Fakta Unik: ASPPI Aceh Tanam 5.000 Mangrove di Hari Pariwisata Sedunia, Wujudkan Destinasi Hijau di Lampulo
Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Aceh tanam mangrove sebanyak 5.000 batang di Mangrove Park Lampulo dalam rangka Hari Pariwisata Sedunia, wujudkan pariwisata hijau dan lestarikan pesisir.
Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Aceh baru-baru ini menggelar aksi penanaman mangrove besar-besaran. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 27 September, bertepatan dengan peringatan Hari Pariwisata Sedunia.
Lokasi penanaman dipusatkan di Mangrove Park Lampulo, sebuah kawasan yang terletak di Kompleks Pelabuhan Perikanan Samudera Kutaraja, Banda Aceh. Inisiatif ini bertujuan untuk melestarikan kawasan pesisir dan mencegah abrasi pantai yang kerap mengancam.
Selain itu, aksi penanaman 5.000 batang mangrove ini juga menjadi langkah konkret ASPPI Aceh dalam mewujudkan konsep ekonomi dan pariwisata hijau di Provinsi Aceh. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi lingkungan dan sektor pariwisata.
Mendukung Konservasi Lingkungan dan Pariwisata Hijau
Ketua ASPPI Aceh, Azwani Awi, menjelaskan bahwa penanaman mangrove ini merupakan bagian dari upaya mendukung konservasi lingkungan. Sebanyak 5.000 batang mangrove ditanam untuk memperingati Hari Pariwisata Sedunia, menunjukkan komitmen pelaku pariwisata terhadap keberlanjutan.
Menurut Azwani, Mangrove Park Lampulo kini telah menjadi salah satu destinasi pariwisata menarik di Kota Banda Aceh. Pengembangan hutan mangrove di lokasi ini diharapkan dapat lebih jauh mendukung konsep pariwisata hijau di ibu kota provinsi ujung barat Indonesia tersebut.
Pariwisata hijau, atau green tourism, adalah sebuah pendekatan pariwisata yang sangat berfokus pada pelestarian lingkungan alam. Konsep ini juga menekankan dukungan terhadap kebudayaan lokal serta pemberdayaan masyarakat sekitar, menciptakan ekosistem pariwisata yang bertanggung jawab.
Potensi Mangrove Park Lampulo sebagai Destinasi Edukasi
Mangrove Park Lampulo memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai destinasi wisata edukasi dan konservasi. Kawasan hutan bakau ini mencakup area seluas 11 hektare, dengan jumlah mangrove yang telah ditanam mencapai ratusan ribu batang.
Azwani Awi mengajak seluruh kalangan pelaku pariwisata untuk turut serta mempromosikan keberadaan pariwisata hijau di Mangrove Park Lampulo. Promosi ini penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan wisatawan akan pentingnya menjaga lingkungan.
Selain promosi, ASPPI Aceh juga mendorong pengembangan paket wisata yang inovatif dari hutan bakau tersebut. Paket wisata yang dapat ditawarkan meliputi kegiatan penanaman mangrove berkelanjutan, edukasi terkait konservasi lingkungan hidup, maupun aktivitas pariwisata lainnya yang relevan dengan alam.
Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga pada pengembangan ekonomi lokal melalui pariwisata yang bertanggung jawab. Dengan demikian, Mangrove Park Lampulo diharapkan dapat menjadi contoh sukses implementasi pariwisata hijau di Indonesia.
Sumber: AntaraNews