Hera Sudiyar, ibu dari Chacha Frederica, telah menjalani operasi setelah mengalami kecelakaan motor yang mengakibatkan patah tulang paha kiri. Proses operasi yang berlangsung selama 1,5 jam itu dinyatakan berhasil oleh tim medis.
"Alhamdulillah sekarang kabarnya udah baik, hasil operasinya bagus, lancar, lama operasi sekitar 1,5 jam. Habis operasi dokternya juga ketemu sama aku, sama suami, mertua juga nemenin operasi kemarin," ungkap Chacha saat ditemui di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, pada Minggu (2/2).
Setelah menyelesaikan operasi, ibunda Chacha segera menjalani proses penjahitan sebelum dipindahkan ke ruang perawatan intensif. Keberhasilan operasi ini memberikan harapan bagi keluarga Chacha untuk pemulihan yang cepat dan penuh.
Advertisement
Saat ini, proses operasi berlangsung semua bagian yang luka harus dibuka. Chacha bilang Prof Niko mengatakan sang ibu harus dijahit lagi sebelum dipindahkan ke ruang intensif. Pemasangan pen memakan waktu sekitar satu setengah jam.
"Kemudian sekarang lagi mau dijahit semuanya, kan dibuka kan, nah dari Prof Niko ketemu aku, mama dijahit lagi sampai keluar ruangan operasi mau ditaruh di ruangan intensif. Pemasangan pennya itu sekitar 1,5 jam," katanya.
Cedera yang dialami oleh ibu cukup parah. Tulang paha sebelah kiri mengalami patah dengan posisi yang panjang dan miring, sehingga dokter harus memasang lebih dari satu pen untuk menjaga kestabilan tulang tersebut.
"Karena tulang paha sebelah kirinya patah, dan patahnya agak panjang. Habis dioperasi, Prof bilang 'kalau patah tulangnya di sebelah kiri, Prof akan pasang pen di sebelah kiri aja'."
Advertisement
Dokter menjelaskan patah tulang yang dialami ibunda Chacha bersifat memanjang dan miring.
"Tapi ini patahnya memanjang dan miring, karena begitu nggak bisa di bagian sini (paha) doang tapi dengkulnya juga harus dipasang pen," sambungnya.
Dalam proses operasi, dokter merasa cemas karena kondisi tulang ibunda Chacha yang sudah terkena osteoporosis. Jika patah tulang hanya terjadi di satu titik, pemasangan pen dapat dilakukan di area tersebut saja.
Advertisement
Namun, karena patah yang terjadi lebih kompleks, pen harus dipasang dengan lebih menyeluruh untuk memastikan stabilitas tulang yang lebih baik.
"Jadi jika kita melakukan operasi, prosesnya mirip seperti membuat ceker ayam, namun bentuknya menyerupai ular kobra yang dipasang secara berurutan. Setelah selesai menjalani operasi, saya merasa sedikit cemas," ujarnya.
"Ketika beliau memegang tulang ibu, biasanya hanya perlu digeser sedikit dan disambungkan, tetapi kali ini tulangnya adalah milik orang tua, jadi saat digeser terdengar bunyi krek krek krek. Saya merasa khawatir tulangnya bisa hancur karena osteoporosis," tambah Chacha.
Advertisement
Mendengar penjelasan tersebut, Chacha segera menanyakan tentang penyebab osteoporosis. Dia mulai menyadari betapa pentingnya menjaga pola makan yang sehat demi kesehatan tulang.
"Setelah itu, aku tanya mengenai penyebab osteoporosis yang beragam. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti menopause pada wanita, usia yang semakin bertambah, serta gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat," ujarnya.
Chacha pun mulai lebih memperhatikan pola makan demi meningkatkan asupan nutrisi yang baik untuk kesehatan tulangnya.
"Hari ini saya sarapan dengan chia seed, yang merupakan biji-bijian yang sangat baik untuk tubuh. Selain itu, makanan yang kaya akan protein hewani juga sangat bermanfaat untuk tulang. Mari kita tinggalkan kebiasaan mengonsumsi mi instan," tambahnya.
Ia juga mengungkapkan rasa syukur yang mendalam karena operasi kaki ibunya berjalan dengan sukses. Prosedur tersebut dapat dilaksanakan dalam waktu kurang dari 24 jam setelah kecelakaan yang dialami ibunya terjadi, dan ia merasa sangat bersyukur atas hal tersebut.
Advertisement
Chacha mengingatkan dirinya tentang pentingnya mengonsumsi makanan yang baik untuk kesehatan tulang. Ia merasa bersyukur karena ibunya mendapatkan penanganan medis yang cepat dan tepat, sehingga kondisi ibunya dapat ditangani dengan baik.
"Alhamdulillah mama bisa menjalankan operasi. Bisa ditangani dengan baik kurang dari 24 jam. Karena kejadian kan jam 4, jam 3, jam 4 sore. Mama operasi jam 2 siang besokannya. Jadi kan sekitar 22 jam. Jadi sangat-sangat bersyukur dalam waktu kurang dari 24 jam tuh udah bisa ditangani," pungkasnya.