Bahasa Inggris Putin Jadi Sorotan Setelah Bertemu Trump di Alaska
Apakah Putin mampu berbicara dalam bahasa Inggris? Mari kita lihat pendapat dari berbagai sumber mengenai hal ini.
Pada beberapa kesempatan, Presiden Donald Trump dan Presiden Vladimir Putin terlibat dalam percakapan tanpa bantuan penerjemah di Joint Base Elmendorf-Richardson, Anchorage, Alaska, Amerika Serikat (AS), pada hari Jumat, 15 Agustus 2025. Pertemuan ini memicu diskusi mengenai kemampuan bahasa Inggris Putin. Keduanya tampak akrab dan santai, seperti dua sahabat lama, di karpet merah yang disiapkan oleh Trump untuk menyambut pemimpin Rusia itu, sebelum melanjutkan pembicaraan di kursi belakang "The Beast", limusin lapis baja milik Kepresidenan AS.
Perjalanan dengan "The Beast" memberikan momen privat bagi Trump dan Putin, terpisah dari pengemudi dan pengawal. Meskipun dunia mungkin tidak akan pernah mengetahui isi percakapan mereka, banyak analis dan komentator berpendapat bahwa Putin sebenarnya memiliki kemampuan bahasa Inggris yang cukup baik. Saat seorang jurnalis meneriakkan pertanyaan kepada Putin, salah satunya adalah, "Apakah Anda akan berhenti membunuh warga sipil?", Putin hanya menunjuk telinganya dan mengangkat bahu, seolah-olah ingin menyampaikan bahwa dia tidak memahami pertanyaan tersebut atau tidak mendengarnya.
Dmitry Peskov, juru bicara Presiden Rusia, pernah mengungkapkan pada tahun 2021 bahwa Vladimir Putin, yang juga mahir berbahasa Jerman, memiliki kemampuan berbicara bahasa Inggris yang cukup baik. Ia bahkan kadang-kadang mampu mengoreksi penerjemahnya.
Mantan Duta Besar Amerika Serikat untuk Rusia, John Sullivan, menyatakan, "Bahasa Inggris Putin jauh lebih bagus daripada yang dia perlihatkan," dalam wawancaranya dengan CBS. Meskipun Putin tidak sefasih dalam bahasa Inggris dibandingkan dengan bahasa Jerman, ia dapat berkomunikasi dengan kanselir Jerman dengan lancar, menggunakan bahasa Jerman yang hampir sempurna. John Sullivan juga menambahkan bahwa meskipun kemampuan bahasa Inggrisnya tidak sebaik bahasa Jerman, ia bisa berbincang dengan Presiden Trump dalam bahasa Inggris dengan pemahaman yang cukup baik.
Namun, beberapa pengkritik Putin mengekspresikan kekhawatiran ketika dia dan Trump mengadakan percakapan pribadi di dalam mobil "The Beast". Julie Roginsky, seorang komentator politik dari Partai Demokrat, berkomentar di platform media sosial X, "Saya sangat yakin bahwa apa pun yang dibicarakan Trump dan Putin (yang memiliki kemampuan bahasa Inggris yang cukup baik) secara pribadi di dalam 'The Beast' selama beberapa menit tanpa saksi, itulah alasan sebenarnya dari keseluruhan pertemuan mendadak ini."
Ia juga menambahkan, "Dan saya tidak begitu yakin bahwa itu hanya soal Ukraina." Hal ini menunjukkan bahwa ada lebih banyak yang terjadi di balik layar dalam interaksi antara kedua pemimpin tersebut.
Rusia berhasil mengalahkan Amerika Serikat
The Lincoln Project, sebuah organisasi yang menentang Trump, menyoroti kemampuan bahasa Inggris Vladimir Putin melalui sebuah unggahan di X. Dalam cuplikan tersebut, seorang reporter menanyakan kepada Putin apakah dia akan berhenti membunuh warga sipil di Ukraina, namun Putin hanya mengetuk telinganya dan tidak memberikan jawaban.
"Putin sebenarnya bisa bahasa Inggris," ungkap akun tersebut. Senator Kanada, Charles Adler, juga membagikan klip yang sama sambil menyindir Trump dengan mengatakan, "Putin bisa berpura-pura tidak mengerti bahasa Inggris. Faktanya, dia adalah mantan agen KGB, yang terbiasa dengan berbagai bahasa. Kemungkinan besar, dia berbahasa Inggris lebih baik daripada Trump. Bahkan sebuah Dodge '57—mobil klasik keluaran 1957—dapat dibilang lebih baik dari Trump dalam hal itu."
Jurnalis yang berbasis di Kyiv, Euan MacDonald, menyatakan bahwa delegasi Rusia memiliki keunggulan dibandingkan delegasi AS dalam KTT di Alaska. "Delegasi Rusia (Yury) Ushakov dan (Sergey) Lavrov keduanya fasih berbahasa Inggris. Sementara itu, Rubio dan Witkoff tidak bisa berbahasa Rusia," kata MacDonald dalam unggahannya di BlueSky.
"Ini adalah keuntungan besar bagi Putin dibanding Trump. Dapat dipastikan bahwa Ushakov dan Lavrov akan memperhatikan setiap percakapan internal delegasi AS dengan seksama." Lavrov adalah Menteri Luar Negeri Rusia, sedangkan Ushakov adalah penasihat utama Putin. Penerjemah dari kedua belah pihak tetap hadir untuk menerjemahkan jalannya pertemuan.