muhammad SajjadWarga berjalan melewati toko-toko yang rusak akibat banjir bandang di pinggiran Pir Baba, distrik Buner, di barat laut Pakistan, Sabtu (16/08/2025). AP/Muhammad SajjadWarga melihat mobil yang terjebak lumpur di pinggiran Pir Baba, distrik Buner, di barat laut Pakistan, Sabtu (16/08/2025). AP/Muhammad SajjadWarga menghadiri salat jenazah untuk korban banjir bandang di sebuah desa dekat Pir Baba, distrik Buner, di barat laut Pakistan, Sabtu (16/08/2025). AP/Muhammad SajjadWarga membawa jenazah korban banjir bandang setelah salat jenazah di sebuah desa dekat Pir Baba, distrik Buner, di barat laut Pakistan, Sabtu (16/08/2025). AP/Muhammad SajjadWarga membawa jenazah korban banjir bandang setelah salat jenazah di sebuah desa dekat Pir Baba, distrik Buner, di barat laut Pakistan, Sabtu (16/08/2025). AP/Muhammad SajjadSeorang anak laki-laki duduk di depan toko-toko yang rusak akibat banjir bandang di pinggiran Pir Baba, distrik Buner, di barat laut Pakistan, Sabtu (16/08/2025 AP/Muhammad Sajjad
Banjir Afghanistan telah merenggut nyawa lebih dari 40 orang dalam sepekan terakhir. Bencana ini juga menyebabkan kerusakan parah pada ratusan rumah dan lahan pertanian, menimbulkan kerugian besar di berbagai provinsi.
Tragedi Banjir Bali menelan 14 korban jiwa dan ratusan warga terpaksa mengungsi. Simak data terkini dari BNPB mengenai dampak dan upaya penanganan bencana alam ini di Pulau Dewata.
Empat orang dilaporkan tewas dan sedikitnya 100 lainnya hilang setelah hujan lebat mengguyur distrik Uttarkashi, Uttarakhand, India, pada Selasa (05/08/2025).