Jubir Putin Salahkan Ukraina sebagai Akar Ketegangan Rusia Ukraina dan Eropa Pasca Insiden Drone
Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menuding Pemerintah Ukraina sebagai penyebab utama Ketegangan Rusia Ukraina dengan Eropa, menyusul insiden drone di Rumania yang memicu tuduhan baru.
Juru Bicara Presiden Rusia Vladimir Putin, Dmitry Peskov, secara tegas menyatakan bahwa Pemerintah Ukraina adalah sumber utama dari semua permasalahan dalam hubungan antara Rusia dengan negara-negara Eropa. Pernyataan ini disampaikan Peskov dalam sebuah wawancara dengan media Vesti di Moskow pada hari Minggu. Ia menekankan bahwa tindakan rezim Kyiv merupakan akar masalah, sementara isu-isu lain hanyalah dampak yang ditimbulkannya, memperuncing ketegangan Rusia Ukraina.
Peskov juga mengkritik keras Uni Eropa, menuduh blok tersebut telah melampaui batas dalam upaya memperpanjang konflik yang sedang berlangsung. Kritiknya muncul setelah Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, menyalahkan Rusia atas insiden pesawat nirawak yang memasuki wilayah Rumania, menyebutnya sebagai pelanggaran "garis merah".
Menanggapi klaim "garis merah" tersebut, Peskov balik menyerang, menyatakan bahwa "Negara-negara, yang melakukan segala cara untuk mempertahankan perang agar tidak terjadi pelanggaran, seharusnya tidak berbicara soal 'garis merah' apa pun." Pernyataan ini semakin memperkeruh suasana di tengah meningkatnya ketegangan Rusia Ukraina dan hubungan diplomatik antara Moskow dan negara-negara Barat.
Tuduhan Kremlin Terhadap Ukraina dan Uni Eropa
Dmitry Peskov, juru bicara Kremlin, tidak ragu menunjuk Ukraina sebagai biang keladi di balik ketegangan Rusia Ukraina yang meluas ke hubungan dengan Eropa. Menurutnya, segala permasalahan yang muncul saat ini berakar pada kebijakan dan tindakan yang diambil oleh rezim di Kyiv. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa Moskow melihat konflik ini sebagai akibat langsung dari apa yang mereka sebut sebagai provokasi dari pihak Ukraina, yang memperparah ketegangan Rusia Ukraina.
Peskov juga melontarkan kritik pedas kepada Uni Eropa, menuduhnya berupaya memperpanjang konflik, bukan mencari solusi damai. Ia menggarisbawahi bahwa Uni Eropa telah "melampaui segala batas yang mungkin" dalam upayanya tersebut. Tuduhan ini muncul setelah Ursula von der Leyen mengecam Rusia terkait insiden drone di Rumania.
Reaksi Peskov terhadap pernyataan von der Leyen sangat tajam. Ia mempertanyakan legitimasi Uni Eropa untuk menetapkan "garis merah" ketika mereka sendiri dituding melakukan segala cara untuk mempertahankan perang. Ini menunjukkan adanya perbedaan pandangan yang fundamental antara Rusia dan Uni Eropa mengenai siapa yang bertanggung jawab atas eskalasi konflik.
Insiden Drone di Rumania dan Reaksi Bucharest
Pada hari Jumat (29/5), Kementerian Pertahanan Rumania melaporkan adanya insiden serius di mana sebuah drone menghantam atap rumah di Galati, menyebabkan dua orang terluka. Pihak militer Rumania berhasil melacak pesawat nirawak tersebut melalui radar, namun tidak melakukan pencegatan. Insiden ini segera memicu kekhawatiran dan reaksi keras dari pemerintah Rumania.
Tanpa memberikan bukti konkret, Rumania langsung menuduh Rusia berada di balik serangan drone tersebut. Tuduhan ini memperburuk ketegangan Rusia Ukraina di wilayah Laut Hitam. Sebagai respons, Presiden Rumania Nicusor Dan mengumumkan bahwa Konsul Jenderal (Konjen) Rusia di Constanta akan dinyatakan sebagai persona non-grata (tidak diinginkan).
Selain itu, kantor konsulat jenderal Rusia di Constanta juga akan ditutup sebagai bentuk protes atas insiden yang dituduhkan. Langkah diplomatik ini menunjukkan keseriusan Rumania dalam menanggapi insiden drone. Ini juga menjadi indikasi bahwa negara-negara di sekitar Laut Hitam semakin waspada terhadap aktivitas militer Rusia.
Bantahan Putin dan Spekulasi Asal Drone
Menanggapi tuduhan yang dilayangkan oleh Rumania dan Uni Eropa, Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan bantahan keras. Putin menyatakan bahwa setiap drone yang masuk ke wilayah Uni Eropa secara otomatis langsung dinyatakan berasal dari Rusia. Pernyataan ini mencerminkan pandangan Kremlin bahwa ada bias dalam penilaian insiden semacam itu.
Putin menduga bahwa drone yang memasuki wilayah Rumania tersebut kemungkinan besar adalah milik Ukraina. Ia berspekulasi bahwa drone tersebut bisa saja menyimpang dari jalurnya akibat gangguan elektronik atau masalah teknis. Penjelasan ini menawarkan perspektif alternatif terhadap insiden tersebut, menolak keterlibatan langsung Rusia.
Sikap Putin ini menunjukkan upaya Rusia untuk menangkis tuduhan dan mengalihkan fokus ke kemungkinan kesalahan teknis atau operasional dari pihak Ukraina. Ini juga menyoroti kompleksitas dalam mengidentifikasi asal-usul serangan drone di tengah ketegangan Rusia Ukraina yang sedang berlangsung.
Sumber: AntaraNews