Wujudkan Indonesia Emas 2045, Begini Strategi BRI Life Bangun Generasi Penerus Bangsa
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momen berharga dalam meningkatkan kesadaran bersama akan pentingnya masa tumbuh kembang anak.
Hari Anak Nasional 2025 diperingati pada 23 Juli 2025 dan menandai tahun ke-41 sejak pertama kali diselenggarakan. Peringatan tahun ini mengusung tema 'Anak Hebat, Indonesia Kuat menuju Indonesia Emas 2045', yang mencerminkan komitmen bersama untuk membangun semangat generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan terlindungi.
Peringatan Hari Anak Nasional merupakan bentuk nyata dari penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak anak sebagai generasi penerus bangsa yang memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional.
Sejalan dengan hal tersebut, BRI Life berkomitmen untuk turut memberikan perhatian terhadap perlindungan hak-hak dasar anak-anak Indonesia, khususnya dalam mendukung terciptanya generasi yang sehat, tangguh dan terlindungi secara berkelanjutan.
Direktur Pemasaran BRi Life, Sutadi mengatakan, anak-anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus dijaga, dilindungi, dan dipersiapkan dengan baik sejak dini.
"Kami berkomitmen untuk menciptakan ruang yang aman, menyenangkan, dan edukatif bagi anak-anak. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan edukasi kepada para orang tua mengenai pentingnya pemenuhan gizi, kesehatan, serta perlindungan anak secara menyeluruh," ucap Sutadi dikutip di Jakarta, Selasa (29/7).
Dalam rangka memaknai peringatan Hari Anak Nasional tahun ini, BRI Life bekerja sama dengan masyarakat Menteng Dalam Jakarta Selatan, menyelenggarakan rangkaian kegiatan sosial dan edukatif yang ditujukan bagi anak-anak dan orang tua.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momen berharga dalam meningkatkan kesadaran bersama akan pentingnya masa tumbuh kembang anak secara optimal, sekaligus memperkuat peran keluarga dan lingkungan dalam membentuk generasi penerus bangsa yang sehat, kreatif, dan berakhlak mulia.
Pada perayaan Hari Anak Nasional tahun ini, BRI Life berkolaborasi dengan masyarakat dan Dinas Kesehatan setempat dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial dan edukatif, antara lain penyuluhan kesehatan mulut dan gigi, penyuluhan gizi dan kesehatan anak, edukasi mengenai peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak khususnya terkait stunting pada anak dan balita, serta upaya pencegahannya. Selain itu diadakan games edukatif dan interaktif bagi peserta ibu dan anak.
Sejarah Hari Anak Nasional
Hari Anak Nasional (HAN) merupakan momentum penting yang diperingati setiap tahun di Indonesia, menegaskan komitmen bangsa dalam melindungi hak-hak anak. Peringatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan memiliki akar sejarah dan dasar hukum yang kuat yang patut diketahui.
Tujuan utama peringatan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan hak anak. Anak-anak adalah aset berharga dan penerus bangsa, sehingga setiap tumbuh kembang mereka perlu dilindungi dengan aman, sehat, dan penuh kasih sayang.
Melalui Hari Anak Nasional, diharapkan anak-anak Indonesia dapat menikmati hak atas pendidikan, kesehatan, serta perlindungan dari kekerasan. Mereka juga berhak atas kesempatan untuk berkembang sebagai generasi penerus bangsa yang unggul, menjadi pondasi masa depan Indonesia yang lebih baik.
Awal Mula Gagasan Hari Anak Nasional
Gagasan untuk memperingati Hari Anak Nasional di Indonesia bermula dari inisiatif Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Organisasi wanita yang didirikan tahun 1946 ini memiliki akar sejarah kuat sejak Kongres Perempuan Indonesia I pada 1928. Dalam sidang tahun 1951, Kowani secara resmi mengusulkan penetapan Hari Kanak-Kanak Nasional.
Perayaan Hari Kanak-Kanak Nasional pertama kali diadakan pada tahun 1952 dalam sebuah acara bertajuk Pekan Kanak-Kanak. Saat itu, anak-anak berpartisipasi dalam pawai di Istana Merdeka dan disambut langsung oleh Presiden Soekarno. Acara ini menandai dimulainya perhatian serius terhadap hak dan kesejahteraan anak di Indonesia.
Setelah perayaan perdana tersebut, perencanaan Pekan Kanak-Kanak dilakukan lebih serius pada Sidang Kowani di Bandung tahun 1953. Meskipun demikian, pada awalnya peringatan ini belum memiliki tanggal yang tetap dan masih dalam tahap penjajakan.
Perjalanan Penetapan Tanggal Peringatan Resmi
Seiring berjalannya waktu, tanggal peringatan Hari Anak Nasional sempat mengalami beberapa perubahan. Pada tahun 1959, pemerintah menetapkan tanggal 1-3 Juni untuk merayakan hari anak di Indonesia. Pemilihan tanggal tersebut diselaraskan dengan Hari Anak Internasional dan berdekatan dengan hari ulang tahun Presiden Soekarno.
Kemudian, pada tahun 1964, Kowani memperpanjang durasi peringatan menjadi 1 Juni-6 Juni, dengan tanggal 6 Juni dipilih untuk menghormati hari kelahiran Soekarno. Namun, penetapan tanggal ini kemudian dianggap kurang memiliki nilai historis yang kuat dan relevan dengan konteks nasional.
Penetapan tanggal 23 Juli sebagai Hari Anak Nasional secara resmi dilakukan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984. Keputusan penting ini ditandatangani langsung oleh Presiden Soeharto pada tanggal 19 Juli 1984. Sejak saat itu, tanggal 23 Juli diperingati sebagai Hari Anak Nasional di Indonesia.