Wamen ESDM: Jargas Beyond Pipeline Solusi Percepat Akses Energi Bersih
Wakil Menteri ESDM Yuliot menegaskan Jargas Beyond Pipeline menjadi inovasi kunci untuk memperluas akses energi bersih dan hemat bagi masyarakat di seluruh Indonesia, bahkan hingga ke wilayah terpencil.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) Yuliot menyatakan bahwa inovasi pemanfaatan jaringan gas bumi (jargas) tanpa pipa atau beyond pipeline menjadi solusi strategis untuk memperluas akses energi bersih dan hemat bagi masyarakat. Menurutnya, inovasi ini mempermudah masyarakat dalam merasakan akses terhadap energi bersih.
Melalui inovasi compressed natural gas (CNG) clustering, gas bumi kini dapat didistribusikan hingga ke wilayah yang sebelumnya belum terjangkau jaringan pipa. Yuliot menekankan bahwa ini adalah contoh nyata keberhasilan pemanfaatan gas bumi yang efisien, terjangkau, dan ramah lingkungan.
Peninjauan implementasi jargas berbasis CNG di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadi bukti komitmen pemerintah dalam mendorong pemanfaatan gas bumi sebagai energi transisi. Inovasi beyond pipeline ini memperkuat ketahanan energi nasional dan menunjukkan bahwa pemerataan akses energi tidak harus menunggu pembangunan jaringan pipa transmisi gas bumi.
Inovasi Jargas Beyond Pipeline Jangkau Wilayah Terpencil
Inovasi jargas beyond pipeline berbasis CNG menjadi solusi percepatan penyediaan energi bersih bagi masyarakat di wilayah yang belum terhubung dengan jaringan pipa utama. Sistem CNG clustering memungkinkan gas bumi disalurkan secara aman dan andal ke berbagai lokasi.
Di Sleman, implementasi jargas berbasis CNG telah berhasil melayani 4.545 sambungan rumah tangga, enam pelanggan kecil, dan empat pelanggan komersial. Infrastruktur pendukung layanan ini mencakup jaringan distribusi gas sepanjang lebih dari 141 kilometer.
Rata-rata penyaluran gas bumi kepada pelanggan jargas di Sleman mencapai 84 ribu meter kubik per bulan. Angka ini setara dengan pemanfaatan sekitar 64 metrik ton LPG setiap bulannya.
Target Ambisius dan Dampak Ekonomi Jargas Nasional
Pemerintah menargetkan penambahan 160.000 satuan sambungan rumah tangga (SR) di berbagai kota pada tahun 2026, yang akan dilakukan melalui proses percepatan. Lelang untuk proyek ini direncanakan berlangsung pada akhir Juli mendatang.
Target SR tersebut akan tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan, disesuaikan dengan kedekatan sumber gas di masing-masing daerah. Selain itu, pemerintah juga sedang mempersiapkan anggaran dari APBN untuk meningkatkan total sambungan menjadi 1 juta SR pada tahun 2027, dengan harapan dapat terlaksana pada tahun 2028.
Pemanfaatan gas bumi tidak hanya menyasar sektor rumah tangga, tetapi juga akan diperluas untuk mendukung sektor produktif seperti UMKM, restoran, hotel, hingga fasilitas kesehatan. Salah satu pelanggan komersial, Rumah Makan Payakumbuah di Yogyakarta, melaporkan penghematan biaya energi antara 30 hingga 33 persen setelah beralih ke jargas.
Keamanan dan Penguatan Ketahanan Energi Nasional
Direktur Utama PGN, Arief K Risdianto, mengapresiasi dukungan Kementerian ESDM dan semua pemangku kepentingan dalam pengembangan jargas berbasis CNG di Sleman. Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terkait keamanan, karena CNG bertekanan tinggi sekitar 200 bar telah disesuaikan dengan sistem klaster agar mengalir aman ke dapur-dapur rumah tangga.
Dengan pengawasan ketat dan teknologi pengaturan tekanan (PRS) yang andal, aliran gas bumi ke dapur dipastikan aman untuk penggunaan sehari-hari. Kehadiran jargas ini tidak hanya memberikan kemudahan bagi rumah tangga, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendukung upaya pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG dan menekan beban subsidi energi.
Saat ini, pengelolaan jargas telah menjangkau 827 ribu sambungan rumah di 18 provinsi dan 74 kabupaten/kota. Melalui RPJMN 2026-2029, pemerintah menargetkan pengembangan sekitar 350 ribu sambungan rumah per tahun melalui berbagai skema pendanaan, sekaligus membuka peluang pemanfaatan gas bumi yang lebih luas pada sektor produktif.
Sumber: AntaraNews