Dua Wajah MU Bikin Ruben Amorim Kebingungan: Ganas di Eropa, Ambyar di Premier League
Pelatih Manchester United, Ruben Amorim, merasa kesulitan untuk menjelaskan perbedaan mencolok antara hasil yang diperoleh timnya di Liga Inggris dan Eropa.
Pelatih Manchester United (MU), Ruben Amorim, mengungkapkan kesulitan dalam memahami perbedaan yang signifikan antara kinerja timnya di kompetisi Eropa dan di liga domestik. Pernyataan tersebut disampaikan setelah MU meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Athletic Bilbao pada leg pertama semifinal Liga Europa yang berlangsung di Stadion San Mames, Jumat dini hari WIB (2-5-2025). Dengan hasil ini, MU berhasil memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka di Eropa musim ini, menjadi satu-satunya tim yang masih memiliki status tersebut.
Namun, situasi berbeda terjadi di Liga Inggris, di mana Setan Merah justru mengalami kesulitan dan terancam mencatatkan poin terendah dalam sejarah klub di era Premier League.
"Sulit dijelaskan," ungkap Amorim setelah pertandingan.
"Kami memang menunjukkan peningkatan dalam beberapa pertandingan terakhir. Tapi, saya tidak hanya melihat hasil. Ada laga yang kami menangi meski bermain buruk, dan ada juga laga yang kami kalah padahal tampil baik. Kadang, Anda hanya butuh sedikit keberuntungan," tambahnya.
Hadapi Tantangan
Amorim mengakui bahwa Manchester United (MU) menghadapi tantangan yang signifikan dalam mempertahankan performa mereka di dua kompetisi secara bersamaan. Terutama, situasi cedera yang terus menghantui skuad menjadi salah satu faktor yang memperumit keadaan.
"Kami bisa saja menjuarai kompetisi ini, tapi di Premier League, kami terus menderita dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya, mencoba bertahan sambil menghadapi cedera. Bahkan bagi para pemain, ini situasi yang sulit," ungkap Amorim.
Dia menambahkan, "Saya tahu ini sulit dipahami, tapi terkadang semuanya bergantung pada konteks dan cara pandang."
Belum Sepenuhnya Aman
Meskipun unggul tiga gol saat bertandang ke San Mames, Amorim menegaskan bahwa tiket menuju final belum sepenuhnya aman. Statistik memang menunjukkan bahwa Manchester United memiliki keunggulan: dari 133 tim yang berhasil menang tandang dengan selisih tiga gol atau lebih pada leg pertama babak gugur UEFA Cup atau Liga Europa, semuanya berhasil melanjutkan ke babak berikutnya. Namun, Amorim tidak ingin timnya terlena dengan hasil tersebut.
"Mereka harus tetap fokus untuk leg kedua," ujarnya dengan tegas.
"Yang paling penting justru 20 menit pertama, bukan sisa pertandingan. Laga itu akan sangat berat. Tidak ada lagi aturan gol tandang, jadi segalanya bisa berubah. Itu pesan saya ke para pemain," tambah pelatih asal Portugal tersebut.
Sambil mempersiapkan diri untuk pertandingan penentu yang akan berlangsung pekan depan di Old Trafford, Amorim juga menekankan pentingnya menjaga fokus menjelang laga Premier League akhir pekan ini melawan Brentford.
Sumber: Reuters via The Star