Tahukah Anda? Zurich Tanam Mangrove di 6 Kota Besar, Targetkan 1.500 Pohon untuk Lingkungan dan Emisi
PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk (Zurich) meluncurkan inisiatif **Zurich Tanam Mangrove** di enam kota besar, menargetkan 1.500 pohon. Aksi ini wujud komitmen lingkungan dan penurunan emisi gas rumah kaca, bagaimana dampaknya?
PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk (Zurich) secara aktif menunjukkan komitmennya terhadap lingkungan melalui inisiatif konkret. Perusahaan ini meluncurkan gerakan penanaman pohon mangrove yang ambisius di enam kota besar di Indonesia. Langkah ini merupakan bagian penting dari upaya mereka untuk berkontribusi pada keberlanjutan ekosistem pesisir.
Gerakan penanaman pohon mangrove ini telah dimulai pada bulan September 2024 dan direncanakan akan terus berlanjut. Kegiatan konservasi ini akan berlangsung hingga akhir Oktober 2025 mendatang. Zurich bekerja sama erat dengan empat perusahaan lembaga jasa keuangan lain yang tergabung dalam One Financial Group.
Enam kota strategis yang menjadi sasaran penanaman adalah Jakarta, Surabaya, Semarang, Denpasar, Makassar, dan Medan. Lebih dari 1.500 pohon mangrove ditargetkan untuk ditanam dalam program ini. Aksi besar ini melibatkan partisipasi aktif dari lebih dari 250 sukarelawan karyawan dari Zurich dan seluruh anggota One Financial Group.
Komitmen Lingkungan Zurich dan One Financial Group
Zurich, bersama dengan anggota One Financial Group lainnya, menegaskan dedikasinya pada isu lingkungan yang mendesak. Kolaborasi strategis ini melibatkan entitas kuat seperti MUFG Bank, PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon), PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance), dan PT Home Credit Indonesia (Home Credit Indonesia). Mereka bersatu dalam misi untuk menciptakan dampak positif yang lebih besar bagi bumi dan masyarakat luas.
Inisiatif penanaman Zurich Tanam Mangrove ini menargetkan lebih dari 1.500 pohon yang akan disebar. Kegiatan ini akan dilaksanakan di berbagai wilayah pesisir yang rentan di enam kota strategis di Indonesia. Partisipasi sukarelawan dari karyawan menjadi kunci utama keberhasilan program ini, menunjukkan semangat kolektif. Lebih dari 250 individu telah mendaftar dan siap untuk berkontribusi langsung dalam aksi nyata ini.
Tini Nurianto, Chief HC, Marketing and Communication Officer Zurich, menekankan pentingnya gerakan ini bagi masa depan. "Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap masyarakat dan lingkungan," ujarnya. Komitmen ini selaras dengan tujuan nasional Indonesia dalam mengatasi perubahan iklim. Hal ini juga mendukung target penurunan emisi gas rumah kaca yang ambisius yang telah ditetapkan pemerintah.
Mendukung Target Emisi Nasional dan Keberlanjutan Jangka Panjang
Zurich meyakini bahwa gerakan Zurich Tanam Mangrove ini secara signifikan mendukung komitmen Indonesia di tingkat global. Negara ini menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca hingga 43,2 persen dengan bantuan internasional, atau 31,8 persen tanpa bantuan. Target ambisius ini diharapkan dapat tercapai pada tahun 2030 mendatang, menunjukkan keseriusan Indonesia. Selain itu, Indonesia juga bertekad kuat untuk mencapai net zero emission pada tahun 2060.
Pohon mangrove memiliki peran vital dalam penyerapan karbon dioksida dari atmosfer, menjadikannya solusi alami yang efektif. Ekosistem mangrove juga berfungsi sebagai pelindung alami yang tangguh dari abrasi pantai dan intrusi air laut, menjaga garis pantai tetap stabil. Oleh karena itu, penanaman ini bukan hanya mengurangi emisi gas rumah kaca, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan pesisir dari dampak buruk perubahan iklim.
Selain program Zurich Tanam Mangrove, Zurich juga telah melakukan inisiatif lingkungan lainnya yang berdampak positif. Mereka menanam 4.000 bibit kopi dan 500 bibit cengkih di wilayah pedesaan. Penanaman ini dilakukan bersama masyarakat Desa Cipta Gelar, Sukabumi, Jawa Barat, menunjukkan pendekatan kolaboratif. Program tersebut bertujuan membawa manfaat ekonomi dan lingkungan yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.
Tini Nurianto menambahkan bahwa program lingkungan ini memiliki dampak jangka panjang yang signifikan. "Bagi keluarga petani, pohon yang ditanam hari ini bisa menjadi harapan baru," katanya, menyoroti aspek sosial ekonomi. Pohon-pohon tersebut tidak hanya menjaga lingkungan agar tetap hijau dan lestari, tetapi juga berpotensi menjadi sumber penghidupan berkelanjutan bagi generasi berikutnya.
Sumber: AntaraNews