Tahukah Anda? Penyaluran KUR Sulsel Capai Rp12,20 Triliun, Tertinggi di Luar Jawa!
Penyaluran KUR Sulsel hingga September 2025 tembus Rp12,20 triliun, menjadikannya yang tertinggi di luar Pulau Jawa. Sektor pertanian mendominasi, namun sektor perikanan masih jadi tantangan.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan Sulawesi Selatan (Sulsel) mengumumkan capaian signifikan dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di wilayahnya. Hingga September 2025, total dana yang tersalurkan telah mencapai angka Rp12,20 triliun. Informasi ini disampaikan langsung oleh Kepala Kakanwil DJPb Sulsel, Supendi, di Makassar pada hari Jumat.
Angka penyaluran KUR Sulsel sebesar Rp12,20 triliun ini menempatkan Sulawesi Selatan sebagai provinsi dengan penyaluran tertinggi di luar Pulau Jawa. Pencapaian ini menunjukkan peran penting program KUR dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Program ini terus menjadi tulang punggung pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai sektor.
Dana sebesar Rp12,20 triliun tersebut telah berhasil menjangkau 210.717 orang debitur di seluruh wilayah Sulawesi Selatan. Jumlah debitur yang besar ini mencerminkan luasnya jangkauan dan dampak positif KUR terhadap masyarakat. Keberhasilan ini juga menjadi indikator keberlanjutan upaya pemerintah dalam mendorong inklusi keuangan dan pemberdayaan ekonomi.
Dominasi Sektor Pertanian dalam Penyaluran KUR Sulsel
Dari total penyaluran KUR Sulsel yang mencapai Rp12,20 triliun, sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan mendominasi dengan angka Rp6,08 triliun. Angka ini merupakan lebih dari setengah dari total penyaluran keseluruhan, menunjukkan betapa vitalnya sektor ini bagi perekonomian Sulawesi Selatan. Penyaluran KUR untuk pertanian ini menjadi bukti nyata dukungan terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.
Selain sektor pertanian, sektor usaha perdagangan besar dan eceran juga menerima porsi signifikan dari penyaluran KUR, yakni sebesar Rp3,87 triliun. Hal ini mengindikasikan geliat aktivitas perdagangan di Sulsel yang terus didukung oleh akses permodalan. Sektor jasa kemasyarakatan, sosial budaya, hiburan, dan perorangan lainnya juga mendapatkan alokasi sebesar Rp836 miliar.
Sisa penyaluran KUR sebesar Rp1,41 triliun lebih tersebar di berbagai sektor lainnya, menunjukkan diversifikasi dukungan finansial. Meskipun demikian, sektor pertanian tetap menjadi fokus utama dalam distribusi dana KUR di wilayah ini. Dukungan berkelanjutan terhadap sektor-sektor ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata dan berkelanjutan.
Tantangan Penyaluran KUR untuk Sektor Perikanan
Meskipun capaian penyaluran KUR Sulsel secara keseluruhan sangat baik, Supendi menyoroti masih rendahnya alokasi untuk sektor perikanan. Penyaluran KUR bagi sektor ini masih berada di angka sekitar Rp600 miliar lebih, jauh di bawah potensi yang ada. Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi pihak perbankan dan pemangku kepentingan terkait.
Rendahnya penyaluran KUR untuk nelayan dan pelaku usaha perikanan disebabkan oleh tingkat risiko yang tinggi. Pihak perbankan menghadapi tantangan dalam menyalurkan kredit ke sektor ini karena fluktuasi hasil tangkapan dan faktor alam lainnya. Oleh karena itu, diperlukan strategi khusus untuk mengatasi hambatan ini dan meningkatkan akses pembiayaan bagi nelayan.
Supendi menambahkan bahwa perbankan telah berupaya keras mencari solusi untuk meningkatkan penyaluran KUR di sektor perikanan. Mereka juga bertekad untuk menjaga rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) di bawah dua persen. Upaya ini menunjukkan komitmen untuk mendukung sektor perikanan sambil tetap menjaga kesehatan keuangan perbankan.
Sumber: AntaraNews