13 Anggota Kartel Narkoba Tewas Baku Tembak di Sinaloa
13 orang tewas dalam baku tembak antara aparat dan kartel di Sinaloa. Konflik internal kartel narkoba ini telah menewaskan 1.700 orang sejak 2024.
Sebanyak 13 orang yang diduga anggota kartel narkoba tewas dalam baku tembak dengan aparat keamanan di Guave, negara bagian Sinaloa, pada Senin (3/11).
Mengutip GulfNews, pejabat setempat menyebut empat tersangka lainnya berhasil ditangkap, sementara sembilan orang sandera berhasil dibebaskan dari lokasi kejadian.
Kronologi Baku Tembak
Sekretaris Keamanan Omar Garcia Harfuch menjelaskan, bentrokan pecah ketika pasukan patroli diserang oleh kelompok bersenjata yang bersembunyi di bawah jembatan.
“Para penyerang melepaskan tembakan terlebih dahulu, memaksa aparat keamanan untuk membalas,” ujar Harfuch.
Setelah baku tembak, aparat menyita tujuh kendaraan, senjata berdaya tembak tinggi, serta sejumlah peralatan taktis milik para pelaku.
Pihak keamanan juga terus menelusuri lokasi untuk mengidentifikasi sisa anggota kelompok yang melarikan diri.
Perang Antar Kartel
Insiden berdarah ini terjadi di tengah perang internal yang berkepanjangan antar faksi kartel di wilayah Sinaloa.
Menurut laporan otoritas setempat, konflik tersebut telah menewaskan sedikitnya 1.700 orang dan membuat hampir 2.000 lainnya hilang sejak pertengahan 2024.
Kekerasan meningkat setelah penangkapan pemimpin senior kartel, Ismael “El Mayo” Zambada, pada Juli 2024. Zambada disebut-sebut dikhianati oleh anak mantan mitra lamanya, Joaquin “Chapo” Guzman, dan kemudian diekstradisi ke Amerika Serikat.
Peperangan antarfaksi kartel ini kini melibatkan perebutan wilayah kekuasaan, jalur distribusi narkotika, dan kontrol atas jaringan logistik senjata di Meksiko bagian barat.
Reporter magang: Muhammad Naufal Syafrie