Swasembada Pangan Berkat Kepala Daerah: Mentan Apresiasi Peran Krusial Pemda
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan capaian swasembada pangan Indonesia, khususnya beras, terwujud lebih cepat berkat dukungan kuat dari para kepala daerah. Simak bagaimana peran krusial pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan nasion
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh kepala daerah di Indonesia atas kontribusi signifikan mereka dalam mewujudkan swasembada pangan. Pernyataan ini disampaikan Mentan dalam kegiatan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Batam, Kepulauan Riau, pada Senin, 19 Januari 2026.
Menurut Mentan Amran, dukungan aktif dari Bupati dan Wali Kota se-Indonesia menjadi faktor penentu keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras. Target swasembada yang semula ditetapkan dalam empat tahun, justru berhasil dicapai hanya dalam kurun waktu satu tahun berkat sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah.
Keberhasilan ini juga telah diumumkan secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto pada Rabu, 7 Januari 2026, di Karawang, Jawa Barat. Presiden Prabowo turut menyampaikan penghargaan kepada semua pihak yang telah bekerja keras menjaga kedaulatan pangan nasional, menegaskan kemandirian Indonesia dalam memenuhi kebutuhan berasnya.
Peran Vital Pemerintah Daerah dalam Kedaulatan Pangan
Mentan Amran Sulaiman secara tegas menyatakan bahwa keberhasilan swasembada pangan tidak dapat dilepaskan dari peran aktif pemerintah daerah. Para kepala daerah telah mengawal produksi, memperluas area tanam, menjaga kelancaran distribusi, serta memberikan perlindungan kepada petani di wilayah masing-masing. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah ini menjadi fondasi utama dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.
“Kami ucapkan terima kasih yang luar biasa atas support-nya terhadap sektor pertanian. Kalau ingin negara menjadi negara super power, negara yang menuju Indonesia emas, kita harus kawal sektor pertanian,” ujar Mentan Amran, menekankan pentingnya sektor ini bagi kemajuan bangsa.
Komitmen berkelanjutan dari pemerintah daerah sangat diperlukan untuk mengawal program-program strategis Kementerian Pertanian. Dengan dukungan ini, diharapkan sektor pertanian dapat terus berkembang dan berkontribusi maksimal terhadap perekonomian nasional.
Strategi Hilirisasi Pertanian dan Ketahanan Stok Beras Nasional
Ke depan, pemerintah juga akan mendorong penguatan hilirisasi pertanian guna meningkatkan nilai tambah produk dan pendapatan petani. Fokus hilirisasi ini akan diarahkan pada komoditas-komoditas dengan permintaan tinggi di pasar global.
Beberapa komoditas unggulan yang menjadi prioritas dalam program hilirisasi antara lain kelapa, kakao, dan mete. Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk pertanian Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Mentan Amran juga menegaskan bahwa Indonesia tidak akan melakukan impor beras karena stok nasional yang melimpah. Cadangan beras pemerintah (CBP) pernah mencapai rekor 4,2 juta ton pada Juni 2025, dengan stok awal 2026 berada di kisaran 3,2 juta ton.
Produksi padi Indonesia terus menunjukkan peningkatan. Berdasarkan Kerangka Sampel Area (KSA) amatan November 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksi produksi beras nasional tahun 2025 mencapai 34,71 juta ton, meningkat 13,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Mentan Amran mengingatkan agar tidak ada pihak yang mempermainkan nasib rakyat dan petani.
Apresiasi Presiden dan Komitmen Jangka Panjang
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi mendalam atas capaian swasembada pangan ini. Beliau menargetkan swasembada dalam empat tahun, namun berkat kerja keras dan kekompakan komunitas pertanian, target tersebut tercapai hanya dalam satu tahun.
“Terima kasih seluruh komunitas pertanian. Saudara bekerja keras, saudara kompak hasilkan satu tahun kita sudah swasembada, satu tahun kita sudah berdiri di atas kaki sendiri, satu tahun kita tidak tergantung bangsa lain,” ucap Presiden Prabowo.
Dengan capaian swasembada pangan ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan nasional. Hal ini akan dilakukan melalui sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, serta implementasi kebijakan yang berpihak kepada petani.
Sumber: AntaraNews