6 Gelandang Termahal Sepanjang Sejarah
Keberhasilan sebuah tim sepak bola sangat dipengaruhi oleh kontribusi gelandang yang dimilikinya.
Keberhasilan sebuah tim sepak bola sangat dipengaruhi oleh peran seorang gelandang yang ada dalam skuad mereka. Contohnya adalah Manchester City, yang berbasis di Etihad Stadium dan telah meraih enam gelar Premier League, termasuk empat di antaranya secara beruntun, berkat kontribusi Kevin De Bruyne.
Sejak bergabung dengan VfL Wolfsburg pada tahun 2015, Kevin De Bruyne telah menjadi sosok yang sangat penting dan tidak tergantikan dalam tim asuhan Pep Guardiola. Sebagai seorang playmaker berusia 33 tahun, ia tidak hanya berfungsi sebagai pencipta peluang, tetapi juga sebagai penggerak utama permainan The Citizens.
Untuk mendatangkan pemain berkebangsaan Belgia ini, manajemen Manchester City harus mengeluarkan dana sebesar 55 juta pound, yang setara dengan Rp1,18 triliun. Ini adalah angka yang sangat tinggi pada saat itu.
Dalam beberapa tahun terakhir, banyak klub yang bersedia mengeluarkan sejumlah besar uang demi mendapatkan gelandang berkualitas yang mereka inginkan. Seperti yang dilaporkan oleh Givemesport, berikut adalah enam gelandang termahal dalam sejarah sepak bola.
Jude Bellingham
Ketika Real Madrid mengetuk pintu, sangat sulit untuk menolak kesempatan yang luar biasa untuk karier yang dipenuhi dengan berbagai trofi juara. Sejumlah pemain Inggris terbaik sepanjang masa seperti Gareth Bale, Michael Owen, dan David Beckham adalah contoh nyata dari superstar yang memilih untuk meninggalkan tanah air mereka demi bergabung dengan klub raksasa Spanyol tersebut.
Kepindahan Jude Bellingham ke Madrid menunjukkan bahwa klub tersebut masih memiliki wawasan yang tajam dalam dunia sepak bola, meskipun belakangan ini mereka sering menjadi sasaran kritik. Dalam waktu tiga tahun, Bellingham telah bertransformasi dari seorang pemain yang berjuang di lapangan yang kurang memadai di level Championship menjadi sosok yang bersinar di Santiago Bernabéu.
Keputusan Birmingham untuk pensiun nomor punggung 22 milik Bellingham sempat dianggap sebagai lelucon setelah gelandang itu pindah ke Jerman, namun kini keputusan tersebut terlihat sangat bijaksana. Dengan transfer senilai 88,5 juta pound ke La Liga, kariernya tidak bisa dimulai dengan lebih baik, dan Jude Bellingham telah berhasil membangun kemitraan yang solid dengan Kylian Mbappé.
Paul Pogba
Meskipun etos kerjanya sering dipertanyakan, Paul Pogba tetap dianggap sebagai salah satu gelandang paling berbakat di era modern. Ketika lawan melihat gaya rambut mohawk pirang dan garis hitam putihnya di terowongan, mereka sudah dapat merasakan bahwa pertandingan akan berlangsung dengan ketat, bahkan sebelum peluit dimulai.
Setelah mengawali kariernya di Manchester United sebagai remaja, Pogba bertekad untuk memberikan kontribusi kepada klub lamanya dengan melakukan comeback yang penuh emosi pada tahun 2016. Namun, momen nostalgia tersebut harus dibayar dengan harga yang sangat tinggi, karena MU harus mengeluarkan dana sebesar 89 juta pound untuk merekrut kembali lulusan akademi mereka, yang merupakan rekor dunia. Sayangnya, berbagai masalah baik di dalam maupun di luar lapangan mengganggu kembalinya pemain asal Prancis ini ke Premier League, sehingga ia tidak mampu memberikan dampak yang sebanding dengan biaya transfer yang dikeluarkan.
Declan Rice
Memenangkan trofi Eropa bersama West Ham United di masa kecilnya adalah pencapaian luar biasa bagi Declan Rice. Keputusan untuk pindah dan mencari tantangan yang lebih besar di London menjadi langkah penting dalam kariernya. Dengan biaya transfer mencapai 105 juta pound, ia kini tercatat sebagai pemain Inggris termahal sepanjang masa. Tim yang dilatih oleh Mikel Arteta ini membuat langkah berani dalam usaha mereka untuk mencapai kesuksesan domestik.
