Babel Intensifkan Gempur KUR, Dorong UMKM Lebih Berdaya Saing Global
Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengintensifkan program Gempur KUR Babel untuk meningkatkan serapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh UMKM di daerah tersebut, memastikan pemerataan akses pembiayaan dan peningkatan daya saing.
Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) tengah mengintensifkan program Gerakan Mahasiswa Pendamping KUR (Gempur). Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan serapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah tersebut. Plt Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kepulauan Babel, Riza Aryani, menegaskan bahwa program ini akan lebih digencarkan.
Pengintensifan Gempur ini diharapkan dapat memudahkan pelaku UMKM dalam memperoleh informasi serta akses terhadap fasilitas KUR. Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, secara khusus telah menginstruksikan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Babel untuk memperluas sosialisasi KUR. Sosialisasi ini akan difokuskan pada masyarakat, khususnya UMKM yang berada di desa-desa terpencil.
Melalui program Gempur, pemerintah provinsi berupaya memastikan penyaluran KUR lebih merata dan tepat sasaran ke sektor-sektor produktif. Sektor-sektor yang menjadi prioritas meliputi pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan di seluruh Kepulauan Bangka Belitung. Tujuannya adalah agar UMKM di sektor-sektor tersebut dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Peningkatan Akses KUR untuk UMKM Babel
Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkomitmen penuh dalam upaya peningkatan akses pembiayaan bagi UMKM melalui program KUR. Plt Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kepulauan Babel, Riza Aryani, menyatakan bahwa program Gempur ini menjadi kunci untuk mencapai tujuan tersebut. Program ini dirancang agar informasi mengenai KUR dapat dijangkau dengan mudah oleh seluruh lapisan pelaku UMKM, termasuk di daerah-daerah yang selama ini mungkin kurang terlayani.
Instruksi langsung dari Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menjadi landasan kuat bagi Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Babel untuk memperluas jangkauan sosialisasi. Fokus utama sosialisasi adalah menjangkau UMKM di desa-desa terpencil. Hal ini penting agar mereka tidak ketinggalan informasi dan dapat memanfaatkan peluang pembiayaan yang ditawarkan oleh program KUR.
Melalui Gempur, pemerintah ingin memastikan bahwa serapan KUR tidak hanya tinggi secara angka, tetapi juga merata ke berbagai sektor produktif. Sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan di daerah ini menjadi prioritas. Pemerataan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Peran Strategis Mahasiswa dalam Gempur KUR
Dalam mengintensifkan Program Gempur, Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Babel menjalin kerja sama strategis dengan berbagai universitas lokal. Beberapa institusi pendidikan tinggi yang terlibat antara lain Universitas Bangka Belitung (UBB), Pertiba, dan IAIN. Keterlibatan universitas ini menunjukkan pendekatan kolaboratif pemerintah daerah dalam pemberdayaan UMKM.
Mahasiswa yang menjadi bagian dari program Gempur memiliki peran krusial sebagai jembatan antara pemerintah dan pelaku usaha. Mereka membantu UMKM memahami prosedur pengajuan KUR serta manfaat yang bisa diperoleh dari pembiayaan tersebut. Peran ini tidak hanya membantu UMKM, tetapi juga mengasah kemampuan kepemimpinan dan empati sosial para mahasiswa.
Keterlibatan mahasiswa ini menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan. UMKM mendapatkan pendampingan yang dibutuhkan, sementara mahasiswa memperoleh pengalaman praktis di lapangan. Hal ini sejalan dengan semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mengedepankan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Realisasi dan Harapan Sinergi Program KUR
Realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kepulauan Bangka Belitung menunjukkan angka yang signifikan pada Triwulan I 2026. Tercatat, penyaluran telah mencapai Rp456.909.005.134 kepada 11.823 debitur. Para debitur ini tersebar di berbagai wilayah, termasuk Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, Bangka Barat, Bangka Selatan, dan Belitung.
Pencapaian ini menunjukkan respons positif dari pelaku UMKM terhadap program KUR. Namun, pemerintah menyadari pentingnya sinergi berkelanjutan untuk memaksimalkan dampak program. Riza Aryani mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, perbankan, hingga pemangku kepentingan lainnya, untuk bersinergi.
Sinergi ini bertujuan untuk mendukung keberlanjutan program Gempur dan memastikan setiap pendampingan benar-benar mendorong UMKM untuk naik kelas. Dengan demikian, UMKM di Kepulauan Bangka Belitung diharapkan dapat semakin berdaya saing di pasar global, memberikan kontribusi lebih besar pada perekonomian daerah.
Sumber: AntaraNews