Bertahun-Tahun Dipakai Warga untuk Kandang, Arkeolog Ungkap Tempat Ini Ternyata Pemandian Romawi Kuno
Pemandian ini ditemukan di kota kuno Herakleia di Turki.
Arkeolog di Turki menemukan pemandian dan mosaik Romawi saat melakukan penggalian di kota kuno Herakleia di distrik Milas, Mugla. Mosaik tersebut merupakan lantai pemandian dengan gambar binatang seperti buaya, lumba-lumba, flamingo, dan belut. Tempat tersebut dulu digunakan penduduk desa sebagai kandang.
“Pemandian era Romawi adalah bangunan yang paling terpelihara di wilayah tersebut. Kami menggali timbunan sepanjang 2 meter dan menemukan kamar mandi, mengidentifikasi fungsi dan tahapan penggunaannya. Ini mengandung data arkeologi penting,” jelas ketua tim penggalian, Profesor Zeliha Gider Büyüközer, Profesor Arkeologi di Universitas Selçuk, dikutip dari Arkeonews, Senin (6/1).
Salah satu desain mosaik yang paling menakjubkan yang ditemukan di pemandian tersebut adalah mosaik yang bergambar enam ekor buaya yang saling memandang satu sama lain. Banyak yang menduga kawasan tersebut dulunya merupakan rumah bagi buaya. Namun karena buaya bukan hewan asli wilayah ini, kemungkinan besar seniman mosaik yang pernah melihat buaya secara langsung menggambarkannya dengan cermat dan teliti.
“Ini menunjukkan sang seniman mungkin adalah seorang seniman keliling, mungkin pernah bekerja di daerah yang pernah dihuni buaya,” jelas Büyüközer.
Pada bagian tepidarium (penghangat) pemandian, ditemukan flamingo di antara empat figur lumba-lumba yang ditempatkan di sudut dan figur belut yang diukir dengan batu merah di mulut flamingo.
“Flamingo adalah burung yang masih ditemukan di wilayah ini hingga saat ini. Sang seniman menggambarkan hewan-hewan yang ia amati di geografi ini, menjadikan mosaik tersebut mencerminkan lingkungan setempat,” kata Buyukozer.
Pemandian Romawi digunakan untuk berbagai keperluan oleh penduduk desa setempat selama bertahun-tahun.
“Pada suatu waktu, pemandian itu digunakan sebagai kandang. Pemilik saat ini memberi tahu kami bahwa mereka telah mengikat hewan mereka di sini. Area di sebelah pemandian masih digunakan sebagai kandang,” pungkas Buyukozer.