Toko Kelontong Pengecer LPG 3 Kg Bisa Beralih Jadi Pangkalan, Begini Caranya
Pengecer yang berpotensi menjadi pangkalan akan ditentukan oleh Kementerian ESDM.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, mengungkapkan, pengecer LPG 3 kilogram tetap dapat memperoleh pasokan dan menjual tabung gas melon.
Namun, untuk melakukannya, pengecer diwajibkan memiliki nomor induk berusaha (NIB) yang didapatkan melalui pendaftaran di Sistem Online Single Submission (OSS).
Kementerian ESDM sedang menyusun mekanisme agar pasokan LPG 3 kg yang digunakan oleh masyarakat sesuai dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah.
"Jadi yang pengecer justru kita jadikan pangkalan. Itu ada formal untuk mereka mendaftarkan nomor induk berusaha terlebih dahulu," kata Yuliot saat konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM pada Jumat, 31 Januari 2025, yang dikutip pada Sabtu (1/2).
Diberi Waktu Satu Bulan
Dengan kebijakan ini, Yuliot menegaskan, pengecer LPG 3 kg tidak akan hilang begitu saja. Mereka diberikan waktu satu bulan untuk menjual LPG 3 kg sebelum peralihan dilakukan.
"Per 1 Februari, peralihan. Karena itu ada jeda waktu. Kita berikan untuk satu bulan, pengecer jadi pangkalan," tambahnya.
Yuliot juga menjelaskan, pihaknya telah mengintegrasikan sistem ini dengan data kependudukan yang ada di Kementerian Dalam Negeri. Dengan demikian, pengecer masih dapat menerima pasokan dan menjual LPG 3 kg asalkan mereka memiliki NIB.
"Nomor induk berusaha itu diterbitkan melalui OSS. Jadi perseorangan pun boleh. Itu bisa mendaftarkan nomor induk kependudukannya sebagai dasar, kemudian masuk dalam skema OSS," jelas Yuliot.
Kenapa Aturan Diberlakukan?
Yuliot menilai, skema distribusi baru untuk LPG 3 kg ini bertujuan untuk memutus mata rantai penyaluran yang sering kali tidak tepat sasaran.
"Kita enggak ada istilah naik kelas. Mereka mendaftarkan saja. Justru dari pengecer kalau mereka jadi pangkalan, itu kan justru mata rantainya akan lebih pendek. Ini kan juga ada satu layer tambahan. Ini yang kita hindari," pungkas Yuliot.
Pemerintah melalui skema baru ini memastikan bahwa kebutuhan masyarakat akan LPG 3 kg dapat terpantau dengan baik. Pendistribusian gas dilakukan melalui pangkalan resmi Pertamina dan pengecer yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) serta terdaftar di OSS.
Dengan langkah ini, praktik penimbunan tabung gas melon oleh pengecer tidak akan terjadi lagi.
"Jadi satu mata rantai pengecer itu kan sudah enggak ada lagi. Kita catatkan, jadi distribusi ini tercatat secara keseluruhan," kata Yuliot.
Hal ini memungkinkan pencatatan yang akurat mengenai kebutuhan distribusi.
"Jadi kalau ini tercatat, berapa kebutuhan distribusi, ya kita akan siapkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Jadi mungkin itu juga tidak terjadi oversupply untuk penggunaan LPG yang tidak tepat," ujarnya.
Dengan demikian, sistem distribusi yang baru ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat secara efisien dan menghindari pemborosan sumber daya.
Pasokan Terjamin Aman
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) menjamin ketersediaan stok LPG 3 kg di pangkalan resmi sekitar Jakarta dalam keadaan aman.
Setelah melakukan pemeriksaan di berbagai lokasi di DKI Jakarta dan sekitarnya, menjelang penghentian distribusi tabung gas melon kepada pengecer pada 1 Februari 2025.
Pjs Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB PT Pertamina Patra Niaga, Joevan Yudha Achmad, mengungkapkan bahwa lebih dari 15 titik pangkalan telah diperiksa untuk memastikan ketersediaan dan pasokan LPG 3 kg.
“Kami memastikan bahwa stok LPG di wilayah Jakarta dan sekitarnya saat ini dalam kondisi aman, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” kata Joevan dalam keterangan tertulis, Jumat (31/1).
"Sejak libur panjang kemarin, kami telah melakukan pengecekan di beberapa pangkalan di wilayah Sales Area Retail Jabode. Di antaranya di wilayah Pademangan, Jakarta Utara, Johar Baru, Jakarta Pusat, serta Cengkareng, Jakarta Barat pada Kamis (30/1/2025).”
Untuk memenuhi peningkatan permintaan masyarakat selama libur panjang dari 27 hingga 31 Januari 2025, Pertamina Patra Niaga Regional JBB telah menambah stok LPG 3 kg sebanyak 711.800 tabung.
Pertamina Patra Niaga secara aktif menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait di DKI Jakarta. Mereka juga melakukan pemantauan harian terhadap ketersediaan stok di pangkalan.
"Kami juga berkoordinasi dengan Hiswana Migas untuk memastikan bahwa agen LPG dapat segera melakukan suplai ke pangkalan dan memastikan pembelian di pangkalan dilakukan dengan menggunakan KTP," kata Joevan.
Selain itu, dia menekankan pentingnya masyarakat untuk membeli LPG 3 kg di pangkalan resmi Pertamina, serta memprioritaskan penggunaannya untuk kebutuhan rumah tangga.
Di sisi lain, Heppy Wulansari selaku Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga mengungkapkan bahwa selama periode libur panjang, penyerapan LPG 3 kg di seluruh Indonesia mengalami peningkatan yang sangat signifikan.
"Sebanyak 9.234.667 tabung LPG 3 kg telah disiapkan pada tanggal 27 dan 29 Januari 2025, dan seluruhnya telah terserap, yang menunjukkan tingginya permintaan," jelas Heppy.