Tamara Tyasmara Menangis Kenang Kebersamaan dengan Almarhum Dante saat Ramadan
Tamara Tyasmara menyatakan bahwa seharusnya tahun ini adalah tahun kedua almarhum Dante menjalani ibadah puasa.
Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 2025, pesinetron Tamara Tyasmara meluangkan waktu untuk berziarah ke makam putranya, Dante. Air mata Tamara tak dapat tertahan saat ia mengenang kenangan indah bersama sang anak selama bulan puasa.
Ia mengungkapkan bahwa almarhum sangat bersemangat menjalankan salat tarawih ketika bulan Ramadan tiba. Menurut Tamara, seharusnya tahun ini adalah tahun kedua bagi Dante untuk belajar berpuasa.
“Kebiasaannya kayak tarawih sih, Dante tarawih di rumah bareng. Terus kayak belanja takjil dia ikut aku. Banyak lah, selama Bulan Ramadan dia suka banget tarawih,” ungkap Tamara Tyasmara di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, pada Kamis (27/2/2025).
“Harusnya ini tahun kedua dia belajar berpuasa. Aku mikir mungkin tahun ini dia full kali puasanya. Tahun lalu kan rencananya mau belajar setengah hari,” tambahnya dengan penuh haru.
Melalui pernyataan tersebut, Tamara mencerminkan kerinduan dan harapannya terhadap momen-momen yang seharusnya dilalui bersama Dante di bulan yang penuh berkah ini.
Selalu Bersemangat Menyambut Bulan Ramadan
Tamara mengungkapkan bahwa Dante selalu menunjukkan semangat yang tinggi saat menyambut Bulan Ramadan. Oleh karena itu, sejak kemarin, Tamara tidak henti-hentinya memikirkan betapa indahnya jika Dante masih ada di sisinya, sehingga mereka bisa menjalani ibadah puasa bersama-sama.
Dengan penuh harapan, Tamara berkata, "Selalu menantikan puasa dan memang niat tahun kemarin itu belajar puasanya. Makanya dari kemarin aku, aduh kalau ada Dante nih, tahun kedua dia puasa," suaranya bergetar saat mengungkapkan kerinduan tersebut. Kenangan akan kebersamaan mereka saat beribadah puasa kini menjadi sebuah harapan yang mendalam bagi Tamara.
Kenangan yang Selalu Diingat
Bagi Tamara, pengalaman berbagi waktu dengan Dante selama bulan Ramadan adalah kenangan yang sangat berharga. Salah satu momen yang paling diingat adalah saat mereka berbuka puasa bersama di sekolah almarhum Dante.
"Semua momen enggak bisa terlupakan, apalagi momen Ramadan kita lagi sering ada di rumah. Selalu ikut aku kalau bukber. Bukber di sekolah, itu sih yang aku kangenin udah 2 tahun aku enggak bisa ikut bukber sekolah Dante," akunya.
Kenangan tersebut menjadi semakin berarti ketika ia menyadari betapa lama mereka tidak bisa bersama dalam acara seperti itu.
Setiap detik yang dihabiskan bersama Dante di bulan suci ini menyimpan makna yang mendalam bagi Tamara. Meskipun waktu berlalu, ingatan tentang buka puasa di sekolah tetap membekas di hatinya. Ia merindukan kebersamaan yang penuh kehangatan dan keceriaan, yang selama dua tahun terakhir tidak dapat ia rasakan. Momen-momen indah tersebut menjadi pengingat akan pentingnya persahabatan dan kebersamaan dalam menjalani bulan Ramadan yang penuh berkah.
Menghadiri Ziarah Makam
Tanggal 27 menjadi momen yang sangat berarti bagi Tamara, karena pada hari itu ia mengunjungi makam Dante. Tamara ingin mengenang sang anak yang telah pergi untuk selamanya pada tanggal yang sama.
"Kemarin ziarah dulu ke makam opa di Surabaya, terus tadi ke makam papa sama om-om, baru habis itu ke Dante. Pas tanggal 27 kan, Dante meninggalnya tanggal 27 Januari, pas tanggalnya aja. Jadi kepingin pas aja," ucap Tamara Tyasmara.
Dengan melaksanakan ziarah pada tanggal yang penuh makna, Tamara berharap dapat merasakan kedekatan dengan Dante.
Kegiatan ini bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan dan cinta yang terus ada meskipun Dante sudah tiada. Melalui ziarah ini, Tamara ingin mengenang momen-momen berharga yang pernah mereka lalui bersama.