Bangunan Berusia 4.000 Tahun Ini Dibangun Kawanan Serangga, Bisa Terlihat dari Luar Angkasa
Bangunan raksasa ini seluas 229.000 kilometer persegi, dibangun selama bertahun-tahun.
Sebuah struktur raksasa di gurun timur laut Brasil telah memukau para ilmuwan. Struktur ini, yang terlihat dari luar angkasa dan membentang seluas sekitar 229.000 kilometer persegi (hampir seukuran Inggris Raya), yang berusia 4.000 tahun ternyata dibangun jutaan ekor serangga Syntermes dirus. Kawanan serangga tersebut membuat bangunan ini selama bertahun-tahun, bahkan berabad-abad.
Para peneliti telah mengungkap struktur tersebut terbentuk dari lebih dari 2,4 mil kubik tanah yang didorong ke permukaan oleh koloni rayap atau serangga raksasa. Proses ini menghasilkan sekitar 200 juta gundukan, membentuk pola yang unik dan terlihat jelas dari citra satelit.
Bangunan ini ditemukan para ilmuwan dari Universitas Salford dan Universidade Estadualde Feirade Santana (UEFS) menggunakan drone dan survei darat, seperti dikutip dari laman Earth.com, Rabu (7/5).
Saat Syntermes dirus mencari makan, mereka membuat terowongan tepat di bawah permukaan, mendorong sisa makanan ke atas melalui poros sementara. Setiap poros menjadi kerucut setinggi sekitar 2,4 meter dan lebar 90 meter; seiring waktu kerucut tersebut mengeras menjadi penanda permanen.
Untuk mengetahui kapan tumpukan pertama muncul, para peneliti mengebor inti dari pusat gundukan dan menentukan umur butiran mineral dengan pendaran cahaya yang distimulasi secara optik. Beberapa kerucut terbentuk 3.820 tahun yang lalu; yang lain berusia 'muda' hingga 690 tahun. Itu menjadikannya salah satu struktur rayap tertua di Bumi. Setiap kerucut gundukan rayap menampung sekitar 65 kubik tanah liat padat.
Hasil temuan para ilmuwan ini diterbitkan dalam jurnal Current Biology.