Kenang Peran Penting Reformasi Polri, Kapolri Ziarah Makam Gus Dur Jelang Hari Bhayangkara ke-80

Kapolri Ziarah Gus Dur menjelang Hari Bhayangkara ke-80, mengenang kontribusi besar Presiden ke-4 RI dalam reformasi Polri dan semangat profesionalisme institusi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kenang Peran Penting Reformasi Polri, Kapolri Ziarah Makam Gus Dur Jelang Hari Bhayangkara ke-80
Kapolri Ziarah Gus Dur menjelang Hari Bhayangkara ke-80, mengenang kontribusi besar Presiden ke-4 RI dalam reformasi Polri dan semangat profesionalisme institusi. (AntaraNews)

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo melakukan ziarah ke makam Presiden Ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang akan jatuh pada 1 Juli mendatang. Ziarah Kapolri Ziarah Gus Dur ini menjadi bentuk penghormatan atas jasa-jasa besar beliau bagi bangsa.

Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan mengenang semangat reformasi nasional yang diusung Gus Dur. Beliau memiliki kontribusi penting dalam penguatan institusi Polri menjadi lembaga yang profesional dan mandiri. Momen ini juga diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh insan Bhayangkara untuk terus menjaga profesionalisme.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolri terlihat mengenakan peci, memanjatkan doa, serta menaburkan bunga di pusara Gus Dur. Kedatangan Kapolri disambut hangat oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Machfudz atau Gus Kikin, yang turut mengalungkan surban sebagai simbol penghormatan.

Ziarah Kapolri Ziarah Gus Dur ini bukan sekadar tradisi, melainkan sebuah bentuk penghargaan mendalam dari institusi Polri. Gus Dur dikenal sebagai tokoh bangsa yang memiliki peran krusial dalam perjalanan demokrasi dan reformasi di Indonesia. Penghormatan ini menegaskan pengakuan Polri terhadap warisan pemikiran dan perjuangan beliau.

Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa Gus Dur memiliki peran penting dalam sejarah bangsa, termasuk dalam proses penguatan institusi Polri sebagai lembaga yang profesional dan mandiri. Semangat reformasi yang diusung Gus Dur terus relevan hingga saat ini.

Momen menjelang Hari Bhayangkara ke-80 ini menjadi kesempatan bagi seluruh anggota Polri untuk merenungkan kembali nilai-nilai luhur. Mereka diingatkan untuk terus menjaga semangat reformasi, meningkatkan profesionalisme, dan senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ini adalah inti dari pesan yang ingin disampaikan melalui ziarah ini.

Salah satu kontribusi terbesar Gus Dur adalah dalam transformasi institusi Polri. Pada masa kepemimpinannya sebagai Presiden RI (20 Oktober 1999 hingga 23 Juli 2001), agenda reformasi terus diperkuat. Beliau mendorong profesionalisme militer dan supremasi sipil dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Tonggak penting pada era Gus Dur adalah dikukuhkannya pemisahan TNI dan Polri. Hal ini diatur melalui TAP MPR Nomor VI Tahun 2000 tentang Pemisahan TNI dan Polri serta TAP MPR Nomor VII Tahun 2000 tentang Peran TNI dan Polri.

Pemisahan ini menjadi fondasi bagi Polri untuk mengembangkan diri sebagai institusi yang independen dan fokus pada tugas-tugas kepolisian. Warisan pemikiran Gus Dur menjadi bagian penting dalam proses pembentukan Polri yang profesional, modern, dan mandiri. Ini adalah langkah fundamental dalam reformasi Polri.

Selain dikenal sebagai tokoh reformasi, Gus Dur juga dikenang sebagai "Bapak Pluralisme". Julukan ini disematkan karena konsistensinya dalam memperjuangkan nilai-nilai toleransi dan keberagaman. Beliau selalu menghormati hak-hak warga negara tanpa memandang latar belakang.

Semangat pluralisme ini sejalan dengan upaya Polri untuk melayani seluruh lapisan masyarakat secara adil dan tanpa diskriminasi. Pemikiran Gus Dur tentang keberagaman menjadi inspirasi bagi Polri dalam menjaga ketertiban umum. Hal ini juga memperkuat persatuan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

Oleh karena itu, ziarah Kapolri Ziarah Gus Dur ini tidak hanya mengenang jasa dalam reformasi institusi. Lebih dari itu, kunjungan ini juga menegaskan komitmen Polri untuk terus mengamalkan nilai-nilai toleransi dan profesionalisme. Nilai-nilai tersebut merupakan warisan berharga dari seorang tokoh besar bangsa.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi