Ngontrak Rumah di Depok, Bedu Tetap Beri Kewajiban Rp50 Juta setiap Bulan Setelah Cerai
Dalam keputusan sidang di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Bedu yang telah resmi bercerai.
Setelah resmi bercerai, Bedu kini harus menghadapi kenyataan baru sebagai seorang duda yang memiliki tanggungan finansial yang cukup besar.
Dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, terungkap bahwa ia berkewajiban untuk melunasi berbagai cicilan dari aset yang dimiliki bersama mantan istrinya. Bedu menjelaskan bahwa meskipun pernikahannya dengan Irma Kartika telah berakhir, ia masih terikat dengan tanggung jawab utang piutang. Selain itu, ia juga harus memenuhi kewajiban nafkah untuk anak-anak mereka.
"Kalau cicilan saya ada ya, harus saya lunasi, kan adalah rumah sama mobil. Jadi saya masih tetap harus lunasi cicilan sama tanggungan anak-anak," ungkap Bedu di Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada Selasa (9/12).
Ia juga menambahkan bahwa total cicilan yang harus dibayarkan hampir mencapai 50 juta rupiah. Namun, pembayaran tersebut tidak dilakukan sekaligus.
"Karena misalkan anak-anak, gaji mbaknya (pengasuh), listrik rumah, terus kebutuhan anak-anak, kebutuhan makan. Karena ibunya yang jaga, saya kasih makannya. Semuanya dari ibunya," tambahnya.
Dengan demikian, Bedu harus mengatur keuangannya dengan baik agar semua kewajiban tersebut dapat terpenuhi.
Menyewa tempat tinggal di Depok
Setelah dilakukan konfirmasi mengenai total pengeluaran rutin yang dimilikinya, Bedu mengakui bahwa jumlah tersebut sudah mencakup cicilan aset yang masih berjalan. Meskipun hal ini tidaklah mudah, ia tetap berkomitmen untuk memenuhi tanggung jawab demi kesejahteraan anak-anaknya.
"Ya, hampir 50 juta. Hampir lagi. Per bulan. Kalau per hari saya mati," ungkapnya. Untuk menyeimbangkan keuangan, Bedu memilih untuk menurunkan standar gaya hidupnya dengan tinggal di rumah kontrakan.
Saat ini, ia tinggal di sebuah hunian yang terletak di kawasan Depok, Jawa Barat.
"Saya ngontrak di daerah Depok, dekat Kubah Mas. Alhamdulillah. Kita ambil setahun yang 70 juta," tambah Bedu.
Keputusan ini diambil sebagai langkah untuk mengelola keuangan dengan lebih baik, meskipun harus beradaptasi dengan kondisi baru. Dengan usaha dan pengorbanan, Bedu berharap dapat memberikan yang terbaik bagi keluarganya.
Penghasilan sebesar Rp50 juta diperoleh dari pekerjaan
Untuk memenuhi kebutuhan bulanan sebesar Rp50 juta, Bedu mengandalkan pendapatan dari berbagai pekerjaan di industri hiburan yang masih dijalaninya. Ia menegaskan bahwa seluruh nafkah yang diperolehnya merupakan hasil jerih payahnya sendiri, tanpa mengandalkan bantuan dari orang lain.
“Ya, alhamdulillah 50 juta itu didapat dari pekerjaan. Ya, sisanya donasi. (Becanda) yang lain saya cari sendiri, enggak usah saya minta ke orang. Maksudnya, alhamdulillah, ya tipis-tipislah, sedikit-sedikit, tapi pas. Artinya enggak minus. Tapi pas, alhamdulillah Allah kasih kecukupan,” ungkapnya.
Dengan cara ini, Bedu merasa bersyukur karena dapat memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa harus merasa tertekan atau tergantung pada orang lain.
Masih berperan sebagai presenter
Saat ini, Bedu masih aktif tampil di televisi, termasuk sebagai pembawa acara program religi. Selain itu, ia juga produktif dalam menciptakan konten digital dan menerima tawaran untuk menjadi pembawa acara off-air.
Bedu mengungkapkan, "Aku masih jadi presenter Jalan Dakwah. Makanya saya pakai kopiah. Entar habis ini cuma ganti baju doang, langsung mulai syutingnya jam 12. Host sama bikin konten YouTube, sama MC. Ya masih alhamdulillah, masih ada lebihnya," katanya.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4162286/original/018183900_1663490246-220918_JOURNAL_10_Provinsi_dengan_jumlah_perceraian_tertinggi_di_Indonesia_pada_2021_S2.jpg)