Realisasi KUR Babel Triwulan I 2026 Capai Rp456 Miliar, Sektor Pertanian Mendominasi
Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat Realisasi KUR Babel Triwulan I 2026 mencapai 29 persen dari target, menunjukkan optimisme pelaku usaha. Simak rincian penyaluran dan sektor dominan.
Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menunjukkan tren positif pada Triwulan I 2026. Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DKUKM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat realisasi yang signifikan. Capaian ini menjadi indikator penting bagi pertumbuhan ekonomi lokal.
Hingga akhir Maret 2026, realisasi penyaluran KUR telah mencapai 29 persen dari total target tahunan. Angka ini setara dengan Rp456.909.005.134 yang disalurkan kepada ribuan debitur. Penyaluran ini tersebar di berbagai wilayah kabupaten dan kota di Bangka Belitung.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKUKM Provinsi Bangka Belitung, Riza Aryani, menyatakan bahwa serapan KUR yang tinggi ini memperkuat perekonomian masyarakat. Ia juga menambahkan bahwa hal ini menunjukkan optimisme para pelaku usaha. Mereka terus mengembangkan usahanya melalui pemanfaatan fasilitas KUR.
Penyaluran KUR Capai Rp456 Miliar untuk Ribuan Debitur
Realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Triwulan I 2026 mencapai angka yang substansial. Total dana yang tersalurkan adalah Rp456.909.005.134. Dana ini berhasil menjangkau 11.823 debitur di seluruh wilayah provinsi.
Penyaluran KUR tersebut mencakup Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, Bangka Barat, Bangka Selatan, dan Belitung. Angka ini merepresentasikan 29 persen dari target penyaluran KUR tahun 2026. Target keseluruhan untuk tahun ini ditetapkan sebesar Rp1,6 triliun.
Plt Kepala DKUKM Provinsi Bangka Belitung, Riza Aryani, mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian ini. Menurutnya, serapan KUR yang positif pada triwulan pertama menunjukkan dukungan kuat terhadap perekonomian masyarakat. Optimisme pelaku usaha dalam mengembangkan bisnis mereka tetap tinggi.
Sektor Pertanian dan Perdagangan Dominasi Realisasi KUR
Serapan KUR di Bangka Belitung pada Triwulan I 2026 didominasi oleh beberapa sektor utama. Sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan menjadi penyumbang terbesar. Sektor ini menyerap Rp220.164.100.000 dengan 3.223 debitur.
Selain itu, sektor pedagang besar dan eceran juga menunjukkan serapan yang signifikan. Dana sebesar Rp131.450.788.660 disalurkan kepada 7.279 debitur. Hal ini menunjukkan vitalnya peran kedua sektor tersebut dalam ekonomi lokal.
Berbagai sektor lain turut menerima kucuran dana KUR, meskipun dengan porsi yang lebih kecil. Distribusi ini menunjukkan upaya pemerintah dalam mendukung diversifikasi usaha. Tujuannya adalah memperkuat berbagai lini perekonomian di Bangka Belitung.
- Sektor kemasyarakatan, sosial, budaya, hiburan, dan perorangan: Rp20.736.000.000 untuk 356 debitur.
- Sektor real estate, usaha persewaan, dan jasa perusahaan: Rp41.753.116.474 untuk 312 debitur.
- Sektor industri pengolahan: Rp10.094.000.000 untuk 175 debitur.
- Sektor perikanan: Rp19.212.000.000 untuk 339 debitur.
- Sektor transportasi, pergudangan, dan komunikasi: Rp41.753.116.474 untuk 312 debitur.
- Sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial: Rp215.000.000 untuk 4 debitur.
- Sektor jasa pendidikan: Rp635.000.000 untuk 7 debitur.
- Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum: Rp8.049.000.000 untuk 91 debitur.
- Sektor konstruksi: Rp500.000.000 untuk 1 debitur.
Optimisme DKUKM Kejar Target Penyaluran KUR 2026
DKUKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tetap optimis dapat mencapai target penyaluran KUR tahun 2026. Target yang ditetapkan adalah sebesar Rp1,6 triliun. Capaian 29 persen di triwulan pertama menjadi modal awal yang kuat.
Riza Aryani menegaskan bahwa pihaknya akan terus gencar melakukan sosialisasi dan edukasi. Upaya ini ditujukan kepada para pelaku usaha. Tujuannya adalah meningkatkan serapan KUR.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak UMKM. Mereka diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas KUR. Pemanfaatan ini krusial untuk pengembangan usaha dan peningkatan kesejahteraan.
Sumber: AntaraNews