Survei: Masyarakat Amerika Tak Puas Kinerja Trump, Imbas Kebijakan Tarif
Mayoritas warga dewasa Amerika menilai negatif kinerja Trump sebagai presiden.
Menjelang seratus hari masa jabatan keduanya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghadapi tingkat ketidakpuasan publik yang tinggi. Berdasarkan survei terbaru NBC News Stay Tuned yang dilakukan oleh SurveyMonkey, mayoritas warga dewasa Amerika menilai negatif kinerja Trump sebagai presiden.
Survei yang dilakukan pada 11–20 April 2025 terhadap 19.682 responden menunjukkan bahwa 55 persen warga tidak setuju dengan cara Trump menjalankan tugasnya, sementara hanya 45 persen yang menyatakan persetujuan.
Lebih dari 40 persen responden mengaku sangat tidak setuju terhadap kepemimpinan Trump, sedangkan hanya sekitar 25 persen yang menyatakan dukungan kuat. Ketika diminta menggambarkan perasaan mereka terhadap Trump, mayoritas responden menggunakan kata-kata negatif seperti “marah” dan “geram”, dibandingkan kata-kata positif seperti “senang” dan “gembira”.
Isu kebijakan juga menunjukkan penurunan dukungan publik terhadap Trump. Dalam hal imigrasi, isu yang selama ini menjadi kekuatan utama dalam kampanye, masyarakat terbelah: 49 persen mendukung penanganan Trump atas keamanan perbatasan, sementara 51 persen menolak.
Sementara itu, kebijakan tarif yang menjadi pilar agenda ekonominya justru menuai penilaian negatif. Hanya 39 persen responden menyatakan dukungan, sedangkan 61 persen menolak pendekatan Trump terkait tarif impor.
Survei ini juga menunjukkan ketidakpuasan publik yang meluas terhadap arah negara. Sebanyak 60 persen warga menilai Amerika berada di jalur yang salah, dibandingkan 40 persen yang percaya negara menuju ke arah yang benar.
Kelompok yang Puas dengan Trump
Dukungan terbesar terhadap Trump masih datang dari Partai Republik. Sebanyak 88 persen anggota atau simpatisan Partai Republik menyatakan setuju terhadap kinerjanya, termasuk 89 persen dari kalangan pendukung setia gerakan MAGA. Sebaliknya, hanya 7 persen simpatisan Partai Demokrat memberikan penilaian serupa. Di kalangan independen, sebanyak 68 persen menolak Trump, sementara hanya 32 persen yang mendukung.
Secara demografis, satu-satunya kelompok yang mayoritas percaya bahwa negara berada di arah yang benar adalah pria kulit putih tanpa gelar sarjana, dengan tingkat keyakinan sebesar 54 persen.
Tingkat ketidakpuasan emosional juga mencolok dalam hasil survei ini. Secara keseluruhan, 51 persen warga memiliki respons emosional negatif terhadap kebijakan Trump, dengan 23 persen mengaku merasa marah. Di sisi lain, hanya 32 persen responden merasa positif, dan 13 persen di antaranya merasa senang dengan kinerja presiden.
Perbedaan emosional antara pendukung Partai Demokrat dan Republik pun cukup signifikan. Sembilan dari sepuluh simpatisan Demokrat menyatakan perasaan negatif, dengan 52 persen merasa sangat geram. Sebaliknya, sekitar tiga perempat simpatisan Republik menyatakan perasaan positif, termasuk 32 persen yang merasa gembira.
Survei ini memiliki margin error sebesar ±2,2 persen dan mencerminkan tantangan besar yang dihadapi Trump menjelang bulan-bulan awal masa jabatan keduanya.