Rapor Pemain Inter Milan Setelah Dibantai PSG di Final Liga Champions: Siapa Paling Buruk?
Inter Milan harus menerima kekalahan dari PSG dalam final Liga Champions 2024/2025.
Inter Milan harus menerima kenyataan pahit setelah dikalahkan oleh PSG di final Liga Champions musim 2024/2025. Dalam pertandingan yang berlangsung di Allianz Arena pada Minggu (1/6/2025) dini hari WIB, mereka mengalami kekalahan telak dengan skor 0-5. Di babak pertama, Inter Milan kebobolan dua gol cepat yang dicetak oleh Achraf Hakimi dan Desire Doue. Meskipun mereka berusaha untuk membalas serangan PSG, hasil yang didapat tidak sesuai harapan. Memasuki babak kedua, Inter semakin kesulitan untuk menyaingi intensitas permainan yang ditunjukkan oleh PSG.
Situasi semakin sulit bagi Inter ketika mereka kembali kebobolan melalui gol kedua dari Doue serta sebuah gol indah yang dicetak oleh Khvicha Kvaratskhelia. Gol kelima yang dicetak oleh Senny Mayulu di menit ke-87 benar-benar menghancurkan harapan Inter untuk bangkit. Dengan skor akhir 0-5, hal ini menjadi bukti nyata dominasi PSG yang sulit dibendung.
Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi Inter untuk meningkatkan performa mereka di kompetisi Eropa mendatang. Meskipun hasilnya mengecewakan, perjalanan Inter hingga mencapai final tetap patut mendapatkan apresiasi. Berikut adalah rapor pemain Inter Milan dalam laga ini.
Penjaga gawang dan pemain belakang
Yann Sommer – 3,5 Yann Sommer mengalami kesulitan ketika menghadapi tekanan dari tim PSG. Meskipun sering kali menjadi penyelamat bagi timnya di musim ini, kali ini dia tidak mampu menghentikan serangan lawan. Dari total delapan tembakan yang tepat sasaran, Sommer harus kebobolan lima gol.
Denzel Dumfries – 5 Denzel Dumfries, yang sebelumnya menjadi pahlawan di semifinal, kini menemui kesulitan saat berhadapan dengan Khvicha Kvaratskhelia. Dia terlalu memberikan ruang bagi pemain asal Georgia itu untuk bergerak bebas.
Benjamin Pavard – 5 Benjamin Pavard terlihat sangat frustrasi dan sering mengeluh selama pertandingan berlangsung. Dia berusaha sekuat tenaga untuk menghentikan laju Khvicha Kvaratskhelia, namun akhirnya harus digantikan bersama Federico Dimarco.
Francesco Acerbi – 4 Francesco Acerbi mengenakan sepatu yang sama dengan yang digunakannya saat mencetak gol melawan Barcelona, tetapi malam ini keberuntungan tidak berpihak padanya. Ia terjatuh akibat kelincahan Barcola, yang kemudian membuka kesempatan bagi Senny Mayulu untuk mencetak gol.
Alessandro Bastoni – 5,5 Alessandro Bastoni bermain dengan sangat agresif dalam duel melawan Desire Doue. Terkadang, dia seolah harus menghadapi dua winger sekaligus di sisi kanan, yang membuat tugasnya semakin berat.
Federico Dimarco – 3 Federico Dimarco melakukan kesalahan yang cukup fatal dalam pertandingan ini. Dia membiarkan Deseire Doue dan Achraf Hakimi berada dalam posisi onside saat gol pertama terjadi, dan membelakangi Doue saat gol kedua tercipta. Akibat performanya yang kurang memuaskan, dia ditarik keluar pada menit ke-53.
Pemain tengah
Nicolo Barella – 5,5 Nicolo Barella tidak memberikan dampak yang signifikan dalam pertandingan ini. Tendangan voli spekulatifnya yang melambung tinggi mencerminkan performa yang kurang memuaskan pada malam itu.
Hakan Calhanoglu – 6 Hakan Calhanoglu menjadi salah satu pemain yang bersinar di lini tengah Inter. Ia berhasil mengirimkan umpan silang yang berbahaya kepada Marcus Thuram, meskipun pelaksanaan tendangan bebas yang biasanya menjadi keahliannya tidak berjalan dengan baik.
Henrikh Mkhitaryan – 5 Henrikh Mkhitaryan tidak berhasil menambah koleksi trofi Eropa miliknya. Ia tampak kesulitan dan kehilangan arah ketika berhadapan dengan dominasi gelandang PSG yang sangat kuat.
Penyerang
Marcus Thuram – 5 Marcus Thuram tidak berhasil memanfaatkan kesempatan yang ada, terutama dengan sundulan yang melenceng, sehingga terlihat kurang percaya diri. Dia sering kali kalah dalam duel melawan Willian Pacho, yang membuatnya semakin tertekan di lapangan.
Lautaro Martinez – 4,5 Lautaro Martinez tampak kurang berkontribusi di lapangan, meskipun di musim sebelumnya ia menunjukkan performa yang sangat baik. Ia terlihat terasing karena kesulitan Inter dalam menembus pertahanan lawan, yang membuatnya sulit untuk berinteraksi dan berperan aktif dalam permainan.
Pemain yang tidak tampil sebagai starter
Di menit ke-54, Yann Aurel Bisseck menggantikan Pavard. Perubahan ini tidak memberikan dampak signifikan pada permainan.
Selanjutnya, Nicola Zalewski masuk untuk menggantikan Dimarco pada menit yang sama dan mendapatkan penilaian 5,5. Penampilan Zalewski cukup memuaskan meskipun tidak mencetak gol.
Di menit ke-62, Carlos Augusto mengambil alih posisi Mkhitaryan dengan nilai 5,5. Peralihan ini bertujuan untuk memberikan variasi dalam serangan tim.
Masih di menit ke-62, Matteo Darmian masuk menggantikan Bisseck dan mendapat penilaian 5. Meskipun masuk di tengah pertandingan, Darmian berusaha keras untuk memberikan kontribusi.
Terakhir, Kristjan Asllani menggantikan Calhanoglu di menit ke-70 dan mendapatkan nilai 6. Keberadaan Asllani di lapangan diharapkan dapat memperkuat lini tengah tim.