Arsenal telah mengalami beberapa musim di mana mereka hampir meraih gelar juara Premier League, namun meskipun Declan Rice menunjukkan performa yang mengesankan, mereka tetap gagal mencapai tujuan tersebut. Para penggemar mulai mengkritik kurangnya pengalaman dalam skuad sebagai salah satu faktor penyebab kegagalan, sementara beberapa pihak lainnya menyoroti manajer sebagai penyebab utama. Meskipun belum ada trofi yang diraih, kontribusi Declan Rice di London Utara tidak bisa diabaikan, karena ia telah memperkuat lini tengah tim dengan kualitas dan kepemimpinan yang luar biasa.
Enzo Fernandez
Benfica tentu akan merasa sangat beruntung ketika menerima tawaran menggiurkan dari Chelsea yang mencapai 106,8 juta pound. Perlu diingat, klub asal Portugal tersebut baru saja mendapatkan Enzo Fernandez enam bulan yang lalu dengan biaya hanya 8,8 juta pound. Margin keuntungan yang sangat besar ini jelas sulit untuk ditolak oleh Benfica, dan Todd Boehly pun berhasil merekrut gelandang yang menjadi incaran mereka. Penampilan Fernandez yang mengesankan di Piala Dunia musim dingin menjadi daya tarik utama bagi klub London tersebut, yang memang sangat membutuhkan tambahan pemain baru pada bulan Januari.
Pembenahan total skuad tidak selalu menjamin awal yang baik, dan musim perdana pemain Argentina ini di Stamford Bridge membuat Chelsea terpuruk di posisi ke-12, yang merupakan pencapaian terendah mereka di Premier League. Namun, dengan kehadiran manajer baru Enzo Maresca, situasi tampak mulai membaik bagi The Blues. Liga Konferensi Eropa pun sepertinya telah memberikan kesempatan bagi Chelsea untuk mengukir namanya kembali di kompetisi Eropa. Dengan demikian, harapan untuk kebangkitan klub di masa mendatang semakin terbuka lebar.
Moises Caicedo
Seperti halnya AS Monaco, Brighton juga dikenal sebagai klub yang cerdik dalam urusan transfer pemain. The Seagulls seolah-olah mampu menarik bakat-bakat sepak bola dari mana saja dan kemudian menjualnya dengan harga yang sangat tinggi. Salah satu contoh terbaru adalah kepindahan Moises Caicedo ke Chelsea, di mana Todd Boehly mengeluarkan uang seolah-olah tidak ada harganya. Meskipun tidak adil untuk menilai kualitas seorang pemain hanya berdasarkan harga transfernya, karena hal itu di luar kendali mereka, namun perlu dicatat bahwa Caicedo belum menunjukkan performa yang memuaskan di London.
Walaupun demikian, pemain asal Ekuador ini mulai menemukan ritme permainannya di lini tengah Chelsea. Namun, hingga saat ini, bakatnya yang dihargai 115 juta masih belum sepenuhnya terlihat. Banyak pengamat berharap bahwa seiring berjalannya waktu, Caicedo dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya dan membuktikan bahwa harga transfernya sebanding dengan kualitas yang dimilikinya. Dengan dukungan dari pelatih dan rekan-rekan setimnya, ada harapan bahwa ia akan segera bersinar di panggung Premier League.
Coutinho
Para penggemar Liverpool dan Premier League mulai mengagumi Philippe Coutinho. Dia mampu menampilkan tendangan bebas jarak jauh yang spektakuler serta serangkaian trik yang memukau di tepi kotak penalti. Semua kemampuan tersebut membuatnya menjadi salah satu pemain yang paling diperhatikan. Meskipun Liverpool menunjukkan performa yang sangat baik, Coutinho memutuskan untuk mengajukan permintaan transfer setelah mengetahui bahwa Barcelona tertarik padanya. “Siapa yang akan menolak kesempatan bermain dengan Lionel Messi?” pertanyaan ini mencerminkan keinginan banyak pemain untuk bergabung dengan klub besar.
Setelah enam bulan di Spanyol, Coutinho berhasil meraih dua gelar domestik bersama Barcelona di Camp Nou. Namun, sayangnya, cedera yang dialaminya menghambat perkembangan kariernya di klub tersebut. Ketika kembali ke Liverpool, dana dari transfer Coutinho digunakan dengan bijak untuk memperkuat tim. Investasi tersebut berhasil dengan kedatangan Virgil Van Dijk dan Alisson, yang memberikan dampak positif bagi skuad.
Sumber: Givemesport