Menggali di Ladang, 50 Relawan Temukan Bangunan Kayu Bangsa Viking Berusia 1.000 Tahun

Temuan ini merupakan struktur bangunan kayu terbesar dari zaman Viking.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Menggali di Ladang, 50 Relawan Temukan Bangunan Kayu Bangsa Viking Berusia 1.000 Tahun
Menggali di Ladang, 50 Relawan Temukan Bangunan Kayu Bangsa Viking Berusia 1.000 Tahun (Merdeka.com)

Di Silloth, Cumbria, Inggris, sebuah penemuan arkeologi yang menakjubkan terjadi ketika lima puluh relawan menggali lahan pertanian dan menemukan struktur bangunan dari zaman Viking akhir. Penemuan ini menjadi salah satu yang paling signifikan di Inggris, karena struktur tersebut diperkirakan merupakan aula besar yang berasal dari tahun 990 hingga 1040 Masehi.

Struktur kayu yang ditemukan ini adalah yang terbesar dari era Viking yang pernah ada di Inggris. Selain aula utama, para relawan juga menemukan bukti adanya lubang pembakaran arang dan pengering jagung yang mendukung perkiraan usia bangunan.

Temuan ini memberikan gambaran yang lebih jelas tentang kehidupan masyarakat Viking di wilayah tersebut, serta aktivitas pertanian yang mereka lakukan, seperti dikutip dari Popular Mechanics, Kamis (27/2).

Menurut para arkeolog, struktur ini diyakini merupakan pusat dari sebuah pertanian manor pada abad pertengahan awal, yang mirip dengan pertanian Viking kelas atas yang terdapat di Denmark. Penemuan ini sangat penting, mengingat sedikitnya temuan arkeologi dari periode Viking di Cumbria, dan memberikan wawasan berharga tentang struktur sosial dan aktivitas pertanian di kawasan tersebut.

Penemuan struktur Viking di Silloth merupakan sebuah langkah maju dalam pemahaman kita tentang sejarah Viking di Inggris. Dengan sedikitnya data arkeologi dari periode tersebut di Cumbria, penemuan ini memberikan informasi yang sangat diperlukan untuk mengisi kekosongan dalam catatan sejarah.

Penemuan ini juga menunjukkan wilayah Cumbria memiliki hubungan yang lebih erat dengan budaya Viking daripada yang selama ini diperkirakan. Selain itu, struktur ini dapat memberikan wawasan tentang bagaimana masyarakat Viking menjalani kehidupan sehari-hari mereka, termasuk cara mereka bertani dan berinteraksi satu sama lain.

Dengan adanya bukti lubang pembakaran arang dan pengering jagung, para arkeolog dapat menyusun gambaran yang lebih lengkap tentang kegiatan pertanian dan ekonomi yang berlangsung di wilayah tersebut pada masa lalu.

Penggalian yang dilakukan kelompok relawan arkeologi ini menunjukkan betapa pentingnya kontribusi masyarakat dalam pengungkapan sejarah lokal. Mereka tidak hanya membantu dalam penggalian, tetapi juga berperan dalam pelestarian warisan budaya yang ada. Relawan yang terlibat dalam penggalian ini berasal dari berbagai latar belakang dan usia, menunjukkan bahwa minat terhadap sejarah dan arkeologi dapat menjangkau semua kalangan.

Rekomendasi