Ibunda Chacha Frederica Alami Kecelakaan Motor saat Hendak Beri Sumbangan ke Masjid
Chacha Frederica merasa sangat cemas setelah mendengar ibunya mengalami kecelakaan saat naik motor.
Keluarga Chacha Frederica baru saja menerima kabar yang mengejutkan. Ibunya, Hera Sudiyar mengalami kecelakaan saat mengendarai sepeda motor di Kendal, Jawa Tengah.
Kejadian tersebut berlangsung sangat cepat, sehingga Chacha merasa syok saat mendengar berita tersebut. Ia pun menceritakan secara singkat apa yang terjadi sebelum insiden itu. Pagi itu, Chacha dan suaminya, Dico Ganinduto baru saja menghadiri acara peresmian Masjid Agung Kendal.
"Kejadiannya cepat banget ya, aku juga nggak tahu karena paginya itu kita habis ada acara peresmian Masjid Agung Kendal, itu jam 10, jam 11 karena itu kan memang sebelum salat Jumat. Kemudian Mas Dico dan seluruh jajaran sama para Kiai salat Jumat bareng, kemudian kita kembali ke rumah dinas," ungkap Chacha saat ditemui di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, pada Minggu (2/2).
Setelah acara tersebut, Chacha dan suaminya berencana untuk ke Jakarta untuk menghadiri pernikahan sahabat mereka. Mereka telah menyiapkan semua yang diperlukan untuk acara tersebut, termasuk pakaian dan seragam yang akan dikenakan Dico.
"Jadi memang kita sudah mempersiapkan waktu insya Allah akad nikah dan resepsi kita akan datang. Jadi sudah siapkan baju dan Mas Dico juga pakai seragam kan soalnya. Jadi itu memang sudah rencana kita sebagai manusia, tapi rencananya Allah enggak kayak gitu," tambahnya.
Kronologi Kecelakaan
Namun, setibanya di Jakarta Chacha menerima berita yang mengejutkan. Ibunya mengalami kecelakaan saat mengendarai motor. Mendengar hal itu, Chacha langsung merasa panik dan khawatir, terutama mengenai keadaan ibunya.
"Jadi pas kemarin aku baru landing, dikabarkan kalau mama kecelakaan, jatuh dari motor, udah inalillahi, subhanallah, sudah kagetlah. Pertanyaan yang aku tanya lah, kena kepala atau enggak? Karena kalau sudah jatuh dari motor dan kena kepala itu subhanallah itu fatal banget biasanya, enggak semua orang. Tapi, biasanya begitu," tuturnya.
Beruntung, kecelakaan yang dialami ibunya tidak mengakibatkan cedera di bagian kepala. Hal ini sedikit mengurangi rasa cemas Chacha, meskipun ia tetap khawatir karena belum melihat kondisi ibunya secara langsung.
"Enggak, nggak kena kepala, jatuhnya duduk, sekarang juga keadaannya Mama bisa duduk, bisa bicara. Jadi aku pikir oh udah alhamdulillah. Tapi se-alhamdulillah alhamdulillah-nya masih belum tenang karena aku nggak lihat dengan mata kepala aku sendiri, padahal aku sudah dikirimkan videonya juga," kata Chacha.
Tak ingin berlama-lama dalam kecemasan, Chacha segera memesan tiket pesawat untuk kembali ke Kendal agar bisa menjenguk ibunya yang dirawat di RSUD Kendal.
"Akhirnya aku langsung cari tiket, masih di bandara. Jadi baru landing langsung cari tiket pergi lagi ke Semarang. Pergi lagi ke Kendal langsung ke RSUD. Jadi aku je RSUD, langsung cek keadaan mama di sana, mama udah kayak lemas," ucapnya.
Ketika menjenguk, Chacha bertanya kepada ibunya mengapa ia kembali ke masjid setelah acara peresmian. Ternyata, ibunya ingin memberikan sumbangan tambahan untuk keperluan masjid.
"Mama ngapain? Bukannya tadi dari masjid?' 'Iya balik lagi ke masjid karena Mama pengin kasih sumbangan, nggak banyaklah untuk mengecat masjid.' Sampai Mas Dico tuh kebesokannya nanya, 'Mama itu mau ngapain sih sampai balik lagi ke masjid?' 'Pengin ini lagi, da, pengin kasih sumbangan lagi buat cat masjid'," ungkap Chacha.
Tak Mau Merepotkan Orang Lain
Chacha merasa bingung mengapa ibunya tidak mentransfer uang sumbangan tersebut agar lebih mudah. Namun, ibunya memberikan jawaban yang cukup sederhana.
"Ma, kok Mama nggak transfer aja?' 'Itulah Mama juga nge-blank,' katanya gitu," ungkap Chacha.
Lebih jauh, Chacha merenungkan segala kejadian adalah bagian dari takdir yang tidak bisa dipertanyakan.
"Kalau ditanya kenapa, kenapa, kenapa, nggak bisa kita tanyakan takdir Allah kenapa, kenapa, kenapa," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Chacha juga menyampaikan di rumah sebenarnya ada mobil, tetapi sopir keluarga sedang mengantarnya bersama suaminya ke bandara.
"Dan juga kalau dibilang kenapa, padahal di rumah tuh ada mobil, tapi nggak ada sopir. Sopirnya itu kan nganterin aku Mas Dipo ke bandara," tuturnya.
Meskipun di rumah masih ada beberapa anggota keluarga yang bisa mengemudikan mobil, ibunya tetap memilih untuk naik motor bersama orang rumah agar tidak merepotkan.
"Padahal di rumah ada adiknya mama, ada sepupunya mama, ada sepupu aku. Sepupu aku kan bisa nyetir juga. Jelek-jeleknya deh ada Satpol PP, tidak semua Satpol PP bisa nyetir, tapi kadang-kadang tuh ada Satpol PP yang bisa nyetir. Itu pun ada keperluan, biasanya dia yang dimintain tolong," tambahnya.
"Aduh, kalau ditanya kenapa-kenapa, mama nyari sopir, nyari Pak Agam. 'Pak Agam kemana?' 'Oh Pak Agam nggak ada.' 'Oh yaudah ini motor siapa, ayo anterin saya aja deh,' gitu," papar Chacha.