Ruben Amorim Terapkan Formasi 5-3-1, Alejandro Garnacho Jadi Korban
Ruben Amorim dihadapkan pada pilihan yang berat ketika Manchester United bertanding melawan Ipswich Town.
Ruben Amorim dihadapkan pada pilihan yang sulit ketika Manchester United bertemu Ipswich Town dalam pertandingan pekan ke-27 Premier League yang berlangsung pada Kamis (27/2) dini hari WIB. Dalam laga ini, Amorim memutuskan untuk menarik keluar Alejandro Garnacho pada babak pertama. Pertandingan yang digelar di Old Trafford itu berlangsung menegangkan, di mana MU harus berjuang keras melawan Ipswich Town. Mereka sempat tertinggal pada menit ke-4, namun akhirnya berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 3-2.
Kesulitan yang dihadapi oleh MU tidak hanya karena kebobolan di menit awal. Pada menit ke-43, mereka harus menghadapi situasi yang lebih berat ketika Patrick Dorgu menerima kartu merah. Dengan demikian, MU terpaksa bermain dengan 10 pemain di lapangan.
Menanggapi kartu merah tersebut, Ruben Amorim mengambil langkah strategis dengan melakukan pergantian pemain. Pada menit ke-45, Garnacho digantikan oleh Noussair Mazraoui untuk menjaga keseimbangan jumlah pemain di lini belakang.
Ruben Amorim memilih untuk menggunakan formasi 5-3-1 dalam permainan
Dorgu berperan sebagai wingback kanan dalam permainan. Setelah dia mendapatkan kartu merah, posisi tersebut dialihkan kepada Dalot. Sementara itu, Mazraoui diberikan tugas untuk mengisi posisi wingback kiri yang sebelumnya diisi oleh Dalot. Garnacho menjadi 'korban' dari perubahan yang terjadi di lini belakang tersebut.
Dalam formasi 3-4-2-1, Ruben Amorim terpaksa melakukan penyesuaian akibat berkurangnya jumlah pemain. "Idenya adalah kami bermain lebih dalam dengan formasi 5-3-1. Saya tahu itu punya risiko karena Anda hanya menurunkan satu pemain yang punya kecepatan dan kemampuan satu lawan satu, tetapi saya merasa tim dalam kondisi baik," ungkap Amorim. "Kami harus mengganti pemain, dan kami juga harus memikirkan tentang bola mati," tambah pria asal Portugal itu.
Reaksi dari Alejandro Garnacho
Keputusan Amorim untuk menggantikan Garnacho dapat dianggap sebagai langkah yang realistis. Rasmus Hojlund dan Joshua Zirkzee memiliki kemampuan yang baik dalam situasi bola mati. Namun, setiap keputusan pasti memiliki konsekuensi, dan kali ini Garnacho menjadi yang terkena dampaknya. Pemain berusia 20 tahun itu harus meninggalkan lapangan pada menit ke-45, sebuah situasi yang sangat sulit baginya. Di media sosial, ia mengunggah sebuah foto yang menunjukkan ekspresi sedih tanpa menambahkan keterangan apapun.
Sementara itu, Ruben Amorim menyatakan bahwa ia akan memberikan penjelasan langsung kepada Garnacho mengenai situasi yang terjadi. "Saya akan berbicara dengan Garnacho tentang hal itu," ungkap mantan pelatih Sporting CP tersebut. Dengan langkah ini, diharapkan Garnacho dapat memahami keputusan yang diambil dan kembali fokus untuk pertandingan selanjutnya.