Komnas Perempuan Bakal Kaji Laporan Dugaan KDRT hingga Kekerasan Ekonomi Paula Verhoeven
Paula Verhoeven melaporkan kasus KDRT kepada Komnas Perempuan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca di sini...
Komnas Perempuan berkomitmen untuk menyelidiki semua jenis kekerasan yang dilaporkan Paula Verhoeven, termasuk dugaan kekerasan yang berkaitan dengan ekonomi.
"Biasanya, dalam kasus KDRT antara suami dan istri, hal ini sering kali berakar dari masalah ekonomi, seperti ketika salah satu pihak tidak diberikan nafkah atau tidak mendapatkan uang untuk kebutuhan sehari-hari, pendidikan anak, atau bahkan untuk makan," kata Komisioner Komnas Perempuan, Sundari dikutip Jumat (2/5).
Dugaan Kekerasan Ekonomi
Sundari mengungkapkan kekerasan ekonomi merupakan salah satu jenis kekerasan dalam rumah tangga yang sering terjadi, tetapi sulit untuk dibuktikan tanpa analisis yang mendalam.
"Nah, untuk Paula sendiri kami akan lihat lagi, akan pelajari lagi, akan kami kaji sejauh mana ekonomi yang menurut Paula ini menjadi kekerasan ekonomi bagi dirinya," jelasnya.
Dalam laporan yang diajukan Paula, terdapat setidaknya tiga kategori kekerasan yang dilaporkan kepada Komnas Perempuan, yaitu kekerasan fisik, psikis, dan ekonomi. Namun, Sundari menyatakan masih ada kemungkinan untuk menemukan bentuk kekerasan lain yang perlu diteliti lebih lanjut.
"Benar ya, kekerasan dalam fisik, psikis, ekonomi, itu semua diadukan tadi," kata Sundari.
Bakal Klarifikasi Pengaduan Paula Verhoeven
Sundari menyampaikan Komnas Perempuan akan melakukan klarifikasi serta meminta dokumen tambahan dari pihak-pihak terkait, termasuk dari pengadilan agama yang mengurus proses perceraian antara Paula dan Baim Wong.
"Nanti mungkin kami akan lakukan kajian juga tentang benar atau tidak, ekonominya seperti apa sih yang dialami oleh Paula," ungkap Sundari.
Komnas Perempuan juga akan menentukan apakah perlu mengirimkan surat klarifikasi berdasarkan hasil kajian terhadap laporan tersebut.
"Kita akan kaji, apakah ini bisa kita berikan surat klarifikasi untuk empat-empatnya, atau kita lihat lagi apa hanya tiga atau dua seperti itu," jelasnya.