Arkeolog Temukan Koleksi Artefak Berusia 2.000 di Situs Buddha, Ada Koin Sampai Jimat Berbentuk Kaki
emua temuan ini memberikan wawasan berharga mengenai periode Saka-Parthia dan kekayaan warisan Buddha di Pakistan.
Arkeolog menemukan sejumlah artefak saat menggali di Stupa Butkara, dekat Mingora di Swat, Pakistan. Stupa Butkara merupakan situs Buddha kuno yang berasal dari abad kedua SM. Ini merupakan stupa paling penting di wilayah tersebut.
Koleksi artefak yang ditemukan terdiri dari koin, tembikar atau gerabah, dan prasasti dalam tulisan Kharosthi. Salah satu temuan penting adalah jimat berbentuk kaki dengan prasasti dalam bahasa Kharosthi. Koin yang ditemukan berasal dari Dinasti Maurya. Semua temuan ini memberikan wawasan berharga mengenai periode Saka-Parthia dan kekayaan warisan Buddha di Swat.
Bahasa Kharosthi utamanya digunakan di zaman Gandhara kuno. Kharosthi ini memiliki peran penting dalam penulisan teks-teks Buddha.
"Temuan-temuan ini secara khusus menggembirakan karena kami berhasil mencapai tahap awal situs ini. Butkara sangat penting dalam warisan Buddha sebagai situs sakral bagi pengikut Buddha," jelas pemimpin penggalian dan profesor di Universitas Venice Italia, Dr Alisa Lori, kepada Minute Mirror, dikutip dari Arkeonews, Senin (17/2).
Penggalian telah dilakukan sejak 1956 oleh Misi Arkeologi Italia yang dipimpin Universitas Venice dan atas dukungan pemerintah Pakistan.
Lori menyampaikan, dalam penggalian terbaru para arkeolog juga menemukan permukiman dan bengkel kerja atau pusat produksi. Selain itu ditemukan juga jalan utama yang menghubungkan ibu kota kuno Swat, Massagana (Mingora) ke situs Butkara.
"Kami telah menemukan sejumlah besar material dari kamar-kamar, termasuk koin yang berkaitan dengan abad pertama SM," jelas Lori.
Dinasti Maurya
Temuan ini mengindikasikan Butkara, yang dibangun pada zaman Dinasti Maurya (320-185 SM), merupakan situs suci atau sakral umat Buddha.
Para arkeolog juga menemukan lapisan yang sesuai dengan stupa pertama tempat suci tersebut, memberikan wawasan baru tentang sejarah perkembangan struktur tersebut. Selain itu ditemukan juga lapisan yang mengonfirmasi peristiwa banjir di aliran Jambil, memberikan informasi penting tentang kondisi lingkungan kuno di wilayah tersebut.
Asisten Kurator Museum Swat, Nasir Khattak menyatakan, selain situs Butkara, terdapat 23 situs yang dilestarikan di wilayah tersebut di mana ditemukan banyak artefak kuno dari era berbeda.
“Artefak yang ditemukan baru-baru ini sangatlah langka, termasuk koin dan tembikar pada masa itu. Situs ini tidak hanya penting bagi wisatawan tetapi juga bagi mahasiswa arkeologi,” tegas Khattak.
Swat kaya akan peninggalan, reruntuhan, dan stupa dari berbagai periode sejarah, antara lain Gandhara, Budha, Kushan, Ashoka, Hindu Shahi, dan era Alexander Agung. Para ahli meyakini jika Departemen Arkeologi dan pemerintah provinsi mengambil langkah lebih lanjut untuk mempromosikan wisata religi, hal ini dapat memainkan peran penting dalam pembangunan wilayah tersebut.