Aksi Heroik Pria Muslim Lumpuhkan Penembak Bondi Beach, Dipuji PM Australia hingga Donald Trump
Pria yang dikenal sebagai pahlawan itu kini masih terbaring di rumah sakit karena menderita luka akibat tembakan.
Seorang warga sipil yang aksinya terekam kamera saat berjuang merebut senjata api dari salah satu pelaku penembakan massal di Bondi Beach, Sydney, Australia, telah dikenali. Pria tersebut adalah Ahmed al Ahmed, seorang muslim berusia 43 tahun.
Ahmed yang merupakan pemilik toko buah dan ayah dari dua anak, saat ini masih dirawat di rumah sakit setelah menjalani operasi akibat luka tembak di lengan dan tangannya, seperti dilaporkan oleh BBC.
Dalam insiden yang terjadi pada Minggu, 14 Desember 2025, pukul 18.40 waktu setempat, lima belas orang kehilangan nyawa dan setidaknya 40 lainnya mengalami luka-luka. Penembakan ini berlangsung saat lebih dari 1.000 orang berkumpul untuk merayakan Hanukkah. Polisi telah mengkategorikan peristiwa ini sebagai aksi terorisme yang menyasar komunitas Yahudi.
"Dia adalah pahlawan, 100 persen dia adalah pahlawan. Dia terkena dua tembakan, satu di lengannya dan satu di tangannya," ungkap sepupu Ahmed, Mustafa, kepada 7News Australia pada malam kejadian.
Pada hari Senin, 15 Desember, Mustafa menyatakan, "Saya berharap dia akan segera pulih. Saya menemuinya tadi malam dan dia dalam kondisi baik, namun kami masih menunggu informasi dari dokter." Komisioner Kepolisian New South Wales, Mal Lanyon, telah mengkonfirmasi bahwa penembakan di Bondi Beach adalah tindakan terorisme. Ia juga menambahkan bahwa sejumlah alat peledak rakitan ditemukan di dalam sebuah mobil yang diparkir di dekat lokasi serangan, yang terkait dengan pelaku penembakan. Unit penjinak bom telah dikerahkan untuk menangani situasi ini.
Pelaku penembakan massal terdiri dari seorang ayah dan anaknya
Polisi mengungkapkan bahwa dua orang yang terlibat dalam penembakan di Bondi Beach adalah ayah dan anak, yaitu Naveed Akram (24 tahun) dan Sajid Akram (50 tahun). Mereka mengonfirmasi bahwa Sajid meninggal di lokasi kejadian, sementara Naveed saat ini sedang dirawat di rumah sakit dalam keadaan kritis.
Rekaman aksi heroik Ahmed telah menyebar luas di internet. Video yang telah diverifikasi oleh BBC menunjukkan salah satu pelaku berdiri di belakang pohon palem dekat jembatan pejalan kaki kecil, mengarahkan senjatanya ke arah target. Ahmed, yang bersembunyi di balik mobil yang diparkir, kemudian menubruk pelaku tersebut. Ia berhasil merebut senjata dari tangan salah satu pelaku, mendorongnya ke tanah, dan mengarahkan senjata itu ke arahnya. Pelaku kemudian mulai mundur. Ahmed lalu menurunkan senjatanya dan mengangkat satu tangan ke udara, seolah menunjukkan kepada pihak kepolisian bahwa ia bukan salah satu penembak.
Penyerang yang sama kemudian terlihat berada di jembatan, mengambil senjata lain dan kembali melakukan penembakan. Penyerang lainnya juga terus menembak dari jembatan sebelum akhirnya salah satu dari mereka dilumpuhkan oleh polisi. Kejadian ini menunjukkan betapa berbahayanya situasi yang dihadapi oleh masyarakat dan betapa pentingnya tindakan cepat dari pihak berwenang untuk menangani insiden semacam ini.
Kepujian untuk Ahmed terus mengalir
Pada konferensi pers yang diadakan Minggu malam, Perdana Menteri New South Wales, Chris Minns, memberikan penghormatan kepada Ahmed, yang identitasnya belum terungkap. "Pria itu adalah pahlawan sejati dan saya tidak ragu sama sekali bahwa ada banyak, banyak orang yang masih hidup malam ini berkat keberaniannya," ungkap Minns, menekankan betapa pentingnya tindakan heroik tersebut.
Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, juga memberikan pujian kepada Ahmed. Ia menyatakan, "Hari ini kita telah melihat warga Australia berlari menuju bahaya demi menolong orang lain. Warga Australia ini adalah para pahlawan dan keberaniannya telah menyelamatkan nyawa." Pernyataan ini menunjukkan betapa besar pengaruh tindakan Ahmed terhadap masyarakat.
Di sisi lain, dalam acara resepsi Natal yang berlangsung di Gedung Putih, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, turut memberikan penghormatan kepada Ahmed. Ia menyatakan rasa hormat yang mendalam terhadap keberanian Ahmed. "Dia adalah seseorang yang sangat, sangat berani, yang benar-benar maju menyerang secara langsung salah satu penembak dan menyelamatkan banyak nyawa," tambahnya, menegaskan betapa luar biasanya tindakan Ahmed dalam menghadapi situasi berbahaya tersebut.