Ahli Astronomi Temukan Lubang Hitam Terkecil di Alam Semesta, Berada 110 Juta Tahun Cahaya dari Bumi
Ini adalah lubang hitam supermasif terkecil yang pernah terdeteksi.
Lubang hitam atau black hole adalah fenomena luar angkasa yang memiliki kemampuan untuk menarik cahaya dengan gaya gravitasi yang sangat kuat. Meskipun telah menjadi subjek penelitian selama bertahun-tahun, keberadaan lubang hitam masih menyimpan banyak misteri dalam dunia astronomi.
Dikutip dari Live Science, Rabu (18/12), ukuran lubang hitam bervariasi dan tidak selalu seragam. Para astronom biasanya mengkategorikan lubang hitam ke dalam tiga jenis berdasarkan massanya, yaitu lubang hitam bermassa bintang, supermasif, dan bermassa menengah. Pada 2022, para astronom berhasil menemukan salah satu lubang hitam supermasif terkecil yang pernah terdeteksi. Lubang hitam ini terletak di galaksi kerdil yang berjarak 110 juta tahun cahaya dari Bumi.
Menurut laporan Science Alert, Rabu (18/12), lubang hitam terkecil yang teridentifikasi berada di pusat galaksi Mrk 462 dan memiliki ukuran hanya 200.000 kali massa matahari. Penemuan ini menunjukkan beberapa lubang hitam supermasif dapat terbentuk dari inti bintang mati yang memiliki massa kurang dari 100 kali matahari. Ada kemungkinan lain bahwa di alam semesta awal, awan gas dan debu yang besar serta padat langsung runtuh menjadi lubang hitam yang lebih besar dengan massa mencapai puluhan ribu kali matahari. Penemuan ini memberikan pemahaman awal yang lebih dalam mengenai bagaimana lubang hitam supermasif dapat berkembang.
Namun, lubang hitam Mrk 462 yang kecil dan redup menyulitkan para ilmuwan untuk mempelajarinya. Untuk mengidentifikasinya, peneliti mencari radiasi energi tinggi yang sangat terang seperti sinar-X. Keberadaan sinar-X ini menunjukkan bahwa lubang hitam sedang aktif mengakumulasi material.
Proses ini memanaskan materi hingga suhu yang sangat tinggi sehingga memancarkan cahaya berenergi tinggi. Dalam penelitian ini, astronom mengamati delapan galaksi kerdil dan hanya galaksi Mrk 462 yang menunjukkan tanda-tanda radiasi sinar-X dari lubang hitam tersebut. Radiasi ini menandakan lubang hitam sedang mengalami proses akresi, di mana materi di sekitarnya jatuh ke dalam lubang hitam dan melepaskan energi dalam jumlah besar. Dengan kemajuan teknologi yang terus berkembang, para ilmuwan berharap dapat menemukan lebih banyak lubang hitam lainnya yang sebelumnya tidak terdeteksi.