Pasokan Daging Ayam Babel Bertambah 25 Ton, Amankan Stok Akhir Pekan!
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menambah 25 ton pasokan daging ayam Babel untuk mengantisipasi lonjakan permintaan akhir pekan.
Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Sabtu (11/10) mengumumkan penambahan signifikan pada pasokan daging ayam ras. Para distributor di wilayah tersebut telah menambahkan 25 ton daging ayam untuk memastikan stabilitas stok dan harga di pasar lokal.
Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap potensi lonjakan permintaan masyarakat yang biasanya terjadi pada akhir pekan. Penambahan pasokan daging ayam Babel ini diharapkan dapat menjaga ketersediaan komoditas vital ini agar tetap mencukupi kebutuhan konsumen.
Kepala Disperindag Kepulauan Babel, Tarmin AB, menegaskan bahwa penambahan ini merupakan upaya proaktif. "Penambahan stok daging ayam ini untuk mengantisipasi lonjakan permintaan masyarakat pada akhir pekan yang meningkat," ujarnya di Pangkalpinang.
Ketersediaan Pasokan Daging Ayam Babel Terjamin
Dengan penambahan 25 ton daging ayam ras, total stok di tingkat distributor Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kini mencapai 430,4 ton. Sebelumnya, stok yang tercatat adalah 405,4 ton, menunjukkan peningkatan yang signifikan untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
Tarmin AB memastikan bahwa jumlah tersebut lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama liburan akhir pekan. Ketersediaan daging ayam Babel ini menjadi prioritas untuk menghindari kelangkaan atau kenaikan harga yang tidak wajar.
Menurutnya, pasokan reguler dari peternak di Pulau Sumatera dilakukan seminggu sekali. "Kami pastikan stok cukup, karena para distributor dalam seminggu sekali menambah pasokan dari peternak di Pulau Sumatera," kata Tarmin AB, menjamin kelancaran distribusi.
Harga Daging Ayam dan Sapi Tetap Stabil
Meskipun ada potensi lonjakan permintaan, harga daging ayam ras di Pasar Pembangunan Pangkalpinang dilaporkan tetap stabil. Harga berkisar antara Rp33.000 hingga Rp35.000 per kilogram, memberikan kepastian bagi konsumen.
Selain daging ayam ras, harga daging ayam kampung juga terpantau stabil di kisaran Rp60.000 hingga Rp70.000 per kilogram. Stabilitas harga ini mencerminkan keberhasilan upaya pemerintah daerah dan distributor dalam mengelola pasokan.
Harga daging sapi juga menunjukkan stabilitas, dengan daging paha belakang kualitas 1 seharga Rp135.000 per kilogram, paha depan Rp130.000 per kilogram, sandung lamur Rp100.000 per kilogram, dan daging tetelan Rp70.000 per kilogram. Kondisi ini memberikan rasa aman bagi masyarakat yang akan berbelanja.
Peningkatan permintaan daging di akhir pekan seringkali disebabkan oleh kebiasaan masyarakat, terutama pegawai yang libur, untuk berbelanja kebutuhan mingguan. Selain itu, banyaknya acara seperti pesta perkawinan dan hajatan turut berkontribusi pada lonjakan konsumsi.
Sumber: AntaraNews