Gas Melon Langka di Indramayu, Lucky Hakim Minta Pertamina Gandeng Polisi Sikat Pengoplos
Itu mengkhawatirkan ancaman gagal panen yang dapat mengintai lahan pertanian di Indramayu akibat terhambatnya sistem pengairan.
Bupati Indramayu Lucky Hakim menanggapi serius keresahan warga mengenai sulitnya mendapatkan pasokan gas LPG 3 kilogram bersubsidi di beberapa wilayahnya.
"Iya, ini saya mendapatkan keluhan banyak sekali, khususnya di daerah Kecamatan Gantar. Ada beberapa kecamatan yang lain juga mengeluhkan kelangkaan gas LPG yang hijau itu ya, yang 3 kilo," ucap Lucky Hakim dikutip Selasa (23/6).
Ayah satu anak itu mengaku sudah mencoba berkoordinasi dengan pihak penyalur. Namun, informasi yang ia peroleh justru bertolak belakang dengan kondisi di lapangan.
"Kami sudah beberapa kali menghubungi pihak Pertamina dan dijawab bahwa itu sudah sesuai dengan DO-nya dan lain-lain. Tapi pada praktiknya memang sekarang kesusahan," katanya.
Menurutnya, kelangkaan tersebut diduga dipengaruhi oleh disparitas harga yang tinggi serta adanya praktik curang pengoplosan gas melon ke tabung non-subsidi oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Masalah distribusi itu juga dinilai sangat menghambat aktivitas para petani di Kecamatan Gantar yang membutuhkan energi gas untuk mengoperasikan mesin pompa air sawah.
Lucky Hakim mendesak Pertamina agar segera melakukan investigasi mendalam dan menertibkan pangkalan resmi sehingga subsidi energi benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang berhak.
"Kalau memang sesuai DO, tapi kenapa ada kelangkaan? Apakah ada oknum-oknum yang sengaja menimbun atau apa? Ya tolong Pertamina koordinasi dengan pihak kepolisian atau apa pun supaya tidak ada masalah seperti ini," ujarnya.
Bupati berusia 48 tahun itu mengkhawatirkan ancaman gagal panen yang dapat mengintai lahan pertanian di Indramayu akibat terhambatnya sistem pengairan.
"Karena ini kalau sampai gagal tanam, akhirnya jadi masalah. Kan satu lagi perlu air," tuturnya.