Arkeolog Temukan “Tempat Parkir” Kano Prasejarah di Danau Wisconsin
Temuan ini berada dekat jalur perjalanan masyarakat adat pada masa lalu.
Para arkeolog di Wisconsin menemukan lebih dari selusin kano kuno yang diduga menjadi bagian dari “tempat parkir” prasejarah di tepi Danau Mendota, Madison.
Dikutip dari Media Independent, Kamis (20/11), Wisconsin Historical Society mengumumkan bahwa total 16 kano berhasil dipetakan di dasar danau tersebut.
Temuan ini berada dekat jalur perjalanan masyarakat adat pada masa lalu. Menurut Tamara Thomsen, arkeolog maritim negara bagian, lokasi tersebut kemungkinan menjadi titik singgah yang digunakan bersama, mirip konsep penyewaan sepeda listrik masa kini.
“Itu adalah tempat parkir yang digunakan berulang selama ribuan tahun,” ujarnya Tamara Thomsen.
Ditemukan di Kedalaman 7,6 Meter
Penelitian dimulai pada 2021 ketika kano berusia 1.200 tahun ditemukan pada kedalaman sekitar 7,6 meter.
Setahun kemudian, para peneliti kembali menemukan kano yang lebih tua dengan berusia 3.000 tahun, 4.500 tahun, dan 2.000 tahun yang memperkuat dugaan bahwa situs tersebut menyimpan lebih banyak peninggalan serupa.
Berkolaborasi dengan Sissel Schroeder dari UW-Madison serta petugas pelestarian dari Ho-Chunk Nation dan Bad River Band of Lake Superior Chippewa, Thomsen kemudian mengidentifikasi 12 kano tambahan.
Hasil penanggalan radiokarbon menunjukkan kano tertua berumur 5.200 tahun, menjadikannya salah satu yang tertua di Amerika Utara bagian timur.
Pernah Alami Kekeringan
Thomsen menjelaskan bahwa Wisconsin pernah mengalami kekeringan panjang sekitar 7.500 tahun lalu hingga 1.000 SM. Pada masa itu, perairan di lokasi temuan diperkirakan hanya sedalam 1,2 meter sehingga ideal untuk berlabuh.
Masyarakat kuno diduga mengubur kano dalam sedimen agar tidak mengering atau membeku.
Para pelancong pada masa itu kemungkinan menuju Danau Wingra, wilayah yang bagi Suku Ho-Chunk memiliki nilai spiritual penting.
“Perahu-perahu ini mengingatkan betapa lamanya masyarakat kami tinggal di wilayah ini,” ujar Bill Quackenbush, petugas pelestarian Ho-Chunk.
Thomsen tidak menutup kemungkinan adanya temuan yang lebih tua. Jika lapisan kano terus berlanjut ke bawah, para arkeolog mungkin menemukan peninggalan berumur hingga 7.000 tahun, yang berpotensi menelusuri jejak kelompok penduduk asli sebelum suku-suku modern di Wisconsin.
Meski ia lebih banyak bekerja pada bangkai kapal di Great Lakes, Thomsen menyebut proyek ini sebagai pengalaman paling bermakna sepanjang kariernya.
“Berbicara dengan masyarakat Pribumi membuat saya merinding. Setiap kano memberi petunjuk baru tentang kisah mereka,” katanya Thomsen.
Reporter Magang: Ahmad subayu