Donny Fattah God Bless Dimakamkan di TPU Kampung Kandang, Dikenang Sosok Disiplin dan Berdedikasi

Bassist legendaris God Bless, Donny Fattah, telah dimakamkan di TPU Kampung Kandang setelah berjuang melawan komplikasi penyakit. Kenang sosok Donny Fattah yang disiplin dan berdedikasi tinggi pada musik.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Donny Fattah God Bless Dimakamkan di TPU Kampung Kandang, Dikenang Sosok Disiplin dan Berdedikasi
Bassist legendaris God Bless, Donny Fattah, telah dimakamkan di TPU Kampung Kandang setelah berjuang melawan komplikasi penyakit. Kenang sosok Donny Fattah yang disiplin dan berdedikasi tinggi pada musik. (AntaraNews)

Musisi legendaris Donny Fattah, bassist dari band rock kenamaan God Bless, telah berpulang. Ia dimakamkan pada hari Sabtu, 7 Maret 2026, di Taman Pemakaman Umum (TPU) Kampung Kandang, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dihadiri oleh keluarga dekat serta personel God Bless.

Pria kelahiran Makassar, 24 September 1949 ini, menghembuskan napas terakhir setelah menghadapi perjuangan panjang melawan komplikasi tiga penyakit serius. Penyakit tersebut meliputi sarkopenia (penurunan massa otot), penyumbatan vaskular, dan autoimun yang menggerogoti kesehatannya dalam beberapa bulan terakhir. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi dunia musik Indonesia.

Kehadiran para sahabat dan rekan seperjuangan, termasuk Ahmad Albar dan Ian Antono, menjadi saksi bisu penghormatan terakhir. Mereka mengenang Donny sebagai sosok yang berdedikasi tinggi terhadap musik dan memiliki semangat yang tak pernah padam. Pemakaman ini menandai berakhirnya perjalanan panjang seorang musisi hebat.

Perjuangan Melawan Penyakit dan Kesaksian Sahabat

Kondisi kesehatan Donny Fattah memang sudah menunjukkan penurunan signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Ia berjuang keras melawan sarkopenia, penyumbatan vaskular, dan autoimun yang secara bertahap melemahkan tubuhnya. Komplikasi penyakit ini menjadi penyebab utama kepergian sang bassist legendaris.

Ahmad Albar, vokalis God Bless, mengungkapkan bahwa ia sudah tidak bertemu langsung dengan Donny selama dua hingga tiga bulan terakhir. Meskipun demikian, hubungan persahabatan mereka tetap terjalin erat dan baik. Ahmad Albar selalu mengikuti perkembangan kondisi kesehatan Donny dari jauh.

Gitaris God Bless, Ian Antono, juga mengaku terkejut dengan kabar duka ini. Ia bahkan berencana menjenguk Donny di RS Fatmawati pada pagi hari sebelum mendapat kabar kepergian sahabatnya.

Donny Fattah sendiri pernah mengungkapkan bahwa ia harus mengonsumsi puluhan obat setiap hari untuk mengendalikan kondisinya, bahkan mencapai 32 jenis obat untuk tiga penyakitnya.

Dedikasi Tak Tergantikan di God Bless

Meskipun kondisi kesehatannya menurun, Donny Fattah tetap menunjukkan dedikasi luar biasa terhadap God Bless. Ia masih sempat berpartisipasi dalam beberapa penampilan penting, termasuk konser 50 Tahun God Bless. Kehadirannya di panggung menjadi bukti nyata kecintaannya pada musik.

Namun, keterlibatan Donny terbatas pada jadwal manggung di Jakarta saja. Untuk penampilan di luar kota, posisinya digantikan oleh bassist additional player, Arya. Keputusan ini diambil demi menjaga stamina dan kesehatannya, tanpa mengurangi kualitas penampilan God Bless.

Sejak awal bergabung, Donny Fattah dikenal sebagai personel yang sangat disiplin dalam menjalankan tugasnya. Kedisiplinan ini menjadi salah satu ciri khas yang selalu dikenang oleh rekan-rekan bandnya. Donny selalu memberikan yang terbaik untuk God Bless.

Bagi Donny, panggung justru menjadi obat bagi kondisi mental dan semangat hidupnya, di mana manggung bersama God Bless bisa membantu mengobati rasa sakit yang ia rasakan.

Kenangan dan Kehilangan Mendalam

Ahmad Albar secara pribadi sangat mengagumi sosok Donny Fattah yang asik dalam pertemanan. Semangat bermusik Donny yang tak pernah padam juga menjadi inspirasi bagi seluruh personel God Bless. Ahmad Albar merasa sangat kehilangan sahabat yang telah membersamainya selama 50 tahun berkarya.

Selain dedikasinya pada musik, Donny juga dikenal memiliki kedisiplinan tinggi dalam menjalankan ibadah sholat. Ahmad Albar mengenang Donny sebagai sosok yang selalu tepat waktu menunaikan sholat, bahkan di tengah-tengah sesi latihan band. Ini menunjukkan integritas dan komitmennya dalam berbagai aspek kehidupan.

Putri almarhum, Cindy Fattah, juga menyebut ayahnya sebagai sosok yang taat agama dan selalu memberikan teladan iman bagi anak-anaknya. Sementara putranya, Iman Fattah, mengenang sang ayah sebagai musisi dengan semangat berkarya yang sangat besar, bahkan saat sakit.

Kepergian Donny Fattah menambah daftar kehilangan dalam tubuh God Bless. Sebelumnya, drummer Yaya Moektio juga telah berpulang lebih dulu pada Desember 2025. Duka ini menjadi pengingat akan fana-nya kehidupan dan pentingnya menghargai setiap momen bersama.

Pemakaman Donny Fattah turut dihadiri oleh penyanyi senior Camelia Malik, yang juga turut menyampaikan belasungkawa. Kehadiran para kolega dan sahabat menunjukkan betapa Donny Fattah dicintai dan dihormati oleh banyak pihak.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi