Manchester United kembali menunjukkan performa yang mengecewakan di Premier League musim 2024-2025. Dalam 25 pertandingan pertama, mereka telah menelan 12 kekalahan, mencatatkan rekor terburuk klub sejak musim 1973/1974.
Kekalahan 0-1 dari Tottenham Hotspur, pada Minggu (16/2/2025) malam WIB, semakin memperburuk situasi mereka. Akibat hasil tersebut, Manchester United kini terpuruk ke peringkat ke-15 klasemen Liga Inggris. Meski masih memiliki selisih 12 poin dari zona degradasi, inkonsistensi permainan mereka tetap menjadi perhatian utama para suporter.
Pelatih Ruben Amorim tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas ketidakmampuan timnya mencetak gol. Ia menyoroti peluang emas yang disia-siakan Alejandro Garnacho, di mana tembakan sang pemain justru melambung jauh di atas mistar gawang.
Dalam wawancara dengan Sky Sports News, Amorim menegaskan bahwa perbedaan utama dalam laga melawan Spurs terletak pada efektivitas dalam memanfaatkan peluang.
"Pada akhirnya, mereka mencetak gol dan kami tidak. Itulah perbedaan besar dalam pertandingan ini," ujarnya.
Advertisement
Penyesalan Ruben Amorim
Pelatih asal Portugal itu juga menyesali kegagalan timnya dalam memaksimalkan peluang. Ia menyatakan bahwa Manchester United sebenarnya menciptakan banyak peluang, tetapi lawan hanya membutuhkan satu gol untuk memastikan kemenangan.
"Kami menciptakan banyak peluang, tetapi hanya satu gol yang tercipta dari mereka," tambahnya.
Selain itu, Amorim juga menyoroti absennya beberapa pemain kunci yang membuatnya kesulitan menerapkan strategi yang diinginkan. Ia mengungkapkan bahwa kehilangan para pemain andalan memaksa timnya untuk mengubah pendekatan dalam setiap pertandingan.
"Kami berusaha keras untuk membangun tim, tetapi kehilangan pemain kunci membuat pendekatan kami harus berubah," pungkasnya.