PDIP Respons Survei Kinerja Prabowo Hampir 80 Persen, Singgung Kerja Nyata dan Tragedi Anak SD Bunuh Diri di Ngada

PDI Perjuangan mengingatkan kinerja nyata tak melulu diukur lewat angka.

Muhammad Radityo Priyasmoro
PDIP Respons Survei Kinerja Prabowo Hampir 80 Persen, Singgung Kerja Nyata dan Tragedi Anak SD Bunuh Diri di Ngada
PDIP Respons Survei Kinerja Prabowo Hampir 80 Persen, Singgung Kerja Nyata dan Tragedi Anak SD Bunuh Diri di Ngada (Merdeka.com)

PDI Perjuangan merespons hasil survei terbaru dilakukan lembaga riset Indikator Politik Indonesia terkait kinerja Presiden Prabowo Subianto mendapat kepuasan masyarakat hamper mencapai 80 persen. PDI Perjuangan mengingatkan kinerja nyata tak melulu diukur lewat angka.

"Approval rating itu sepertinya terus-menerus dijadikan indikator utama. Padahal, tugas pemimpin adalah mengatasi kemiskinan, pengangguran, serta merancang kebijakan yang membangun harapan masa depan," ujar Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (11/2).

Hasto mengingatkan, tingginya angka kepuasan publik semestinya tidak sekedar menjadi statistik, melainkan harus dikonversikan menjadi sesuatu yang bisa dirasakan langsung oleh rakyat kecil. Sebab, indikator kesuksesan seorang pemimpin sejati adalah kemampuannya mengatasi masalah mendasar seperti kemiskinan dan pengangguran.

Hasto kemudian mengaitkan hasil survei tersebut dengan realitas di lapangan. Dia memberikan perhatian khusus pada kasus tragis di Nusa Tenggara Timur (NTT), di mana seorang siswa sekolah dasar dikabarkan mengakhiri hidupnya akibat himpitan ekonomi.

"Apa yang terjadi di NTT, ada anak kecil yang bunuh diri karena tidak mampu membeli alat tulis. Hal itu mencerminkan bahwa approval rating saja tidak cukup," tegas Hasto.

Hasto menuturkan, kejadian tersebut harusnya mampu menjadi pengingat bahwa tanggung jawab negara sesuai konstitusi yakni memelihara fakir miskin dan anak-anak terlantar masih menjadi tantangan besar di tengah klaim tingginya kepuasan publik.

"PDI Perjuangan dalam fungsi sebagai penyeimbang memberikan masukan agar approval rating ini dikonversikan menjadi kinerja nyata," ujar Hasto.

Hasto berharap pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dapat terus memastikan demokrasi berjalan baik, sistem hukum bebas korupsi, dan terciptanya keadilan sosial. Bagi PDI Perjuangan, kerja nyata di sektor riil tetap menjadi prioritas utama.

"Kita bertanggung jawab agar negara selalu hadir. PDI Perjuangan siap menjadi mitra dalam mendorong gagasan-gagasan positif agar kerja nyata benar-benar menjadi kriteria utama bagi rakyat," Hasto menandasi.



Hasil penelitian yang dilakukan oleh lembaga riset Indikator Politik Indonesia pada awal tahun 2026 menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat merasa puas dengan kinerja Presiden Prabowo Subianto.

Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, menjelaskan bahwa survei tersebut melibatkan 1.220 responden yang merupakan WNI berusia minimal 17 tahun, yang dilakukan antara 15 hingga 21 Januari 2026. Dari total responden, sebanyak 79,9 persen menyatakan puas dengan kinerja Prabowo.

"Jadi secara umum tidak terlalu berbeda dengan approval rating Presiden Prabowo Januari 2025 dibanding Januari 2026," ujar Burhanuddin seperti yang dilansir oleh Antara pada Minggu (8/2).

Dia juga merinci bahwa 13 persen responden mengaku "sangat puas", 66,9 persen merasa "puas", sementara 17,1 persen menyatakan "kurang puas", dan 2,2 persen tidak puas sama sekali. Sedangkan 0,8 persen responden lainnya tidak tahu atau tidak memberikan jawaban. Burhanuddin menambahkan bahwa angka kepuasan atau "approval rating" yang diperoleh Prabowo cukup tinggi untuk seorang presiden.

Bahkan, dia menekankan bahwa angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat kepuasan masyarakat terhadap Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, di awal pemerintahannya pada tahun 2004, serta Presiden ke-7, Joko Widodo, setelah memenangkan Pilpres pada tahun 2014.

"Approval rating Pak Prabowo lebih tinggi karena beliau tidak hanya mengandalkan dukungan elektoral dari dirinya sendiri, tetapi juga dari Pak Jokowi," tuturnya.

Menurutnya, tingginya tingkat kepuasan terhadap Prabowo juga didukung oleh pemilih dari kalangan Gen Z. Meskipun generasi yang lebih tua juga menunjukkan kepuasan, namun pemilih utama Prabowo dalam Pilpres 2024 adalah Gen Z.

"Kemarin, 71 persen pemilih Gen Z mengaku akan memilih Pak Prabowo berdasarkan hasil exit poll kami. Sepertinya, angka tersebut tidak berubah dari basis pemilih yang merasa puas dengan Pak Prabowo," ujarnya. Dari hasil survei tersebut, dia menjelaskan bahwa 17,5 persen responden merasa puas terhadap Prabowo karena upayanya dalam memberantas korupsi.

Di sisi lain, 15,6 persen responden puas karena Prabowo sering memberikan bantuan, 11 persen puas dengan program kerjanya yang dinilai baik, dan 10,5 persen merasa puas karena melihat hasil kerja Prabowo yang sudah ada.

Proses pengumpulan data dalam survei tersebut dilakukan melalui metode wawancara langsung. Tingkat kepercayaan yang diperoleh mencapai 95 persen, dengan margin of error sekitar 2,9 persen.



Rekomendasi