Kenali 6 Peserta The Icon Indonesia, Dari Talenta Ambon hingga Multi-Instrumentalis Bali
Kehadiran para peserta The Icon Indonesia tahun ini menyuguhkan kisah-kisah inspiratif yang mampu menyentuh hati para pemirsa SCTV.
Ajang pencarian bakat terbaru yang disiarkan oleh SCTV, The Icon Indonesia, kini menarik perhatian publik berkat kehadiran talenta-talenta berbakat dari seluruh penjuru tanah air.
Kompetisi ini menawarkan nuansa baru dalam industri musik dengan persaingan ketat di antara peserta yang memiliki karakter suara yang unik. Kehadiran para kontestan tidak hanya menambah keseruan, tetapi juga menyuguhkan cerita-cerita inspiratif yang dapat menyentuh hati pemirsa SCTV. Di bawah ini adalah profil singkat enam peserta The Icon Indonesia yang siap memberikan penampilan terbaik mereka di atas panggung.
Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Khansa, seorang gadis asal Tasikmalaya yang memiliki kenangan manis dengan seorang musisi di masa lalu. Dia mengungkapkan bahwa pernah mendapatkan bimbingan dari Rieka Roslan sekitar sepuluh tahun lalu saat dirinya masih sangat muda.
"Sepuluh tahun lalu ikut ajang pencarian bakat juga, di-coach sama teh Rieka juga dan itu masih 10 tahun dan waktu itu masih genre Melayu," ungkap Khansa sambil mengenang perjalanan awal kariernya di SCTV Tower, Jakarta, pada Senin (6/4/2026).
Perjalanan menuju panggung The Icon Indonesia juga dipenuhi rasa haru oleh Gerald, kontestan dari Ambon. Pria bersuara merdu ini menceritakan bagaimana orang tuanya tidak percaya dengan kemampuannya serta dukungan luar biasa yang ia terima dari teman-temannya di kampung halamannya.
"Pas tahu mama papa enggak percaya apalagi aku dari Ambon. Untuk teman-teman mereka selalu support aku, dan selalu kasih motivasi aku berikan yang terbaik," tutur Gerald dengan penuh semangat.
Dari kota kembang Bandung, hadir Felirenza yang memiliki karakter vokal yang kuat serta kemampuan luar biasa dalam memainkan alat musik. Ia tidak ragu mengungkapkan kekagumannya terhadap Isyana Sarasvati, yang menjadi referensi dalam teknik bernyanyi dan bermain alat musik.
"Kebetulan Isyana Sarasvati. Karena suara kak Isyana unik, dan teknik vokal yang dia punya banyak banget. Aku main gitar sama piano," ujar gadis asal Bandung tersebut dengan penuh antusiasme.
Tak kalah menarik, Sheera dari Bali menunjukkan dirinya sebagai musisi serba bisa dengan keahlian dalam berbagai instrumen. Sheera tidak hanya bernyanyi, tetapi juga menguasai instrumen tiup dan petik yang mendukung penampilannya di atas panggung. "Ya piano, gitar, saksofon, aku kebetulan di sekolah musik di Bali, jadi belajar semua," jelas Sheera dengan percaya diri.
Meningkatkan keterampilannya
Selain memiliki keahlian dalam memainkan berbagai alat musik, Sheera juga menjelajahi dunia penulisan lagu untuk meningkatkan keterampilannya sebagai artis di masa depan. Ia menemukan inspirasi dari para juri yang duduk di kursi panas The Icon Indonesia.
"Banyak yang menginspirasi salah satu kak Isyana. Semua juri di sini inspirasinya. Aku juga lagi belajar song writing," ungkap Sheera.
Sheera tidak hanya ingin menjadi penyanyi yang handal, tetapi juga ingin mengembangkan kreativitasnya dalam menciptakan lagu. Ia percaya bahwa dengan belajar menulis lagu, ia dapat mengekspresikan perasaannya lebih dalam dan memberikan nuansa yang berbeda dalam setiap penampilannya.
"Banyak yang menginspirasi salah satu kak Isyana. Semua juri di sini inspirasinya. Aku juga lagi belajar song writing," jelasnya, menegaskan betapa pentingnya proses belajar bagi dirinya.
Kisah menarik
Kisah menarik lainnya berasal dari Arka, seorang pemuda dari Wonosobo yang telah dekat dengan dunia musik sejak kecil. Ia mengungkapkan bahwa bakat dan kecintaannya terhadap musik merupakan warisan dari ayahnya, yang sering memperkenalkan berbagai karya musisi legendaris Indonesia.
"Dari TK, karena diajari sama papa juga. Papa suka lagu-lagu Iwan Fals," kenang Arka dengan penuh rasa syukur. Pengalaman masa kecilnya yang dipenuhi dengan lagu-lagu tersebut telah membentuk kecintaannya pada musik hingga saat ini.
Arka menyadari bahwa pengaruh ayahnya sangat besar dalam perjalanan musiknya. Ia tidak hanya belajar tentang teknik bernyanyi, tetapi juga memahami makna dan emosi di balik setiap lagu.
Dengan semangat yang tinggi, Arka terus menggali bakatnya dan berusaha untuk mengikuti jejak musisi idolanya. Melalui dedikasi dan kerja keras, ia berharap dapat menciptakan karya-karya yang dapat menginspirasi banyak orang, sama seperti yang dilakukan oleh ayahnya dalam memperkenalkan musik kepada dirinya.
Sempat merasa ragu
Di sisi lain, terdapat seorang Diva asal Semarang yang sempat merasa ragu sebelum memutuskan untuk mencoba peruntungannya di The Icon Indonesia. Ia hampir menyerah dan meninggalkan impiannya di dunia musik. "Ini pertama kali. Awalnya dari diri sendiri ingin menarik diri dari musik. Tapi keluarga support, dan kebetulan SCTV bikin program ini," ucap Diva. Meskipun demikian, ia tetap melanjutkan langkahnya karena dukungan keluarga yang kuat.
Ajang bergengsi The Icon Indonesia ini akan diikuti oleh total 24 peserta yang siap bersaing. Kompetisi ini dijadwalkan akan dimulai pekan depan dan akan tayang secara live di SCTV setiap hari Senin dan Selasa pukul 21.00 WIB. Dengan banyaknya peserta yang berpartisipasi, tentu akan ada banyak talenta yang ditampilkan dalam acara ini. Para penonton diharapkan dapat menikmati pertunjukan yang menarik dan mendebarkan dari para peserta yang bersaing.