D’Angelo, Musisi Legendaris, Meninggal Setelah Perjuangan Panjang Melawan Kanker
D'Angelo dilaporkan menjalani perawatan paliatif di hospice selama dua minggu sebelum ia meninggal dunia.
Kabar duka menyelimuti dunia musik dengan berpulangnya musisi legendaris D'Angelo. Menurut laporan dari People pada Rabu (15/10), D'Angelo meninggal dunia pada hari Selasa dalam usia 51 tahun. Penyanyi yang telah meraih piala Grammy ini menghembuskan napas terakhir setelah berjuang melawan kanker pankreas. Keluarga D'Angelo telah mengonfirmasi kabar duka ini, menandakan kehilangan yang mendalam bagi mereka.
"Bintang yang bersinar di keluarga kami telah meredupkan cahayanya dalam kehidupan ini. Setelah perjuangan panjang dan berani melawan kanker, dengan penuh dukacita kami mengumumkan bahwa Michael D'Angelo Archer, yang dikenal oleh penggemarnya di seluruh dunia sebagai D'Angelo, telah berpulang, meninggalkan kehidupan ini hari ini, 14 Oktober 2025," ungkap pernyataan resmi dari pihak keluarga.
Meskipun mereka merasakan kesedihan yang mendalam, keluarga D'Angelo tetap bersyukur karena karya-karya yang ditinggalkannya akan terus hidup dalam ingatan banyak orang.
Keluarga juga meminta agar privasi mereka dihormati di tengah masa berduka ini.
"Kami meminta Anda untuk menghormati privasi kami selama masa yang berat ini, tetapi kami juga mengundang Anda semua untuk bergabung dengan kami dalam berduka atas kepergiannya sekaligus merayakan anugerah lagu yang telah ia tinggalkan untuk dunia," tambah mereka dalam pernyataan tersebut.
Sumber yang dihubungi People melaporkan bahwa mendiang D'Angelo telah dirawat di hospice atau perawatan paliatif selama dua minggu, setelah menjalani perawatan di rumah sakit selama berbulan-bulan.
D'Angelo kehilangan ayah dan ibunya
Salah satu fakta yang sangat menyedihkan terkait dengan kabar meninggalnya D'Angelo adalah bahwa anaknya harus kehilangan kedua orang tuanya dalam waktu yang sangat berdekatan.
Hal ini diungkapkan oleh Michael Archer II, anak mendiang, yang baru saja kehilangan ibunya, penyanyi Angie Stone, tujuh bulan yang lalu akibat kecelakaan mobil. Michael menyampaikan rasa terima kasihnya atas segala doa dan dukungan yang telah diterimanya. Ia mengakui bahwa tahun 2025 merupakan tahun yang sangat berat baginya.
“Saya mohon agar Anda terus mendoakan saya karena ini tidak akan mudah, tetapi satu hal yang diajarkan oleh kedua orang tua saya adalah untuk menjadi kuat, dan saya berniat melakukan ini,” kata dia.
Dengan pernyataan tersebut, Michael menunjukkan tekadnya untuk menghadapi masa sulit ini meskipun harus berjuang sendirian. Kehilangan yang dialaminya tentu menjadi beban emosional yang tidak ringan, namun ia berusaha untuk tetap tegar dan melanjutkan hidup dengan semangat yang diwariskan oleh kedua orang tuanya.
D'Angelo merasa sangat sedih atas meninggalnya Angie Stone
Sumber yang dihubungi oleh People mengungkapkan bahwa kepergian Angie Stone sangat mempengaruhi D'Angelo.
"Ia tidak hadir di upacara pemakaman Angie. Ia sangat terpukul," ungkap sumber tersebut, yang menekankan bahwa keduanya memiliki ikatan yang kuat.
Selain itu, sumber tersebut juga menambahkan, "Mereka memang tak lagi bersama secara romantis, tetapi fakta bahwa keduanya meninggal pada tahun yang sama sungguh menyedihkan."
Hal ini menunjukkan betapa dalamnya hubungan mereka meskipun telah berpisah secara romantis. D'Angelo merasa kehilangan yang mendalam, terutama karena momen-momen berharga yang pernah mereka lalui bersama.
Pencapaian D'Angelo
D'Angelo dilahirkan di Richmond, Virginia, Amerika Serikat, pada tanggal 11 Februari 1974.
Menurut laporan dari E! News, karier musiknya dimulai pada usia 17 tahun ketika ia menandatangani kontrak dengan Midnight Songs LLC, setelah Jocelyn Cooper mendengar demo rap dan produsernya pada tahun 1991.
Nama D'Angelo semakin terkenal setelah ia berkontribusi dalam penulisan dan produksi lagu "U Will Know" (1994) untuk Black Men United. Kesuksesannya semakin meningkat dengan peluncuran album studio pertamanya, Brown Sugar (1995), yang membuatnya dianggap sebagai pelopor gerakan musik neo soul. Singel "Lady" dari album ini juga berhasil menempati posisi teratas di sepuluh besar tangga lagu Billboard Hot 100.
Selama perjalanan kariernya, D'Angelo telah melakukan kolaborasi dengan banyak artis ternama, termasuk Erykah Badu dan Lauryn Hill.
Berdasarkan informasi dari situs Grammy Awards, D'Angelo telah meraih empat penghargaan Grammy, termasuk Best R&B Album untuk album Voodoo (2001). Di dunia musik, ia juga dikenal sebagai simbol seks. Namun, orang-orang terdekatnya yang diwawancarai oleh People mengungkapkan bahwa D'Angelo sebenarnya tidak pernah merasa nyaman dengan label tersebut.