Gubernur Jateng: Pencak Silat Perkuat Persatuan Bangsa, Kapolri Dianugerahi Anggota Kehormatan Tapak Suci

Gubernur Jawa Tengah menegaskan peran penting pencak silat dalam persatuan bangsa. Muktamar XVI Tapak Suci di Semarang juga menganugerahi Kapolri sebagai anggota kehormatan, menandai kolaborasi strategis.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gubernur Jateng: Pencak Silat Perkuat Persatuan Bangsa, Kapolri Dianugerahi Anggota Kehormatan Tapak Suci
Gubernur Jawa Tengah menegaskan peran penting pencak silat dalam persatuan bangsa. Muktamar XVI Tapak Suci di Semarang juga menganugerahi Kapolri sebagai anggota kehormatan, menandai kolaborasi strategis. (AntaraNews)

Semarang, 8 Agustus – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyoroti peran krusial pencak silat sebagai warisan budaya bangsa yang tidak hanya membangun karakter, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan persatuan. Pernyataan ini disampaikan dalam pembukaan Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah yang berlangsung di Semarang, Sabtu.

Acara penting tersebut menjadi momentum bagi Gubernur Luthfi untuk mengapresiasi kontribusi seni bela diri tradisional ini dalam kehidupan masyarakat. Ia menegaskan bahwa pencak silat adalah bagian tak terpisahkan dari gaya hidup sehat sekaligus fondasi karakter bangsa.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menerima penganugerahan sebagai anggota kehormatan Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Penganugerahan ini diharapkan dapat mempererat kolaborasi antara institusi kepolisian dan organisasi bela diri dalam menjaga stabilitas serta membina generasi muda.

Pencak Silat: Perekat Persatuan dan Pembentuk Karakter

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi secara tegas menyatakan bahwa pencak silat merupakan warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai strategis. Menurutnya, seni bela diri ini tidak hanya sekadar gerakan fisik, melainkan sebuah medium untuk membentuk karakter individu yang kuat.

Lebih lanjut, Luthfi menekankan bahwa pencak silat juga berperan penting dalam menumbuhkan semangat kerja sama dan kebersamaan di antara masyarakat. Aspek-aspek ini sangat vital dalam menjaga keutuhan dan persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan.

Selain fungsi pembentuk karakter dan perekat sosial, Gubernur juga melihat pencak silat sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Praktik seni bela diri ini membantu masyarakat menjaga kebugaran fisik, yang pada gilirannya mendukung produktivitas dan kualitas hidup.

Kebanggaan tersendiri disampaikan oleh Gubernur Luthfi atas terpilihnya Jawa Tengah sebagai tuan rumah Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Ia berharap muktamar ini dapat menghasilkan keputusan-keputusan konstruktif yang bermanfaat bagi pengembangan organisasi dan masyarakat luas.

Sinergi Iman, Fisik, dan Kolaborasi Polri-Tapak Suci

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, dalam sambutannya menggarisbawahi pentingnya sinergi antara kekuatan fisik yang dibangun melalui bela diri dengan nilai-nilai spiritual. Ia menegaskan bahwa latihan fisik harus berpadu dengan iman, takwa, dan akhlak mulia.

Perpaduan antara kekuatan fisik dan spiritual ini, menurut Haedar Nashir, akan melahirkan generasi berjiwa kesatria yang teguh pada kebenaran dan siap membela masyarakat. Konsep ini sejalan dengan filosofi pembangunan bangsa yang menekankan kesehatan jiwa dan raga.

Haedar Nashir mengutip penggalan lagu kebangsaan Indonesia Raya, “Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya,” untuk menegaskan pentingnya keseimbangan ini. Pembangunan bangsa yang holistik memerlukan perhatian terhadap aspek mental dan fisik secara bersamaan.

Momen penting lainnya adalah penganugerahan anggota kehormatan kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Kapolri mengungkapkan harapannya agar kolaborasi antara Polri dan Tapak Suci dapat terwujud dalam berbagai kegiatan nyata.

Kolaborasi ini mencakup pembukaan cabang latihan Tapak Suci di lingkungan kepolisian serta upaya bersama dalam menjaga masyarakat dan generasi muda. Kapolri secara spesifik menyebutkan pentingnya "cooling system" untuk menjaga kesejukan sosial.

Selain itu, Kapolri juga menekankan upaya kolektif untuk melindungi masyarakat dari disinformasi, misinformasi, bahaya narkoba, dan judi daring. "Kita bersama-sama menjaga kesejukan melalui cooling system, serta menjaga agar masyarakat dan generasi muda tidak terpengaruh disinformasi dan misinformasi, terjerumus dalam bahaya narkoba dan judi daring," kata Kapolri.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi