Waktu Mustajab Doa, Waktu Terbaik untuk Doa Dikabulkan Menurut UAH
Ustadz Adi Hidayat (UAH) menjelaskan bahwa ada waktu-waktu tertentu yang sangat berkah, doa seorang hamba lebih tinggi untuk dikabulkan oleh Allah SWT.
Doa adalah alat bagi seorang hamba untuk berinteraksi dengan Allah SWT. Doa merupakan elemen penting dalam ibadah yang tak terpisahkan dari kehidupan umat Muslim.
Dan Tuhanmu berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina."(QS. Gafir: 60) Melalui doa, kita tidak hanya meminta apa yang kita inginkan, tetapi juga berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Saat berdoa, kita mengakui kuasa-Nya, menyadari batasan diri kita, dan memahami bahwa semua yang terjadi di dunia ini merupakan bagian dari takdir-Nya.Namun, apakah Anda mengetahui waktu yang dianggap paling mustajab untuk berdoa?
Ustadz Adi Hidayat (UAH) menjelaskan bahwa ada waktu khusus yang sangat baik untuk berdoa, di mana permohonan yang disampaikan akan lebih cepat dikabulkan oleh Allah SWT. "Ada waktu sebelum subuh, cuman 15-20 menit, kurang lebih. Ingat ya, kalau dikonversi sekitar 15-20 menit waktunya. Namanya waktu Sahar," ungkap UAH seperti yang dikutip dari YouTube Ali.Muhammad_.
Pada waktu ini, berkah mengalir, dan doa yang dipanjatkan lebih cepat diterima oleh Allah. Selain berdoa, terdapat amalan lain yang juga direkomendasikan agar doa kita memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk diterima, dilansir Merdeka.com dari berbagai sumber, Jum'at (7/2/2025).
Lakukan Istighfar Sebelum Waktu Subuh
Ustadz Adi Hidayat menyampaikan sebuah hadis qudsi yang menegaskan bahwa Allah akan mengabulkan setiap permohonan hamba-Nya yang tulus, terutama bagi mereka yang memohon ampunan melalui istighfar. "Rahasianya, di mana?
Bapak/Ibu, ini waktu yang paling cepat untuk terkabulnya doa, Anda mau minta apa saja, hadisnya qudsi. 'Kata Allah, "Hambaku, siapapun yang bermohon sekarang, aku kabulkan. Yang minta, aku berikan. Siapa yang minta ampunan (istighfar), aku ampuni dia sekarang juga'".
Dalam penjelasan lebih lanjut, Ustadz Adi Hidayat mengingatkan kita untuk bijak dalam memilih permohonan doa yang terbaik kepada Allah. "Kalau ada rumus begini, Anda disuruh memilih apakah dunia dan seisinya atau memilih ampunan Allah, maka pilih ampunan Allah.
Karena nanti ada rahasia yang kedua, banyak rahasia ini," ujarnya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjadikan istighfar sebagai bagian dari karakter dan kebiasaan sehari-hari.
Ustadz Adi Hidayat juga menekankan bahwa ada rahasia dalam istighfar. "Istighfar itu, kalau sudah menyatu dengan jiwa kita, sudah terbiasa. Maksudnya, biasa istighfar, biasa istighfar, dan jadi karakter, jadi kebiasaan.
Bukan hanya pasca sholat, di mobil istighfar, di kantor masuk istighfar, sudah kebawa, sudah reflek," tambahnya. Dengan demikian, menjadikan istighfar sebagai rutinitas akan membawa dampak positif dalam hidup kita.
Keutamaan bagi Mereka yang Sering Beristighfar
Ustadz Adi Hidayat menguraikan dua keutamaan bagi mereka yang rutin melakukan istighfar. Ia menyatakan, "faidah (keutamaan) untuk orang yang rajin istighfar itu ada dua. Satu, diampuni dosanya oleh Allah, yang cirinya nanti akan dijaga dari maksiat."
Dengan rajin beristighfar, seseorang akan terlindungi dari tindakan maksiat dan diberikan bimbingan untuk menjauhi dosa. Ustadz Adi menambahkan, "Diberikan petunjuk oleh Allah untuk menjaga diri. Sehingga ketika dosanya diampuni, dia nggak berbuat dosa itu lagi."
Hal ini menunjukkan bahwa ketika seseorang telah bertobat, ia akan merasa tidak nyaman melihat hal-hal yang tidak baik. Lebih lanjut, beliau juga menjelaskan bahwa istighfar dapat mempercepat pengabulan doa, bahkan sebelum doa itu diucapkan.
"Maka istighfar itu menggugurkan dosa-dosa dan menjaga kita dari perbuatan salah. Yang kedua, orang yang sudah terbiasa beristighfar, itu doa cepat dikabulkan, bahkan sebelum ia memintanya dan memohonnya," pungkasnya.
Dengan kata lain, istighfar tidak hanya membersihkan hati dari dosa, tetapi juga menjadi sarana untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Praktik ini sangat dianjurkan agar kita senantiasa berada dalam lindungan dan bimbingan Allah.